Amaurosis Fugax Bisa Picu Penglihatan Kabur dan Hilang Sementara, Jangan Abaikan!
Kesehatan Tubuh

Amaurosis Fugax Bisa Picu Penglihatan Kabur dan Hilang Sementara, Jangan Abaikan!

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
Amaurosis fugax

 

Amaurosis fugax adalah kondisi hilangnya penglihatan secara tiba-tiba dan sementara tanpa disertai rasa nyeri pada salah satu atau kedua mata akibat berkurangnya aliran darah menuju retina. Umumnya, kondisi ini bukan merupakan penyakit tersendiri, melainkan merupakan salah satu gejala dari penyakit tertentu. Untuk memahami lebih lanjut tentang amaurosis fugax melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Amaurosis Fugax?

 

Seperti yang sudah disebutkan, amaurosis fugax adalah kondisi hilangnya penglihatan (buta) dalam waktu yang singkat secara tiba-tiba tanpa adanya rasa nyeri pada mata akibat berkurangnya aliran darah menuju retina. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu (monokuler) atau kedua mata (binokuler).

 

Sebagai informasi, retina adalah lapisan jaringan yang terletak di bagian belakang mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal listrik, lalu mengirimnya ke otak melalui saraf optik untuk diproses menjadi gambar. Meski sifatnya sementara, amaurosis fugax adalah kondisi yang termasuk ke dalam kegawatdaruratan medis karena menyebabkan kehilangan penglihatan secara tiba-tiba sehingga memerlukan penanganan segera.

 

Penyebab Amaurosis Fugax

 

Amaurosis fugax bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu kondisi yang terjadi akibat penyakit atau gangguan tertentu. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai hal, salah satunya karena adanya gumpalan darah, plak di pembuluh darah arteri yang terlepas dari lokasi asalnya, dan inflamasi atau peradangan pada saraf optik. 

 

Amaurosis fugax juga berisiko terjadi akibat penyempitan mendadak di pembuluh darah otak, terutama pada pasien yang berusia lebih dari 50 tahun atau mereka yang memiliki faktor risiko terjadinya stroke.

 

Gumpalan darah atau plak biasanya berasal atau berpindah dari pembuluh darah arteri yang lebih besar seperti pembuluh darah arteri karotis di leher atau arteri di jantung, ke pembuluh darah arteri di mata. Adapun plak adalah zat keras yang terbentuk dari kolesterol, lemak, dan zat lainnya yang menumpuk di dinding pembuluh darah arteri. Penumpukan plak tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:

 

  • Penyakit jantung, terutama gangguan irama jantung (aritmia).

  • Penyalahgunaan alkohol.

  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau NAPZA.

  • Diabetes.

  • Riwayat keluarga dengan stroke.

  • Hipertensi.

  • Bertambahnya usia.

  • Kolesterol tinggi.

  • Kebiasaan merokok.

 

Sementara itu, beberapa kondisi medis lainnya yang juga dapat menyebabkan amaurosis fugax adalah sebagai berikut:

 

  • Gangguan pada mata, seperti peradangan pada saraf optik (neuritis optik).

  • Polisitemia vera.

  • Penyakit yang menyerang pembuluh darah, seperti poliarteritis nodosa (peradangan pada pembuluh darah arteri).

  • Migrain.

  • Cedera kepala.

  • Tumor otak.

  • Multiple sclerosis (MS).

  • Lupus.

  • Stenosis arteri karotis.

  • Cedera otak traumatik (traumatic brain injury).

  • Riwayat mengalami transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan sebelumnya.

 

Gejala Amaurosis Fugax

 

Gejala utama amaurosis fugax adalah gangguan penglihatan secara tiba-tiba dan sementara yang tidak disertai dengan rasa nyeri. Gangguan penglihatan yang mungkin dapat terjadi meliputi:

 

  • Penglihatan kabur.

  • Penglihatan berbayang di sebagian lapang penglihatan.

  • Penglihatan menjadi gelap total. 

  • Terdapat sensasi seperti ada tirai yang jatuh dari atas mata ke bawah atau seolah-olah ada seseorang yang menarik tirai di mata dari satu sisi ke sisi lainnya.

 

Gejala tersebut dapat berlangsung singkat (selama beberapa detik hingga menit) dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun pada beberapa orang, kondisi ini mungkin dapat terjadi lebih dari sekali. Pada sebagian besar kasus, amaurosis fugax bisa menjadi tanda peringatan dari kemungkinan datangnya stroke, terutama bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko stroke. 

 

Kemudian, amaurosis fugax juga dapat menandakan terjadinya transient ischemic attack (TIA) atau stroke tahap awal. Jika amaurosis fugax terjadi dengan TIA, maka beberapa gejala lain yang menyertainya adalah:

 

  • Sulit berbicara.

  • Kelemahan secara tiba-tiba pada salah satu sisi tubuh.

  • Salah satu sisi wajah terkulai.

 

Diagnosis Amaurosis Fugax

 

Guna menegakkan diagnosis amaurosis fugax, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat medis pasien beserta keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan mata. Selain itu, dokter mungkin juga akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Pemeriksaan darah, termasuk hitung darah lengkap (complete blood count), kadar gula darah, kadar kolesterol, dan waktu pembekuan darah.

  • Tes pencitraan sistem pembuluh darah, termasuk USG, MRI, atau CT scan.

  • Elektrokardiogram.

  • Pemeriksaan monitor Holter.

  • Pemeriksaan C-reactive protein.

  • Pemeriksaan laju endap darah.

 

Pengobatan Amaurosis Fugax 

 

Pengobatan amaurosis fugax akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Beberapa contoh obat yang biasanya diberikan pada penderita amaurosis fugax, yaitu: 

 

  • Obat pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin untuk menurunkan risiko stroke.

  • Obat antihipertensi, seperti ACE inhibitor, untuk menurunkan tekanan darah.

  • Obat ergotamine dan triptan, untuk mengatasi migrain.

  • Jika sebagian besar pembuluh darah arteri karotis tampak tersumbat, maka operasi endarterektomi karotis dapat dilakukan untuk menghilangkan penyumbatan.

 

Pencegahan Amaurosis Fugax

 

Beberapa cara atau modifikasi gaya hidup yang perlu dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko terjadinya amaurosis fugax dan stroke, di antaranya:

 

  • Menghindari konsumsi makanan berlemak dan menjalani diet rendah lemak, rendah gula, dan rendah garam yang sehat.

  • Berolahraga secara teratur, setidaknya 30 menit sehari jika tidak overweight dan 60–90 menit per hari bila overweight.

  • Mengikuti rencana pengobatan dokter bagi penderita penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, atau kolesterol tinggi.

  • Melakukan kunjungan rutin ke dokter untuk memeriksa kesehatan jantung dan pembuluh darah arteri karotis.

  • Menghentikan kebiasaan merokok.

  • Memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.

  • Menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang.

  • Mengontrol tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar gula darah agar tidak melebihi batas normal.

  • Mengurangi atau menghentikan kebiasaan minum minuman beralkohol.

 

Perlu dipahami bahwa penyebab, tanda, serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik hanya mewakili kondisi amaurosis fugax saja. Dengan kata lain, tanda dan gejala yang disebutkan mungkin dapat terjadi pada kondisi medis lainnya sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Medline Plus. Amaurosis fugax. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Amaurosis Fugax. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Amaurosis Fugax. Diakses pada 2024 | Asia-Pacific journal of ophthalmology. Current Guidelines on Management of Amaurosis Fugax and Transient Ischemic Attacks. Diakses pada 2024 | Eye Net. Retinal TIAs: A Medical Emergency. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail