Penyebab Kencing Berdarah tapi Tidak Sakit saat Berkemih
Kesehatan Tubuh

Penyebab Kencing Berdarah tapi Tidak Sakit saat Berkemih

27 Februari 2026 4 menit waktu baca
kencing berdarah tapi tidak sakit

Penyebab kencing berdarah tapi tidak sakit saat berkemih bisa dikarenakan oleh berbagai faktor, mulai dari olahraga secara berlebihan hingga kondisi medis tertentu yang berbahaya. Oleh karena itu, meski tidak disertai dengan rasa nyeri, kondisi ini perlu diwaspadai dan mendapat perhatian lebih. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai penyebab kencing berdarah tapi tidak sakit dan kapan harus melakukan pemeriksaan ke dokter.

 

Penyebab Kencing Berdarah tapi Tidak Sakit

 

Kencing berdarah atau hematuria adalah kondisi medis yang ditandai dengan adanya darah dalam urine. Kondisi ini tidak selalu menimbulkan rasa sakit atau nyeri ketika berkemih, sehingga gangguan pada saluran kemih ini kerap dianggap sepele bagi sebagian orang. 

 

Penyebab kencing berdarah tapi tidak sakit saat berkemih dapat bervariasi, mulai dari hal umum seperti olahraga berlebihan, hingga masalah yang lebih serius seperti kanker. Meski tidak disertai dengan rasa nyeri saat berkemih, kondisi ini sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter untuk memastikan penyebabnya. Berikut uraian selengkapnya mengenai penyebab kencing berdarah tapi tidak sakit atau nyeri.

 

1. Olahraga Berlebihan

 

Tidak selalu disebabkan oleh masalah medis tertentu, olahraga secara berlebihan seperti lari jarak jauh dapat menyebabkan kencing berdarah tapi tidak sakit. Hematuria yang disebabkan oleh olahraga berlebihan biasanya tidak menimbulkan gejala lain. Adapun ciri khas utamanya adalah adanya darah dalam urine setelah beraktivitas fisik.

 

Sebuah studi berjudul Hematuria after Nocturnal Exercise of a Man: A Case Report (2021) menjelaskan bahwa hematuria akibat aktivitas fisik dapat terjadi pada individu yang mengonsumsi produk kesehatan tinggi fosfat. Kandungan fosfat dalam jumlah besar dapat membentuk kristal tidak beraturan di dalam urine. Saat berolahraga, getaran atau tekanan fisik dapat menyebabkan kristal tersebut menggores saluran kemih (uretra) sehingga memicu keluarnya darah dalam urine.

 

Apabila tidak ada trauma genital atau organ sistem kemih lainnya, serta darah di dalam urine menghilang dalam waktu 72 jam, pengobatan mungkin tidak diperlukan. Kendati demikian, sebaiknya tetap konsultasikan kondisi ini dengan dokter untuk memastikan penyebab yang mendasarinya.

 

2. Trauma

 

Trauma fisik, baik tumpul maupun tajam, dengan benturan langsung ke organ sistem urine (ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra) dapat menyebabkan hematuria. Tergantung dari jenis traumanya, gejala mungkin meliputi nyeri atau memar di panggul dan punggung.

 

Perawatan yang diberikan pada kondisi ini perlu disesuaikan dengan lokasi trauma. Jika trauma diduga berada di sistem ginjal, dokter akan melakukan CT scan dan tes darah. Apabila hasilnya telah ditemukan, dokter dapat mempertimbangkan salah satu dari dua pilihan perawatan berikut ini:

 

  • Perawatan nonbedah: Untuk trauma ringan, pasien disarankan untuk beristirahat di tempat tidur, menjalani pemeriksaan hematokrit dan hemoglobin, serta menjalani tes pencitraan ulang.

  • Perawatan bedah: Pilihan perawatan ini cukup jarang dilakukan, kecuali pada pasien dengan trauma ginjal parah, tanda vital tidak stabil, dan kehilangan banyak darah yang tidak merespons upaya resusitasi trauma.

 

3. Angiomyolipoma

 

Angiomyolipoma adalah pertumbuhan tumor yang bersifat nonkanker di ginjal. Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya darah dalam urine dan beberapa gejala lain, seperti:

 

  • Tumbuhnya massa (benjolan) di perut.

  • Infeksi saluran kemih (ISK).

  • Anemia.

  • Fungsi ginjal yang buruk.

  • Syok.

  • Nyeri pinggang (nyeri di bagian tengah punggung di bawah tulang rusuk).

 

Adapun pengobatan untuk angiomyolipoma akan disesuaikan dengan ukuran dan jenis tumor. Dokter bisa memilih metode embolisasi untuk menangani angiomyolipoma. Embolisasi adalah perawatan dengan menggunakan partikel untuk menyumbat pembuluh darah dan menghentikan aliran darah ke sel-sel tumor tersebut.

 

4. Penyakit yang Berkaitan dengan Ginjal

 

Salah satu kondisi yang cukup berpotensi untuk menyebabkan kencing berdarah tapi tidak sakit atau nyeri saat berkemih adalah gangguan pada ginjal. Beberapa jenis penyakit yang berkaitan dengan ginjal dan bisa menjadi penyebab hematuria di antaranya:

 

  • Infeksi saluran kemih (ISK): ISK biasanya ditandai dengan nyeri perut bagian bawah, sering buang air kecil, dan rasa terbakar saat buang air kecil.

  • Batu ginjal: Batu ginjal sering dikaitkan dengan rasa nyeri, terutama di punggung, disertai rasa mual dan/atau muntah, dan demam atau menggigil.

  • Penyakit keturunan: Penyakit keturunan tertentu seperti penyakit ginjal polikistik atau sindrom Alport dapat menyebabkan hematuria. Penyakit ginjal polikistik ditandai dengan tekanan darah tinggi, nyeri punggung, dan infeksi kandung kemih. Sementara itu, sindrom Alport ditandai dengan hipertensi yang disertai pembengkakan di pergelangan kaki, tungkai, telapak kaki, dan di sekitar mata.

 

Pengobatan untuk masing-masing penyakit tersebut berbeda. Berikut penjelasannya:

 

  • Infeksi saluran kemih (ISK): Diobati dengan antibiotik jangka pendek (3–7 hari) serta obat antinyeri. 

  • Batu ginjal: Pasien direkomendasikan untuk menambah asupan cairan guna membantu mengeluarkan batu dari ginjal ke kandung kemih. Dokter juga meresepkan obat untuk membantu mengeluarkan batu dan mengelola gejala, seperti mual dan nyeri.

  • Penyakit keturunan: Penyakit keturunan tidak dapat disembuhkan, namun dapat dilakukan perawatan yang difokuskan pada pengelolaan gejala.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tidak semua hematuria bersifat ringan, terlebih jika kencing berdarah terjadi berulang atau tanpa penyebab yang jelas. Mulailah waspada jika kencing berdarah tidak menghilang dalam 3 hari dan disertai dengan gejala lain.

 

Informasi di atas bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis dari dokter. Hematuria yang tidak disertai rasa nyeri mungkin saja terjadi karena beberapa faktor lainnya yang tidak disebutkan pada artikel ini. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami kondisi kencing berdarah, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Very Well Health. What Can Cause Blood in Urine With No Pain?. Diakses pada 2025 | Medical News Today. What can cause blood in urine with no pain?. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic Journal of Medicine. Hematuria: An algorithmic approach to finding the cause. Diakses pada 2025 |

message

ArticleDetail