Kesehatan Tubuh
Cedera ACL, Apakah Bisa Disembuhkan Tanpa Operasi?

Table of Contents
ACL (anterior cruciate ligaments) adalah salah satu ligamen utama di lutut yang berguna untuk menstabilkan gerakan tulang di sekitarnya. Jika terjadi cedera, artinya ligamen mengalami robekan seluruhnya, sebagian, atau meregang secara berlebihan. Cedera ini dapat menyebabkan nyeri hebat dan ketidakstabilan pada lutut, serta membutuhkan penanganan sesegera mungkin.
Lantas, apakah bisa cedera ACL disembuhkan tanpa operasi? Simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apakah Robekan pada ACL dapat Disembuhkan Tanpa Operasi?
Pada dasarnya, cedera ACL yang parah (robek sepenuhnya) tidak bisa sembuh sepenuhnya tanpa operasi. Namun, pada pasien dengan tingkat aktivitas rendah (biasanya orang yang lebih tua dan nonatlet), dokter dapat merekomendasikan penanganan nonoperasi.
Meski hal ini memungkinkan, gerakan pasien cenderung menjadi terbatas, seperti tidak bisa melakukan gerakan pivot (berubah arah tiba-tiba). Lutut juga tidak bisa stabil sementara masa penyembuhan karena robekan sembuh dalam posisi tetap meregang.
Pada pasien yang hanya mengalami robekan parsial, perawatan nonbedah dapat menjadi pilihan. Perawatan konservatif utama yang direkomendasikan oleh dokter dalam hal ini adalah istirahat, penggunaan obat antiinflamasi untuk mengurangi nyeri dan peradangan, serta terapi fisik untuk menguatkan otot kaki.
Selain itu, beberapa kelompok yang direkomendasikan untuk menjalani perawatan cedera ACL tanpa operasi adalah sebagai berikut:
-
Orang yang mengalami cedera ACL ringan, misalnya ACL yang meregang tidak sampai robek.
-
Orang yang tidak berolahraga, terutama olahraga yang mengharuskan memutar atau memelintir lutut.
-
Orang yang berusia lebih dari 50 tahun. Kelompok usia ini memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi bila melakukan operasi ACL. Namun, pembedahan masih bisa menjadi pilihan efektif bagi orang yang lebih tua jika mereka tidak memiliki masalah kesehatan lainnya.
-
Orang yang memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes atau gangguan perdarahan, yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi bedah.
-
Perokok aktif. Orang yang merokok memiliki masa pemulihan yang kurang baik setelah operasi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.
Apa yang terjadi selama masa pemulihan robekan ACL tanpa operasi bisa berbeda-beda pada setiap pasien. Hal ini tergantung dari tingkat aktivitas pasien, gejala ketidakstabilan, dan tingkat keparahan cedera.
Robekan ACL bisa terjadi sebagian atau seluruhnya. Pada robekan ACL sebagian (parsial) tanpa operasi, prognosis (perkembangan penyakitnya) sering kali baik dengan masa pemulihan dan rehabilitasi setidaknya selama 3 bulan. Namun, beberapa pasien mungkin masih merasakan ketidakstabilan sehingga diperlukan tindak lanjut klinis seperti operasi ACL dan terapi fisik yang lengkap.
Sementara itu, robekan ACL seluruhnya (complete ACL tear) tidak menunjukkan hasil positif tanpa operasi. Pasalnya, sebagian kasus cedera ACL juga disertai dengan kerusakan pada meniskus, tulang rawan artikular, atau ligamen lainnya. Setelah terjadi cedera, penderita juga cenderung mengalami ketidakstabilan pada lutut meski hanya melakukan aktivitas biasa. Sehingga, pada kasus ini (robekan ACL seluruhnya), operasi harus dilakukan.
Setelah operasi, waktu pemulihan biasanya memakan waktu minimal 6–9 bulan. Ini termasuk fase penyembuhan awal pascaoperasi dan terapi fisik. Sangat penting untuk menunggu hingga rekonstruksi ACL pulih sepenuhnya sebelum kembali berolahraga guna mencegah cedera berulang.
