Kesehatan Tubuh
Anemia Hemolitik: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Table of Contents
Anemia hemolitik adalah salah satu jenis anemia yang disebabkan oleh proses penghancuran sel darah merah yang lebih cepat dari jangka waktu seharusnya. Kondisi ini dapat memicu masalah kesehatan jantung, seperti aritmia hingga gagal jantung.
Anemia hemolitik bisa disebabkan oleh beberapa faktor, namun sebagian besar diturunkan dari orang tua. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini untuk tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati anemia hemolitik.
Apa itu Anemia Hemolitik?
Anemia hemolitik adalah salah satu jenis anemia yang terjadi akibat sel darah merah hancur atau mati lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Kondisi ini pun menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah sehat.
Perlu diketahui, kurangnya sel darah merah dalam tubuh dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan seperti rasa nyeri, aritmia (denyut jantung tidak teratur), pembesaran jantung, bahkan gagal jantung.
Tak hanya itu, sel darah merah yang seharusnya bertugas menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh pun tidak dapat bekerja secara maksimal karena jumlahnya yang rendah. Di mana hal ini akan memengaruhi suplai oksigen yang dapat membuat penderita anemia hemolitik menjadi lebih mudah merasa lelah.
Penyebab Anemia Hemolitik
Secara umum, penyebab anemia hemolitik adalah hancurnya sel darah merah yang lebih cepat dari waktu seharusnya. Normalnya sel darah merah akan hancur dalam 120 hari setelah diproduksi.
Berdasarkan penyebabnya, anemia hemolitik bisa dibagi menjadi anemia hemolitik keturunan, yang tidak diturunkan, dan efek samping obat-obatan. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Anemia Hemolitik Keturunan (Genetik)
Anemia hemolitik yang disebabkan oleh genetik sering kali berhubungan dengan masalah membran sel, hemoglobin, atau enzim yang menjaga sel darah merah sehat.
Penyebab paling sering dari jenis anemia ini adalah kelainan gen yang mengendalikan produksi darah merah. Di mana, pada penderita anemia hemolitik, kumpulan sel darah merah yang melewati aliran darah memiliki bentuk abnormal, rapuh, dan rusak.
Adapun jenis-jenis dari anemia hemolitik adalah:
- Thalasemia
- Anemia sel sabit
- Defisiensi piruvat kinase
- Spherocytosis herediter
- Elliptocytosis herediter (ovalocytosis)
- Defisiensi Glukosa-6-Fosfat Dehidrogenase (G6PD)
2. Anemia Hemolitik yang Tidak Diturunkan
Penyakit ini juga bisa berkembang tanpa faktor genetik. Sel darah merah yang awalnya normal dan sehat dapat berubah akibat adanya penyakit atau faktor lain yang menghancurkannya. Beberapa jenis anemia hemolitik yang tidak diturunkan adalah sebagai berikut:
- Alloimmune Hemolytic Anemia (AHA)
- Autoimmune Hemolytic Anemia (AIHA)
3. Anemia Hemolitik Akibat Obat-obatan
Penyebab anemia hemolitik juga bisa dari efek samping obat-obatan. Kondisi ini dapat terjadi apabila suatu obat memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel darah merah sendiri. Anemia hemolitik akibat efek samping obat di antaranya adalah:
- Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria (PNH)
- Mechanical Hemolytic Anemia
Faktor Risiko Anemia Hemolitik
Tahukah Anda bahwa faktor utama dari penyebab anemia hemolitik adalah genetik atau keturunan? Pasien anemia hemolitik akibat genetik memiliki kecacatan gen yang mengatur produksi sel-sel darah merah. Kecacatan gen tersebut dapat diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua. Gen cacat ini bisa berupa membran sel, hemoglobin, atau enzim penjaga sel darah merah yang sehat.
Namun, selain dari keturunan, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko anemia hemolitik adalah:
- Infeksi
- Hipersplenisme
- Autoimun (gangguan pada sistem imun)
- Reaksi terhadap transfusi darah
- Efek samping obat-obatan
Gejala Anemia Hemolitik
Gejala anemia pada dasarnya berbeda-beda tergantung dari jenisnya. Sementara, gejala yang sering dirasakan oleh pengidap anemia hemolitik adalah sebagai berikut:
Nyeri pada Perut Bagian Atas
Pemecahan sel darah merah dapat meningkatkan kadar bilirubin dan kolesterol sehingga berpotensi membentuk batu di kantung empedu. Kemunculan batu empedu itulah yang membuat perut terasa nyeri.
Rasa nyeri pada perut bisa juga dipicu oleh pembesaran limpa. Limpa adalah organ di dalam perut yang berfungsi menyaring sel darah merah tua atau rusak.
Muncul Penyakit Kuning (Kulit dan Mata Berubah Kekuningan)
Penyebab penyakit kuning pada pengidap anemia hemolitik dikarenakan kurangnya sel darah merah yang baru, sedangkan sel darah merah tua akan melepaskan hemoglobin dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan kadar hemoglobin dalam darah menjadi lebih tinggi. Hemoglobin kemudian dipecah menjadi bilirubin yang menyebabkan kekuningan pada kulit dan mata.
Nyeri pada Kaki atau Ulkus Kaki
Salah satu jenis anemia hemolitik adalah anemia sel sabit. Anemia sel sabit menyebabkan bentuk abnormal pada sel darah merah, sel darah merah ini dapat menyumbat pembuluh darah dan aliran darah. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan luka pada kaki dan rasa nyeri di seluruh tubuh.
Pengobatan Anemia Hemolitik
Pemberian pengobatan anemia hemolitik tergantung dari penyebab, kondisi pasien, tingkat keparahan, dan respon pasien terhadap obat. Beberapa pilihan pengobatan untuk pasien anemia hemolitik adalah:
- Pemberian suplemen asam folat dan suplemen zat besi.
- Pemberian imunoglobulin intravena (IV Ig).
- Pemberian obat imunosupresan, berfungsi menekan sistem kekebalan tubuh supaya sel darah merah tidak mudah hancur/mati.
- Transfusi darah untuk menambah jumlah sel darah merah pada pasien.
Pencegahan Anemia Hemolitik
Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan anemia hemolitik adalah:
- Menghindari obat-obatan yang memicu efek samping anemia hemolitik.
- Menghindari konsumsi makanan yang belum matang, terlebih masih mentah.
- Membatasi minuman berkafein.
- Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.
- Memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala.
Itulah informasi mengenai anemia hemolitik yang perlu Anda ketahui. Anemia hemolitik yang disebabkan oleh faktor keturunan dari keluarga memang tidak dapat dicegah. Namun, kondisi ini dapat ditangani melalui beberapa pilihan pengobatan bersama dokter. Oleh karena itu, kunjungi Siloam Hospitals untuk memperoleh penanganan anemia hemolitik yang tepat.
Anda juga dapat melakukan pemeriksaan secara rutin di Siloam Hospitals sebagai bentuk pencegahan dini. Kami menyediakan berbagai paket medical check up yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Segera pesan paketnya melalui aplikasi MySiloam atau dengan menghubungi call center kami di 1-500-181. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Basic
Penawaran Spesial, Skrining Lite
11 Service/Item
Rp649.000
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Mini
Skrining Lite
7 Service/Item
Rp449.000




