Kesehatan Tubuh
Mata Malas dan Juling? Bisa Jadi Gejala Anisometropia yang Perlu Ditangani

Table of Contents
Anisometropia adalah kondisi ketika kekuatan refraksi interokular tidak simetris (asimetri) atau adanya perbedaan kemampuan penglihatan pada satu mata dibandingkan dengan mata lainnya. Kondisi ini biasanya diikuti dengan gejala pusing dan sakit kepala. Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk menangani anisometropia? Mari temukan jawabannya melalui pembahasan di bawah ini.
Apa itu Anisometropia?
Anisometropia adalah gangguan pada mata yang ditandai ketika kemampuan penglihatan pada satu mata lebih buruk daripada yang lain. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan refraktif atau ketidakmampuan mata untuk memfokuskan cahaya pada retina sehingga pandangan terlihat kabur.
Anisometropia didefinisikan dengan perbedaan kekuatan refraksi antara kedua mata sebesar 1 dioptri atau lebih. Terdapat enam jenis anisometropia, yaitu:
-
Anisometropia sederhana: Penglihatan satu mata normal, sedangkan yang lainnya mengalami rabun jauh (miopi) atau rabun dekat (hipermetropi).
-
Anisometropia majemuk: Kedua mata mengalami masalah penglihatan, namun salah satu di antaranya lebih buruk. Misalnya, kedua mata terdiagnosis rabun jauh, namun salah satunya jauh lebih rabun dari yang lain.
-
Anisometropia campuran: Salah satu mata mengalami rabun jauh dan mata lainnya mengalami rabun dekat. Sebutan lainnya adalah antimetropia.
-
Anisometropia astigmatis sederhana: Jenis anisometropia yang melibatkan astigmatisme (mata silinder) dan diakibatkan oleh bentuk mata. Bentuk mata seperti bagian belakang sendok sehingga menyebabkan pembiasan cahaya yang tidak merata. Kondisi ini ditandai dengan penglihatan satu mata normal dan mata lainnya mengalami astigmatisme serta rabun jauh atau rabun dekat.
-
Anisometropia astigmatis majemuk: Kedua mata memiliki astigmatisme, namun satu mata membutuhkan koreksi lebih banyak. Penderitanya juga mengalami rabun jauh atau rabun dekat.
-
Anisometropia astigmatis campuran: Kedua mata memiliki astigmatisme. Akan tetapi, satu mata mengalami rabun jauh dan mata lainnya mengalami rabun dekat.
Penyebab Anisometropia
Perubahan kekuatan lensa mata dan katarak merupakan faktor penyebab anisometropia pada kelompok usia lanjut. Sementara itu, anisometropia pada bayi dan anak umumnya dikaitkan dengan perbedaan panjang aksial atau panjang sumbu bola mata kanan dan kiri. Pemanjangan aksial ini sering kali dikaitkan dengan kondisi yang mengganggu penglihatan, seperti turunnya kelopak mata bagian atas (ptosis), katarak kongenital, atau kelainan retina pada kondisi kelahiran prematur.
Pada kasus tanpa kelainan struktural yang jelas, mekanisme refraktif lain yang belum sepenuhnya dipahami dapat memengaruhi perkembangan anisometropia. Sejauh ini, anisometropia diduga disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik yang memengaruhi kemampuan penglihatan.
Gejala Anisometropia
Anisometropia dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak. Gangguan penglihatan ini bisa menyebabkan mata malas (ambliopia) dan mata juling (strabismus). Penderita anak sering kali tidak mengatakan bahwa salah satu mata mereka tidak bisa melihat dengan baik. Maka dari itu, banyak orang tua melewatkan gejala anisometropia kecuali jika mata anak terlihat juling.
Diagnosis anisometropia bisa ditegakkan apabila penderitanya menjalani pemeriksaan mata. Perbedaan gangguan refraktif yang tidak signifikan di antara dua mata umumnya jarang menyebabkan masalah. Namun, anisometropia dalam jangka panjang dapat menimbulkan gejala, seperti:
-
Penglihatan kabur.
-
Penglihatan ganda.
-
Pusing.
-
Sakit kepala.
-
Nyeri atau rasa tidak nyaman pada mata.
-
Persepsi kedalaman yang buruk.
Diagnosis Anisometropia
Dokter spesialis mata akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui riwayat medis penderita dan anggota keluarganya yang mungkin berkaitan dengan anisometropia. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh untuk memastikan seberapa baik kemampuan penglihatan penderita.
Penanganan Anisometropia
Metode tata laksana terkini untuk anisometropia adalah dengan memperbaiki atau mengoreksi penglihatan melalui kacamata, lensa kontak, atau pembedahan. Beberapa prosedur pembedahan, seperti pembedahan refraktif kornea dan keratotomi radial, dapat menjadi pertimbangan.
Adapun contoh prosedur pembedahan refraktif kornea yang umum adalah laser in situ keratomileusis (LASIK), keratektomi fotorefraktif (photorefractive keratectomy/PRK), dan laser‐assisted subepithelial keratectomy (LASEK). Teknik pembedahan ini bertujuan untuk memperbaiki kelengkungan kornea.
Apabila penderita didiagnosis dengan ambliopia atau mata malas, dokter bisa merekomendasikan penanganan dengan menstimulasi penggunaan mata yang lebih lemah melalui metode berikut:
-
Menutup mata yang lebih kuat dengan memberikan eye patch.
-
Menggunakan kacamata berfilter untuk menghalangi penglihatan mata yang lebih kuat.
-
Menggunakan obat tetes mata untuk mengaburkan penglihatan mata yang lebih kuat.
Penting untuk diingat bahwa beberapa gejala yang disebutkan di atas juga dapat merujuk pada kondisi medis lainnya. Oleh karenanya, apabila Anda mengalami keluhan serupa, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi pengobatan yang tepat.
Dokter akan memastikan setiap pasien melalui prosedur pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisinya. Tahapan diagnosis dan pengobatan untuk penderita anisometropia pun akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga langkah-langkahnya pun bisa berbeda-beda.
Untuk mempermudah konsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur-fitur kesehatan yang dapat membantu Anda mengetahui jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk memanfaatkan fitur-fitur kesehatannya guna memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
National Library of Medicine. Anisometropia. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Anisometropia. Diakses pada 2024 | American Academy of Ophthalmology. Amblyopia: What Is Lazy Eye?. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Laser‐assisted subepithelial keratectomy (LASEK) versus laser‐assisted in‐situ keratomileusis (LASIK) for correcting myopia. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini






