Jangan Abaikan! Akantosis Nigrikans Bisa Jadi ‘Kode’ Diabetes
Kesehatan Tubuh

Jangan Abaikan! Akantosis Nigrikans Bisa Jadi ‘Kode’ Diabetes

29 Mei 2025 4 menit waktu baca
Akantosis nigrikans

 

Akantosis nigrikans (acanthosis nigricans) merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya area berwarna lebih gelap, menebal, dan terkadang terasa kasar pada bagian tubuh tertentu. Meski tampak seperti masalah kulit biasa, kondisi ini sering kali menjadi indikator awal dari gangguan kesehatan yang lebih serius, salah satunya adalah diabetes melitus.

 

Pada penderita diabetes mellitus, terutama tipe 2, akantosis nigrikans kerap muncul akibat resistensi insulin yang terjadi di dalam tubuh. Oleh karenanya, tanda-tanda acanthosis nigricans sebaiknya tidak diabaikan. Mari pahami penjelasan selengkapnya mengenai akantosis nigrikan melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Akantosis Nigrikans?

 

Akantosis nigrikans

Sumber: NHS

 

Akantosis nigrikans adalah kelainan kulit yang menyebabkan timbulnya bintik-bintik berwarna cokelat muda hingga hitam. Kondisi ini bisa terjadi pada orang sehat, namun tak menutup kemungkinan juga menjadi tanda adanya kondisi medis yang mendasarinya, seperti diabetes tipe mellitus 2.

 

Akantosis nigrikans mungkin terlihat seperti bercak atau noda yang menempel di kulit. Namun, bercak tersebut tidak akan hilang meski dibersihkan dengan air dan sabun. Kulit yang menghitam pada kondisi ini biasanya terjadi di ketiak, selangkangan, dan leher. Selain bisa menandakan diabetes mellitus, acanthosis nigricans sering kali juga terjadi pada pengidap obesitas.

 

Penyebab Akantosis Nigrikans

 

Adapun beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya akantosis nigrikans adalah sebagai berikut:

 

  • Resistensi insulin: Kebanyakan orang yang mengalami acanthosis nigricans juga resisten terhadap insulin. Insulin sendiri merupakan hormon yang dilepaskan oleh pankreas untuk memproses gula atau glukosa. Resisten insulin juga berkaitan erat dengan diabetes mellitus tipe 2.

  • Obat-obatan dan suplemen tertentu: Beberapa jenis obat, seperti niasin dosis tinggi, pil KB, prednison, dan jenis steroid lainnya, diketahui bisa menyebabkan acanthosis nigricans.

  • Kanker: Akantosis nigrikans juga bisa disebabkan oleh beberapa jenis kanker, seperti limfoma, kanker lambung, kanker usus besar, dan kanker hati. Akantosis nigrikans yang disebabkan oleh kanker biasanya berkembang dengan cepat.

  • Genetika: Akantosis nigrikans bisa terjadi jika terdapat keluarga yang memiliki kondisi serupa.

  • Penyakit bawaan: Terlahir dengan kondisi acanthosis nigricans.

 

Gejala Akantosis Nigrikans

 

Secara umum, beberapa gejala akantosis nigrikans adalah sebagai berikut:

 

  • Bercak-bercak kulit berwarna cokelat atau hitam.

  • Kulit bersisik.

  • Gatal-gatal di area yang terdampak.

  • Bercak-bercak kulit berbau tidak sedap.

 

Gejala acanthosis nigricans biasanya muncul secara perlahan, selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahan. Bila menyadari gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat lebih dini. Dengan begitu, kondisi yang mendasarinya lebih cepat mendapatkan penanganan.

 

Diagnosis Akantosis Nigrikans

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriskaan fisik secara menyeluruh. Sering kali, dokter sudah bisa mendiagnosis acanthosis nigricans sampai tahap pemeriksaan ini. Namun, jika diperlukan tes tambahan, dokter biasanya meminta pasien menjalani:

 

  • Tes darah, untuk membantu mengonfirmasi atau menyingkirkan kondisi yang mendasarinya, seperti diabetes.

  • Biopsi kulit (pengambilan sampel jaringan kulit).

 

Pengobatan Akantosis Nigrikans 

 

Tidak ada pengobatan khusus untuk akantosis nigrikans. Namun, dokter biasanya merekomendasikan pengobatan untuk mengurangi rasa nyeri, gatal, atau bau yang tidak sedap. Pengobatan ini dapat berupa:

 

  • Obat oles keratolitik, seperti retinoid topikal atau podofilin.

  • Perawatan untuk tampilan kosmetik seperti terapi laser, dermabrasi, atau chemical peeling.

 

Selain itu, dokter juga akan mengobati penyebab yang mendasarinya (jika ada). Pengobatan ini mungkin berupa:

 

  • Penurunan berat badan jika disebabkan oleh obesitas. Pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi mengenai rencana diet yang tepat. Upaya ini juga dapat membantu mengurangi kadar insulin.

  • Menghentikan obat-obatan atau suplemen yang dicurigai sebagai penyebab akantosis nigrikans. 

  • Operasi jika akantosis nigrikans dipicu oleh kanker. Operasi untuk mengangkat tumor/kanker biasanya dapat menghilangkan gejala-gejala pada kulit.

 

Pencegahan Akantosis Nigrikans

 

Untuk mencegah acanthosis nigricans yang disebabkan oleh obesitas, penderita disarankan untuk memanajemen berat badan. Sementara itu, untuk mencegah acanthosis nigricans akibat diabetes mellitus, dianjurkan menerapkan pola makan sehat untuk membantu menjaga kadar gula darah (insulin) tetap terkendali. Langkah pencegahan lainnya adalah:

 

  • Mengatasi kondisi medis yang berkaitan dengan akantosis nigrikans lebih awal.

  • Menghindari obat-obatan, seperti pil KB, yang bisa menyebabkan atau memperburuk akantosis nigrikans.

 

Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi akantosis nigrikans. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Sebagai langkah pengendalian diabetes, Siloam Hospitals juga menyediakan Paket Cek Diabetes yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Sumber

StatPearls Publishing. Acanthosis Nigricans. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Acanthosis Nigricans. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Acanthosis nigricans. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail