Kesehatan Tubuh
Hepatitis: Penyakit Liver dengan Berbagai Tipe dan Penyebab

Table of Contents
Hepatitis adalah istilah umum untuk peradangan pada organ hati. Penyakit ini dapat terjadi karena penyebab infeksi maupun non-infeksi. Karena hati berfungsi untuk membantu proses metabolisme tubuh, penting untuk mengenal gejala, penyebab, pengobatan, serta pencegahan hepatitis guna menjaga kesehatan hati. Simak informasinya di ulasan berikut.
Tipe-Tipe Hepatitis dan Penyebabnya
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hepatitis adalah kondisi peradangan pada hati akibat penyebab infeksi maupun non-infeksi. Menurut World Health Organization (WHO), hepatitis menempati peringkat kedua sebagai penyakit infeksi penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan tingkat mortalitas yang diperkirakan akan terus meningkat.
Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi biasanya terjadi karena virus. Berdasarkan virus penyebabnya, hepatitis umumnya dibagi menjadi:
-
Hepatitis A: Kondisi hepatitis akut yang terjadi akibat virus hepatitis A (HAV). Virus ini memiliki masa inkubasi yang cukup lama, yaitu sekitar 3–4 minggu, dan dapat menular dengan cepat melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi feses penderita hepatitis ataupun praktik seksual yang tidak aman.
-
Hepatitis B: Kondisi hepatitis kronis yang terjadi akibat virus hepatitis B (HBV) dan dapat menular melalui darah, proses kehamilan atau persalinan (penularan dari ibu ke anak), dan hubungan seksual.
-
Hepatitis C: Kondisi hepatitis kronis yang terjadi akibat virus hepatitis C (HCV). Metode penularannya sama dengan hepatitis B.
-
Hepatitis D: Kondisi peradangan hati yang disebabkan oleh HDV (hepatitis delta virus). Walaupun jarang terjadi, hepatitis D umumnya dapat terjadi pada individu yang terkena hepatitis B.
-
Hepatitis E: Meski jarang, kondisi ini biasanya disebabkan oleh virus HEV. Hepatitis tipe ini dapat menular melalui tinja dan makanan yang terkontaminasi.
Walaupun kerap dipicu oleh infeksi virus-virus tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa hepatitis juga bisa terjadi akibat infeksi lainnya, seperti cytomegalovirus, herpes, serta cacing hati.
Di sisi lain, hepatitis dengan penyebab non-infeksi biasanya terjadi karena faktor-faktor seperti penyalahgunaan alkohol, konsumsi obat-obatan tanpa resep dokter, perlemakan hati, dan kondisi autoimun (penyakit akibat sistem imun menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh).
Hepatitis dapat menyerang orang-orang dari berbagai kalangan usia, tergantung jenisnya. Anak-anak berusia sekolah (10–15 tahun) rentan terkena hepatitis A, sementara orang-orang usia produktif (35–60 tahun) rawan terserang hepatitis B dan C. Ketiga jenis hepatitis tersebut merupakan yang paling umum terjadi.
Gejala Hepatitis
Hepatitis A, B, dan C memiliki gejala yang hampir sama. Namun, perlu diketahui bahwa hepatitis B dan C biasanya tidak menunjukkan gejala hingga komplikasi timbul. Oleh karena itu, gejala yang muncul umumnya berhubungan dengan komplikasi yang terjadi.
Beberapa gejala yang dapat terjadi meliputi:
-
Demam.
-
Nyeri perut.
-
Rasa tidak nyaman pada tubuh (malaise).
-
Mual.
-
Muntah.
-
Sakit kepala.
-
Nafsu makan menurun.
Diagnosis Hepatitis
Dalam mendiagnosis hepatitis, dokter akan memulai dengan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui gejala serta riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien.
Selain itu, beberapa pemeriksaan penunjang berikut juga akan dilaksanakan untuk menegakkan diagnosis hepatitis:
-
Tes fungsi hati, seperti SGPT, SGOT, albumin, enzim fosfatase alkali, untuk menilai fungsi hati.
-
Tes anti HAV untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap hepatitis A.
-
Tes HBsAg untuk mendeteksi adanya virus hepatitis B.
-
Tes anti HCV untuk mendeteksi adanya paparan virus hepatitis C.
-
USG untuk memastikan ada tidaknya perlemakan hati.
Pengobatan Hepatitis
Hepatitis dapat timbul dengan penyebab dan karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam pengobatannya pun akan disesuaikan dengan jenis hepatitis yang dialami individu.
Sebagai self-limiting disease, yakni penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A. Penanganan hanya bersifat suportif untuk mengendalikan gejala yang muncul. Misalnya, menggunakan obat penurun panas jika demam, serta beristirahat dan minum air yang cukup jika mual atau muntah.
Kondisi pengidap hepatitis A biasanya membaik dalam 1–2 minggu setelah infeksi dan bisa pulih dalam 1 bulan. Jika mengalami komplikasi gagal hati akut, pasien akan dirawat dan menjalani pemantauan ketat di rumah sakit.