Tindakan Nonoperasi untuk Mengatasi Robekan ACL
Apabila kondisi pasien tidak memungkinkan untuk operasi atau tidak menunjukkan gejala ketidakstabilan lutut yang signifikan, dokter dapat merekomendasikan penanganan cedera ACL tanpa operasi. Penanganan nonoperasi ini meliputi:
-
Knee brace: Perawatan ini berguna untuk melindungi lutut dari ketidakstabilan. Kemudian, sebagai langkah perlindungan lebih lanjut, dokter juga dapat menyarankan penggunaan kruk agar lutut yang cedera tidak terbebani oleh berat tubuh.
-
Fisioterapi (terapi fisik): Terapi ini biasanya akan direkomendasikan ketika pembengkakan pada lutut sudah mereda. Fisioterapi berguna untuk mengembalikan fungsi lutut dan memperkuat otot tungkai terkait.
Perawatan nonoperasi bisa membuat pasien terhindar dari potensi komplikasi pembedahan, seperti infeksi, perdarahan, dan kerusakan saraf. Namun, tidak menjalani pembedahan juga memiliki risiko, di antaranya:
-
Cedera yang memburuk. ACL yang robek sebagian dapat robek seluruhnya tanpa operasi.
-
Ketidakstabilan lutut yang menyebabkan tempurung lutut sering berpindah tempat.
-
Peradangan yang merusak bagian lain dari lutut, seperti tulang rawan atau meniskus.
-
Artritis (nyeri dan kekakuan pada sendi lutut) akibat peradangan jangka panjang.
Sebaiknya Penanganan Robekan ACL Tanpa Operasi atau dengan Operasi?
Pilihan perawatan cedera ACL akan disesuaikan dengan tingkat keparahan cedera dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Pada dasarnya, penanganan untuk cedera ACL bisa dilakukan dengan prosedur bedah dan nonbedah. Namun, tergantung pada tingkat keparahan cedera, pasien mungkin tidak akan pernah pulih sepenuhnya dan berisiko lebih tinggi mengalami cedera lagi jika tidak menjalani operasi.
Adapun tujuan utama operasi adalah untuk meningkatkan stabilitas lutut, yang dapat ditingkatkan dengan terapi yang tepat. Kendati demikian, penanganan apa pun yang dipilih, bedah atau nonbedah, pasien perlu tahu bahwa risiko lesi lutut di masa mendatang dan osteoartritis tetap tinggi, terutama jika kembali melakukan aktivitas berisiko tinggi secara berulang.
Jadi, jawaban yang pasti mengenai penanganan robekan ACL, operasi atau nonoperasi, perlu didiskusikan dengan dokter. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, dokter dapat memberikan saran terbaik mengenai perawatan yang paling efektif untuk pasien.
Cara Mencegah Cedera ACL Berulang
Menurut penelitian tahun 2020, 1 dari 5 atlet yang menjadi operasi rekonstruksi cedera ACL mengalami cedera berulang. Jadi, guna meminimalkan terjadinya cedera berulang, penting untuk mengikuti protokol rehabilitasi secara ketat, tidak memaksakan kembali melakukan aktivitas berat, seperti olahraga, saat belum siap, serta rajin melakukan terapi fisik sebelum melanjutkan aktivitas.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Penanganan untuk cedera ACL perlu didiskusikan dengan dokter sehingga pasien bisa mendapatkan perawatan terbaik.
Apabila mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan kondisi ini, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cureus. Anterior Cruciate Ligament Injury: Conservative Versus Surgical Treatment. Diakses pada 2024 | Indonesian Orthopedic Association. Cedera lutut - ACL. Diakses pada 2024 | Healthline. How Long Does an ACL Tear Take to Heal?. Diakses pada 2024 | OrthoInfo. ACL Injury: Does It Require Surgery?. Diakses pada 2024 | HSS. ACL Tear (Torn ACL). Diakses pada 2024 | UPMC. Nonsurgical ACL Tear or Injury Treatment. Diakses pada 2024 | Physiopedia. Non-operative Treatment of ACL Injury. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Arctic Genu / Rontgen Sendi Lutut (Uni Lateral)
Rontgen / X-Ray, Tulang/ Ortopedi
Rp289.000
TERPOPULER
Knee Joint Bilateral / Rontgen Sendi Lutut
Rontgen / X-Ray, Tulang/ Ortopedi
Rp415.000
TERPOPULER
1.5T MRI KNEE NON CONTRAST (1 SIDE)
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000






