Kesehatan Tubuh
Acquired Hemophilia A, Gangguan Pembekuan Darah yang Terjadi Saat Dewasa

Table of Contents
Hemofilia A adalah kondisi medis ketika seseorang mudah mengalami pendarahan akibat kekurangan faktor pembekuan darah, yakni faktor VIII. Walaupun umumnya merupakan penyakit bawaan, hemofilia A bisa juga baru terjadi pada usia dewasa. Kondisi ini dikenal sebagai acquired hemophilia A (AHA).
Lantas, apa penyebab acquired hemophilia A dan bagaimana kondisi ini ditangani? Simak informasinya lebih lanjut pada artikel di bawah ini.
Apa Itu Acquired Hemophilia A?
Hemofilia A adalah gangguan pembekuan darah yang disebabkan oleh kurangnya faktor VIII. Umumnya, hemofilia A merupakan penyakit bawaan. Namun, kondisi ini juga dapat timbul pada usia dewasa hingga usia lanjut, yang disebut sebagai acquired hemophilia A.
AHA ditandai dengan pendarahan yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya riwayat diatesis hemoragik (kecenderungan pendarahan) pada pasien atau keluarga. Walaupun dapat terjadi pada berbagai kalangan usia, penyakit ini paling sering muncul pada orang berusia 60–80 tahun dan terkadang pada wanita hamil berusia 20–40 tahun.
Menurut National Organization for Rare Disorders, insidensi AHA dilaporkan sekitar 1 per 1.000.000 populasi setiap tahunnya. Karena begitu langka dan mirip dengan gangguan pembekuan darah lainnya, tak jarang kondisi ini tidak terdiagnosis atau dianggap sebagai penyakit lain. Bila tidak didiagnosis dan ditangani dengan baik, penyakit ini dapat mengakibatkan pendarahan serius yang mengancam jiwa.
Penyebab Acquired Hemophilia A
Hemofilia tipe A yang didapat merupakan penyakit yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang membentuk autoantibodi secara keliru, sehingga menyerang jaringan tubuh yang sehat. Pada AHA, jaringan yang terdampak adalah faktor koagulasi VIII, sehingga fungsinya dalam pembekuan darah pun terhambat.
Pada 50% kasus, penyebab acquired hemophilia A tidak dapat diketahui secara pasti (idiopatik). Namun, pada 50% sisanya, penderita biasanya memiliki penyakit atau kondisi yang mendasari, di antaranya:
-
Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan sindrom Sjögren.
-
Infeksi.
-
Diabetes.
-
Gangguan pernapasan.
-
Kanker darah.
Gejala Acquired Hemophilia A
Acquired hemophilia A biasanya ditandai dengan pendarahan parah tanpa adanya riwayat gangguan pendarahan. Penderita pun bisa lebih mudah memar meski tidak disebabkan oleh cedera berat.
Beberapa gejala lainnya yang dapat muncul pada pengidap AHA adalah sebagai berikut:
-
Pendarahan pada sistem pencernaan.
-
Pendarahan pada sendi.
-
Pendarahan intrakranial.
Diagnosis Acquired Hemophilia A
Untuk mendiagnosis hemofilia A yang didapat, dokter akan memulai dengan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui gejala, riwayat medis, serta obat-obatan yang dikonsumsi pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara keseluruhan.
Guna membantu menegakkan diagnosis, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan darah berikut:
-
Activated partial thromboplastin clotting time (aPTT) dan prothrombin time (PT), yaitu tes untuk mengukur waktu pembekuan darah.
-
Uji pencampuran, untuk melihat kemungkinan penyebab gangguan pembekuan darah.
-
Uji faktor VIII, untuk memastikan kadar protein penting yang berperan dalam pembekuan darah.
-
Bethesda assay, untuk mendeteksi adanya antibodi berikatan dan menghambat faktor VIII.
Pengobatan Acquired Hemophilia A
Pemilihan terapi dan pengendalian efek samping pengobatan memerlukan perhatian khusus agar pendarahan terkendali dan kondisi pasien tetap stabil. Beberapa pengobatan yang diberikan dokter untuk menangani AHA adalah:
-
Desmopressin (DDAVP), untuk meningkatkan kadar faktor VIII yang penting dalam pembekuan darah.
-
Steroid, untuk menekan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif dan menyerang faktor VIII.
-
Siklofosfamid, untuk mendukung steroid dalam menekan antibodi terhadap faktor VIII.
Namun, perlu diingat bahwa pengobatan ini memiliki risiko dan memerlukan pemantauan ketat untuk memastikan keberhasilan dan keselamatan pasien, di mana ini mencakup pengukuran tingkat antibodi dan aktivitas faktor VIII setiap minggu selama menjalani pengobatan imunosupresi. Setelah mencapai remisi, penting agar pasien tetap dipantau secara teratur untuk memastikan bahwa kondisinya tetap terkendali.
Risiko Komplikasi Acquired Hemophilia A
Apabila tidak ditangani dengan baik, acquired hemophilia A juga berisiko menimbulkan beberapa komplikasi terkait jantung dan pembuluh darah, di antaranya:
-
Pembekuan darah berlebihan.
-
Serangan jantung.
-
Stroke.
Perlu dipahami bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi acquired hemophilia A. Dengan kata lain, tanda dan gejala yang disebutkan mungkin terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Agar lebih praktis, gunakan juga aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda untuk melihat informasi jadwal praktik, membuat janji temu dengan dokter pilihan, memesan paket kesehatan, hingga konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Mari unduh MySiloam sekarang untuk memudahkan akses layanan kesehatan Anda dan keluarga.
Sumber
University of Rochester Medical Center. aPTT. Diakses pada 2025 | Healthline. Acquired Hemophilia. Diakses pada 2025 | American Society of Hematology. Autoimmune Acquired Hemophilia: Updates in Diagnosis and Treatment. Diakses pada 2025 | National Organization for Rare Disorders. Acquired Hemophilia. Diakses pada 2025 | PubMed Central. Acquired Hemophilia: Review and Meta-Analysis. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Hemophilia A. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Prof. Dr. dr. Ibnu Purwanto, SpPD-KHOM, FINASIM
Onkologi (Kanker)
Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Dasar Diabetes
5 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Skrining Komplikasi Diabetes
6 Service/Item
Rp690.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Basic
Skrining Lite
4 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Advanced
Skrining Lite
10 Service/Item
Rp700.000
Skrining Diabetes & Senam Kaki 3 kali (Member Package)
Rp1.500.000
Paket Pre-Screening Diabetes (B)
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
Rp673.000
TERPOPULER
Paket Pre-Screening Diabetes (A)
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
Rp952.500
TERPOPULER
Paket Skrining Autoimun - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
Rp1.606.308
TERPOPULER
PT - INR / Koagulasi Darah
Darah
1 Service/Item
Rp227.700
TERPOPULER
APTT / Koagulasi Darah
Darah
1 Service/Item
Rp244.800
TERPOPULER
PT - APTT / Koagulasi Darah
Darah
1 Service/Item
Rp382.500
Fibrinogen / Koagulasi Darah
Darah
1 Service/Item
Rp279.900
TERPOPULER
Paket Cek Diabetes
Darah, Gula/ Diabetes
2 Service/Item
Rp218.300
TERPOPULER
Paket Pemantauan Pradiabetes-2
Gula/ Diabetes
6 Service/Item
Rp712.350
Bleeding Time - BT / Masa Pendarahan
1 Service/Item
Rp64.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
LED-Erythrocyte Sedimen Rate ESR / Laju Endap Darah
1 Service/Item
Rp56.700



