Apa itu Bullying Verbal? Pahami Dampak dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Mental

Apa itu Bullying Verbal? Pahami Dampak dan Cara Mengatasinya

22 Oktober 2025 3 menit waktu baca
apa itu bullying verbal

Bullying verbal adalah salah satu bentuk bullying yang dilakukan secara lisan. Tindakan penindasan ini tidak meninggalkan bekas luka secara fisik, namun berdampak serius pada kesehatan mental korban bullying itu sendiri.

 

Seperti yang sudah diketahui, bullying adalah tindakan penindasan yang menargetkan individu yang dianggap lebih lemah dari pelakunya. Dalam kasus bullying verbal, pelaku bullying tidak segan untuk mengintimidasi, melecehkan, serta menyakiti korban dengan kata-kata.

 

Mari simak informasi seputar bullying verbal selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Bullying Verbal?

 

Bullying verbal adalah jenis bullying yang melibatkan penggunaan kata-kata untuk menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi seseorang. Adapun beberapa contoh bullying verbal adalah:

 

  • Mengolok-olok.

  • Mengejek.

  • Mengancam.

  • Menuduh.

  • Memfitnah.

  • Mempermalukan orang lain di tempat umum.

  • Menyebarkan rumor.

  • Berkata kasar, menyakitkan, atau merendahkan kepada seseorang

  • Berkomentar negatif tentang penampilan fisik seseorang.

  • Melakukan pelecehan seksual dengan melakukan siulan atau komentar tentang penampilan seseorang (catcalling verbal).

  • Melontarkan komentar diskriminatif.

 

Sering kali, bullying verbal ditargetkan kepada individu yang dianggap lemah. Salah satu contoh bullying verbal yang sering ditemukan adalah komentar diskriminatif terhadap individu yang termasuk dalam kaum minoritas. Pelaku bullying tidak segan mengolok identitas korban, baik itu dari bentuk tubuh maupun suku, ras, agama, dan gender.

 

Dampak Bullying Verbal

 

Beberapa dampak psikologis yang perlu diperhatikan dari tindakan bullying verbal terhadap korban adalah:

 

  • Menurunkan rasa percaya diri.

  • Berisiko tinggi menyebabkan depresi dan PTSD.

  • Memicu gangguan kecemasan (anxiety disorder).

  • Berpotensi menyebabkan self harm.

  • Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol.

  • Terlibat dalam tindakan kekerasan.

  • Perubahan pola tidur yang bisa berujung pada insomnia.

  • Gangguan makan (eating disorder).

  • Hilangnya minat untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain.

  • Lebih mudah merasa pusing dan stres.

  • Berisiko mengalami hipertensi.

 

Cara Mengatasi Bullying Verbal

 

Tanpa disadari, anak bisa saja melakukan bullying verbal dari meniru teman-teman sebayanya. Segera terapkan langkah-langkah berikut apabila anak mulai menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada perilaku bullying verbal:

 

1. Memberikan Edukasi kepada Anak

Jika hal tersebut terjadi, segera informasikan kepada anak bahwa tindakan bullying, sekalipun secara lisan, tidak pantas dilakukan. Cobalah ajak anak memahami bahwa bullying verbal dapat melukai perasaan orang lain.

 

2. Menanamkan Rasa Empati

 

Jika perlu, gunakan buku atau video edukasi untuk menanamkan rasa empati yang dapat membuat anak sadar akan bahaya melukai orang lain dari perkataan yang menyakitkan. Bantulah dan dorong anak untuk meminta maaf kepada orang lain yang terluka atas perkataannya.

 

3. Menjadi Contoh yang Baik bagi Anak

 

Anak sering meniru perilaku orang tua. Oleh karena itu, jadilah role model yang dapat dicontoh anak dengan bersikap sopan, termasuk saat bertutur kata, kepada anak maupun orang lain.

 

4. Mengajak Anak Berkomunikasi

 

Selain memberikan edukasi dan menjadi contoh yang baik bagi anak, orang tua bisa mengajak anak untuk berkomunikasi agar ia bisa menyampaikan hal-hal yang mengganjal dalam pikiran dan perasaannya dengan nyaman. Dengan begitu, anak tidak akan merasa sendirian dan stres yang bisa berujung pada pelampiasan amarah kepada orang lain melalui tindakan bullying verbal.

 

Cara Mencegah Bullying Verbal

 

Pencegahan bullying verbal bisa dilakukan dengan pengawasan dan arahan dari orang tua. Untuk itu, cobalah ikuti langkah-langkah preventif berikut:

 

1. Tidak Ikut-ikutan Mengolok Teman

 

Tanamkan rasa empati kepada anak dan ingatkanlah ia untuk tidak ikut-ikutan jika teman-teman sebayanya mengolok-olok orang lain. Sebaliknya, cobalah untuk mengajak anak memberikan perhatian kepada korban.

 

2. Bersikap Baik kepada Orang Lain

 

Orang tua perlu membiasakan dan mengingatkan anak untuk selalu bersikap baik kepada orang lain. Alih-alih melukai orang lain dengan perkataan yang menyakitkan, lebih baik menolong orang lain terutama ketika mereka membutuhkan bantuan.

 

3. Memberikan Dukungan Emosional kepada Korban Bullying

 

Bullying verbal bisa meninggalkan luka mendalam pada korbannya. Sebagai bentuk pencegahan bullying, anak-anak perlu disadarkan akan efek dari bullying. Untuk menumbuhkan rasa empati, orang tua bisa mengajak anak untuk memberikan dukungan secara emosional kepada korban bullying.

 

Meskipun tidak dapat menyembuhkan luka bullying sepenuhnya, kata-kata positif sebagai bentuk dukungan kepada korban bullying dapat menumbuhkan kembali kepercayaan diri mereka sedikit demi sedikit.

 

Demikian pembahasan seputar bullying verbal yang merupakan salah satu jenis bullying dengan dampak psikologis yang serius. Apabila Anda atau orang terdekat merupakan korban bullying verbal, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis psikologis yang akurat dari psikiater atau dokter spesialis psikologi.

 

Jika berhalangan untuk berkonsultasi secara langsung, Anda bisa melakukan konsultasi secara virtual melalui fitur Telekonsultasi di aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasinya dan jaga terus kesehatan Anda dan orang terdekat #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail