Kesehatan Tubuh
Gagal Hati (Liver Failure) - Penyebab, Gejala, & Penanganan

Table of Contents
Liver failure atau gagal hati adalah kondisi medis yang merujuk pada kerusakan organ hati sehingga hati tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Kondisi ini perlu segera ditangani dengan tepat karena bisa menurunkan kualitas hidup hingga berisiko mengancam nyawa.
Mari kenali penyebab, gejala, diagnosis, hingga pengobatan gagal hati selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Gagal Hati (Liver Failure)?
Liver failure atau gagal hati adalah kondisi medis di mana organ hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Gagal hati adalah kondisi yang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gagal hati akut dan gagal hati kronis. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Gagal hati akut: Gangguan fungsi hati yang terjadi dalam jangka waktu pendek, bahkan hanya berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu. Umumnya, gagal hati akut bisa muncul tanpa disertai dengan gejala awal.
-
Gagal hati kronis: Salah satu jenis gagal hati yang proses perburukan kondisinya terjadi secara bertahap selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Penyebab Gagal Hati
Penyebab utama terjadinya gagal hati adalah kerusakan pada sel-sel di dalam organ hati. Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal hati adalah sebagai berikut:
-
Kelainan genetik, seperti gangguan metabolik pada penyakit Wilson.
-
Infeksi virus, seperti virus hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E.
-
Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
-
Overdosis obat, seperti acetaminophen (parasetamol).
-
Paparan zat kimia beracun, seperti zat karbon tetraklorida.
-
Gangguan autoimun (hepatitis autoimun).
-
Penyakit kanker, baik yang berasal dari organ hati maupun kanker pada organ tubuh lain yang menyebar (metastasis) ke organ hati..
-
Penyalahgunaan NAPZA dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.
-
Fatty liver (perlemakan hati).
-
Infeksi parasit, misalnya schistosoma.
-
Sepsis.
-
Gangguan pembuluh darah di hati, seperti sindrom Budd-Chiari.
-
Intoleransi fruktosa.
-
Penumpukan zat besi berlebih di dalam tubuh.
-
Sindrom Reye.
-
Galaktosemia.
-
Cholangitis.
-
Mengonsumsi jamur liar yang beracun.
-
Oksalosis.
-
Defisiensi antitripsin alfa-1.
-
Defisiensi lipase asam lisosom (LAL-D).
-
Sindrom Alagille.
-
Adenoma hati.
Gejala Gagal Hati
Secara umum, gejala awal gagal hati cenderung ringan dan serupa dengan gejala gangguan sistem pencernaan lain, seperti nyeri perut bagian atas, mual, kehilangan nafsu makan, diare, dan lain-lain. Namun, saat kondisi sudah semakin memburuk, terdapat sejumlah gejala gagal hati yang perlu diwaspadai, antara lain:
-
Kulit terasa gatal akibat gangguan metabolisme bilirubin (zat pigmen kuning) di dalam tubuh.
-
Kelelahan yang luar biasa.
-
Urine berwarna gelap seperti teh.
-
Muntah darah.
-
BAB berdarah atau berwarna hitam.
-
Mudah mengalami memar atau perdarahan karena organ hati tidak mampu memproduksi zat pembeku darah.
-
Merasa kebingungan atau disorientasi.
-
Penurunan berat badan secara drastis.
-
Rambut rontok.
-
Asites (penumpukan cairan di perut).
-
Edema tungkai atau penumpukan cairan di kaki yang membuat kaki bengkak.
-
Telapak tangan memerah dan payudara membesar akibat penumpukan hormon estrogen di dalam tubuh.
-
Sulit tidur.
-
Bau napas yang manis atau apek.
-
Tidak sadarkan diri.
Komplikasi Gagal Hati
Jika tidak segera ditangani dengan tepat, gagal hati berisiko menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:
-
Mudah mengalami perdarahan.
-
Mudah terserang infeksi.
-
Gangguan metabolisme tubuh.
-
Ensefalopati hepatik.
-
Cerebral edema (pembengkakan otak).
Diagnosis Gagal Hati
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter dapat melakukan wawancara medis atau anamnesis untuk mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk mendeteksi gejala gagal hati yang dapat diidentifikasi secara fisik, seperti pembengkakan pada perut, kulit dan mata menguning, nyeri pada perut bagian atas, dan lain-lain.
Selain itu, sejumlah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis gagal hati adalah:
-
Fibroscan (transient elastrography), yaitu prosedur noninvasif yang memanfaatkan ultrasonografi untuk memeriksa tingkat kekakuan atau kekerasan organ hati.
-
Pemeriksaan fungsi hati dengan memeriksa sampel darah untuk menguji tingkat pembekuan darah dan mendeteksi kadar enzim serta protein yang diproduksi oleh hati seperti kadar bilirubin dan SGOT/SGPT.
-
Biopsi hati.
-
Analisis gas darah.
Pengobatan Gagal Hati
Apakah gagal hati bisa sembuh? Jika disebabkan oleh overdosis obat, gagal hati biasanya masih bisa disembuhkan dengan memberikan penawarnya. Namun, jika organ hati telah mengalami kerusakan yang cukup parah, seperti akibat sirosis, kondisi tersebut cenderung tidak bisa disembuhkan dan pengobatan yang dilakukan hanya untuk menyelamatkan bagian organ hati yang masih sehat.
Jika tidak memungkinkan, dokter dapat melakukan transplantasi hati apabila memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan minim efek samping.
Pada dasarnya, pengobatan gagal hati dilakukan untuk menjaga kestabilan kondisi tubuh pasien serta menangani penyebab yang mendasarinya. Adapun sejumlah metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani gagal hati adalah:
-
Konsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, contohnya seperti acetylcysteine untuk memulihkan kondisi gagal hati akut yang disebabkan oleh overdosis obat acetaminophen (paracetamol). Namun obat yang diberikan tentu saja tergantung pada penyebab, sehingga lain penyebab akan lain pula obat yang diberikan.
-
Perawatan suportif, seperti transfusi darah jika pasien mengalami perdarahan, pemberian infus untuk menjaga tekanan darah normal, pemberian obat pencahar untuk membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh, dan lain-lain.
Cara Mencegah Gagal Hati
Gagal hati adalah kondisi yang dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko yang dapat memicu berkembangnya penyakit liver. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya gagal hati adalah:
-
Melakukan vaksinasi hepatitis secara rutin.
-
Menghindari penggunaan barang pribadi bersama, seperti alat cukur dan sikat gigi.
-
Tidak berbagi jarum suntik atau menyalahgunakan NAPZA.
-
Melakukan praktek hubungan seksual yang aman, seperti menggunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan.
-
Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
-
Mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan dosis dan anjuran dokter.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Menggunakan alat pelindung diri dengan baik jika bekerja di lingkungan yang berisiko terpapar zat kimia beracun.
-
Membatasi konsumsi telur, keju, dan daging merah.
-
Menjaga tekanan darah dan kadar gula darah agar tetap normal.
-
Mengurangi konsumsi garam.
-
Mencuci tangan setelah dari toilet dan sebelum makan.
Apabila Anda menemukan gejala seperti ulasan di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat dari dokter kami. Untuk memudahkan, manfaatkan fitur Cari Dokter yang memungkinkan Anda dalam menemukan informasi jadwal serta reservasi pertemuan dengan dokter terkait.
Tersedia pula aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam mengakses semua layanan kesehatan dari Siloam Hospitals.Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hati Lengkap
Skrining Lite
10 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
SGPT (Fungsi Hati SGPT / ALT)
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
1 Service/Item
Rp62.100
TERPOPULER
SGOT / AST (Fungsi Hati SGPT)
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
1 Service/Item
Rp62.100
TERPOPULER
Fungsi Hati SGOT-SGPT
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
1 Service/Item
Rp123.300
TERPOPULER
Gamma GT (GGT) / Fungsi Hati Gamma GT
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
1 Service/Item
Rp88.200