Di sisi lain, pengobatan spesifik yang dapat menyembuhkan hepatitis B secara tuntas juga masih belum ditemukan. Maka dari itu, individu dengan hepatitis B biasanya perlu menjalani terapi jangka panjang dengan obat antivirus, seperti entecavir, tenofovir, lamivudine, dan adefovir. Namun, pengobatan ini baru bisa diberikan ketika virus telah aktif.
Walau sama-sama bersifat kronis, hepatitis C kini dapat disembuhkan dengan direct-acting antivirals (DAA) yang memiliki tingkat keberhasilan 90–95%. Obat ini biasanya dikonsumsi selama 3–6 bulan, tergantung tingkat keparahan. Akan tetapi, dalam kondisi sirosis hati, pengobatan dapat berlangsung hingga 6 bulan.
Risiko Komplikasi Hepatitis
Penyakit hepatitis yang tidak segera ditangani dengan tepat juga bisa memicu risiko komplikasi. Beberapa penyakit yang dapat timbul karena komplikasi hepatitis adalah sebagai berikut:
1. Gagal Hati Akut
Walau jarang menimbulkan komplikasi, 1% kasus hepatitis A dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati. Gagal hati akut adalah gangguan fungsi hati yang terjadi dalam jangka waktu singkat dengan gejala penyakit kuning, gangguan kesadaran, dan gangguan pendarahan.
2. Sirosis Hati
Hepatitis B dan C dapat memicu sirosis hati, yakni kondisi jaringan hati yang rusak digantikan oleh jaringan parut dan dapat menyebabkan organ hati mengecil. Perkembangan sirosis mungkin membutuhkan waktu 10–20 tahun. Gejala yang dapat terjadi meliputi muntah darah, kehilangan kesadaran, perut buncit karena penumpukan cairan, dan sebagainya.
3. Kanker Hati
Kanker hati adalah kondisi di mana sel-sel kanker mulai tumbuh pada organ hati. Pada hepatitis C, kanker hati biasanya diawali oleh sirosis hati terlebih dahulu. Namun, pada hepatitis B, kanker hati bisa terjadi tanpa adanya sirosis.
Pencegahan Hepatitis
Hepatitis dapat timbul akibat faktor risiko yang tidak dikendalikan dengan baik, seperti sanitasi yang buruk, praktik seksual yang tidak sehat, dan sebagainya. Oleh karena itu, Anda dapat mencegah hepatitis dengan:
-
Memastikan kebersihan air, dapur, dan alat makan.
-
Menjaga kebersihan diri.
-
Menjaga berat badan dengan aktivitas fisik dan pola makan yang sehat.
-
Melakukan praktik seksual yang sehat.
-
Menghindari berbagi jarum suntik, tato, ataupun tindik.
-
Menggunakan obat sesuai resep dan anjuran dokter.
-
Membatasi konsumsi alkohol.
Selain itu, penting bagi orang-orang dengan faktor risiko untuk mendapatkan vaksin hepatitis A dan B sebagai pencegahan, terutama karena hepatitis B sulit dideteksi dan biasanya tidak bergejala hingga komplikasi telah timbul. Vaksinasi hepatitis B dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pada usia 0, 1, dan 6 bulan, dengan tingkat efektivitas sekitar 90–95%.
Perlu diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi hepatitis. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroentero Hepatologi di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi hepatitis dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Jika direkomendasikan, Anda juga dapat memesan Vaksinasi Hepatitis B Dewasa 1x melalui aplikasi MySiloam. Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
NHS. Hepatitis C: Treatment. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Hepatitis B: Diagnosis and Treatment. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Hepatitis A: Diagnosis and Treatment. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Hepatitis. Diakses pada 2025 | WHO. WHO Sounds Alarm on Viral Hepatitis Infections Claiming 3,500 Lives Each Day. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Vaksinasi Hepatitis A Dewasa 1x
Vaksinasi
1 Service/Item
Rp770.000
TERPOPULER
Skrining Hati Lengkap
Skrining Lite
10 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Vaksinasi Hepatitis B Dewasa 1x
Vaksinasi
2 Service/Item
Rp350.000
Skrining Hepatitis B - Homecare
Rp750.000
TERPOPULER
VAKSINASI COMBO HEPATITIS A & B (DEWASA)
Vaksinasi
1 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Anti HAV IgM / Antibodi Hepatitis A (IgM)
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
1 Service/Item
Rp438.300
TERPOPULER
HBsAg Qualitative / Antigen Hepatitis B
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
1 Service/Item
Rp202.500
TERPOPULER
Anti HBS / Antibodi Hepatitis B
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
1 Service/Item
Rp262.800
TERPOPULER
Anti HCV Total / Antibodi Hepatitis C
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
1 Service/Item
Rp490.500
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Hati
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
4 Service/Item
Rp261.000
TERPOPULER
Paket Pra Vaksinasi Hepatitis B
2 Service/Item
Rp517.000





