Bisul (Furunkel) - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Bisul (Furunkel) - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

26 November 2025 4 menit waktu baca
bisul adalah

Table of Contents

Bisul adalah kondisi ketika kulit mengalami peradangan, yang biasanya ditandai dengan benjolan merah berisi nanah dan terasa nyeri. Peradangan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri pada folikel rambut (yang menjadi tempat tumbuhnya rambut).

 

Sebagai informasi, bisul dapat muncul di berbagai bagian tubuh, namun paling sering muncul di kaki, tangan, leher, ketiak, dan terkadang di area kemaluan. Mari simak lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan cara mengobati bisul melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Bisul?

 

Bisul atau furunkel adalah peradangan pada folikel rambut yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Mulanya, infeksi menimbulkan benjolan dan kemerahan pada kulit. Setelah 4-7 hari, benjolan tersebut akan terisi oleh nanah dan terasa nyeri.

 

Bisul umumnya terjadi pada area kulit yang ditumbuhi rambut, sering bergesekan, dan berkeringat, seperti paha, bokong, wajah, leher, dan ketiak. Namun, bisul tetap berpotensi muncul di area permukaan kulit lainnya.

 

Jenis penyakit kulit ini dapat menyerang semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Akan tetapi, seseorang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita diabetes atau gagal ginjal, lebih rentan mengalami bisul.

 

Penyebab Bisul

 

Penyebab bisul adalah infeksi bakteri S. aureus pada folikel rambut. Jenis bakteri ini sering ditemukan pada kulit dan lapisan dalam hidung, namun tidak menimbulkan gangguan apapun. Bakteri ini akan menginfeksi jika terdapat luka gores atau gigitan serangga pada kulit.

 

Beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang terkena bisul adalah sebagai berikut:

 

  • Terpapar senyawa kimia beracun yang berpotensi mengiritasi kulit.
  • Kebutuhan nutrisi tubuh tidak terpenuhi.
  • Obesitas.
  • Kurang menjaga kebersihan, baik pada diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah atau menderita penyakit autoimun.
  • Menjalani kemoterapi.
  • Kontak langsung dengan penderita bisul.
  • Mengalami masalah kulit, seperti eksim dan scabies.
  • Memiliki infeksi luka.
  • Sering menggunakan pakaian ketat.

 

Ada pula yang menyebutkan bahwa mengonsumsi telur berlebihan dapat menjadi penyebab bisul. Hal ini dikarenakan adanya kandungan progesteron di dalam kuning telur. Hormon progesteron yang tinggi dapat menjadi salah satu faktor pemicu terbentuknya bisul. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

 

Gejala Bisul

 

Gejala awal bisul adalah munculnya ruam pada kulit yang terasa nyeri ketika disentuh. Ruam tersebut akan membentuk benjolan kecil yang keras dan berisi nanah. Benjolan ini mulanya berukuran kecil, namun bisa membesar hingga 5 cm. Rasa nyeri yang ditimbulkan pun akan bertambah seiring membesarnya ukuran bisul.

 

Normalnya, bisul hanya berupa satu benjolan. Apabila benjolan tersebut timbul dalam jumlah yang banyak, maka kondisi ini termasuk dalam jenis bisul karbunkel atau sabut yang menandakan adanya infeksi serius yang mungkin disertai dengan gejala demam. Kondisi ini sering terjadi pada lansia dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

 

Diagnosis Bisul

 

Bisul adalah penyakit kulit yang dapat dikenali dengan mudah. Meski begitu, dokter tetap perlu melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk bisa menegakkan diagnosis.

 

Apabila pemeriksaan lanjutan dibutuhkan, dokter akan mengambil sampel bisul dan darah untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini dilakukan apabila pasien mengalami gejala seperti:

 

  • Bisul tak kunjung membaik atau kambuh kembali meskipun telah dilakukan penanganan sebelumnya.
  • Penderita memiliki sistem imun lemah atau menderita kondisi tertentu, seperti diabetes.
  • Timbul dalam jumlah banyak dan mengumpul (karbunkel).

 

Dokter juga akan melakukan tes kultur bakteri untuk mengetahui jenis antibiotik yang sesuai dengan kondisi pasien untuk mengobati bisulan. Tes ini dibutuhkan karena beberapa bakteri penyebab bisul resisten terhadap antibiotik tertentu.

 

Cara Mengobati Bisul

 

Pengobatan bisul dapat dilakukan secara mandiri di rumah atau melalui perawatan medis khusus, tergantung dari tingkat keparahannya. Apabila bisul berukuran kecil, maka Anda cukup melakukan perawatan di rumah.

 

Perawatan mandiri untuk menangani bisul dapat dilakukan dengan mengompres bisul menggunakan kain bersih rendaman air hangat selama 10 menit. Upaya ini dapat mengurangi rasa nyeri sekaligus membantu keluarnya nanah dari bisul. Jangan lupa mencuci tangan dengan bersih sebelum dan sesudah Anda menyentuh benjolan. Penyembuhan bisul juga dapat dibantu dengan perubahan gaya hidup saat di rumah, seperti:

 

  • Mengurangi aktivitas fisik yang menyebabkan keringat hingga infeksi sembuh sepenuhnya.
  • Rutin mengompres bisul dengan kain bersih yang direndam air hangat.
  • Hindari memencet benjolan bisul karena dapat menyebarkan infeksi ke area sekitarnya.

 

Sementara itu, bisul yang berukuran besar biasanya membutuhkan perawatan khusus untuk mengeluarkan nanahnya, yakni melalui proses aspirasi. Dokter juga akan memberikan resep obat-obatan, seperti benzocaine, mupirocin, dan gentamicin. Jenis obat-obatan ini tersedia dalam bentuk salep dan penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter.

 

Cara Mencegah Bisul

 

Sejumlah upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya bisul adalah:

 

  • Membersihkan kulit secara rutin dengan sabun antibakteri.
  • Membersihkan luka gores, luka terbuka, dan gigitan serangga dengan antiseptik.
  • Menutup luka dengan perban guna menghindari infeksi.
  • Menggunakan pencukur rambut yang steril.


Apabila Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan bisul atau masalah kulit lainnya, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan penanganan dengan tepat. Untuk membuat janji temu secara lebih mudah dengan dokter terkait, Anda dapat manfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail