Conduct Disorder - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Kesehatan Mental

Conduct Disorder - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

27 Oktober 2025 4 menit waktu baca
Conduct Disorder

Conduct disorder adalah gangguan emosi dan perilaku yang menyebabkan anak berkelakuan agresif, tidak mau mengikuti aturan, dan kasar. Kondisi ini dapat terjadi dalam kurun waktu yang lama, berulang, hingga bisa mengganggu kehidupan sehari-hari anak ataupun keluarga.

 

Mari kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasi conduct disorder selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Conduct Disorder?

 

Conduct disorder adalah gangguan emosi pada anak yang menimbulkan pola perilaku mengganggu, agresif, kasar, dan sulit mengikuti aturan. Kondisi ini bisa dialami sebelum anak berusia 10 tahun, namun lebih sering terjadi pada remaja berusia 10–19 tahun. Selain itu, conduct disorder juga lebih sering dialami oleh anak laki-laki.

 

Conduct disorder adalah gangguan perilaku pada anak yang juga termasuk ke dalam impulse control disorder (ICD). Selain itu, kondisi ini juga kerap terjadi bersamaan dengan gangguan mental lainnya, seperti:

 

Penyebab Conduct Disorder

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab anak mengalami conduct disorder. Namun, terdapat dugaan bahwa conduct disorder adalah gangguan yang bisa dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Faktor genetik: Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan conduct disorder atau masalah kejiwaan lainnya, seperti gangguan kecemasan atau gangguan kepribadian, lebih berisiko mengalami conduct disorder.

  • Faktor biologis: Conduct disorder juga kerap dikaitkan dengan kelainan pada bagian otak yang berfungsi dalam pengaturan perilaku, kontrol impuls, serta emosi. Hal ini diduga berkaitan dengan tingginya kadar hormon testosteron di dalam tubuh, trauma atau cedera otak, gangguan saraf, serta riwayat kejang.

  • Faktor lingkungan: Pola asuh orang tua yang kurang tepat, paparan kekerasan anak dalam rumah tangga, keadaan sosial ekonomi yang rendah, lingkungan tempat tinggal dengan tindak kriminalitas dan penyebaran narkoba yang tinggi, dan pengalaman traumatis pada anak di masa lalu dipercaya bisa memicu terjadinya conduct disorder pada anak.

  • Faktor psikologis: Gangguan mental pada anak seperti depresi, skizofrenia, gangguan kepribadian, dan gangguan bipolar, juga dapat membuat anak cenderung lebih berisiko mengalami conduct disorder.

  • Faktor sosial: Anak yang tidak diterima dan dikucilkan oleh teman sebayanya cenderung lebih berisiko mengalami conduct disorder.

 

Gejala Conduct Disorder

 

Pada dasarnya, conduct disorder terbagi ke dalam tiga tingkatan, yaitu ringan, sedang dan berat. Mengacu pada buku Diagnostic Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) IV, conduct disorder adalah pola perilaku yang menetap dan dilakukan secara berulang ketika norma, hak dasar orang lain, atau aturan dalam masyarakat dilanggar.

 

Seorang anak dapat dikatakan mengalami conduct disorder apabila menunjukkan tiga gejala spesifik dalam kurun waktu sekurang-kurangnya 12 bulan atau paling tidak satu gejala spesifik dalam 6 bulan terakhir. Adapun sejumlah gejala dari conduct disorder adalah:

  • Tindakan agresif terhadap manusia dan hewan: Sering mengintimidasi, menggertak, atau mengancam orang lain, sering memulai pertengkaran atau perkelahian fisik, sering menggunakan barang sebagai senjata (seperti pecahan botol, pisau, atau batu batako) yang dapat melukai seseorang, memaksa seseorang untuk melakukan aktivitas seksual, melakukan kekejaman fisik terhadap hewan, dan lain-lain.

  • Tindakan agresif untuk merusak properti: Merusak fasilitas umum dengan sengaja.

  • Tindakan agresif dalam penipuan dan pencurian: Melakukan penipuan untuk memperoleh bantuan atau barang dari orang lain, sering membobol gedung, rumah, atau mobil orang.

  • Tindakan agresif dalam pelanggaran yang serius: Melarikan diri dari rumah selama satu malam yang dilakukan tanpa izin setidaknya dua kali atau pergi dari rumah tanpa kembali untuk periode yang panjang, sering membolos sekolah dimulai sebelum berusia 13 tahun, sering berada di luar rumah hingga larut malam tanpa seizin orang tua.

 

Cara Mengatasi Conduct Disorder

 

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, conduct disorder berisiko menimbulkan gangguan mental lainnya, seperti gangguan kepribadian antisosial, gangguan kecemasan, atau gangguan suasana hati. Selain itu, kondisi ini juga bisa berdampak pada penurunan prestasi di sekolah, penyalahgunaan NAPZA, hingga terlibat masalah hukum.

 

Sebagai upaya menghindari kondisi tersebut, sejumlah metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi conduct disorder adalah sebagai berikut:

 

1. Psikoterapi

 

Psikoterapi adalah pendekatan individu yang bertujuan untuk membantu anak belajar mengekspresikan serta mengendalikan emosi dengan baik. Melalui terapi ini, psikolog dapat melatih anak untuk mempelajari keterampilan baru, seperti mengontrol impuls, meredam amarah, serta kemampuan memecahkan masalah.

 

2. Terapi Keluarga

 

Melalui terapi ini, orang tua serta anggota keluarga lainnya diarahkan untuk menghadiri terapi bersama anak. Tujuan dari terapi keluarga adalah untuk meningkatkan hubungan dan interaksi antara anak dengan keluarga.

 

3. Terapi Grup

 

Terapi grup adalah pendekatan yang melibatkan sekelompok individu, seperti di sekolah atau lingkungan rumah, untuk membantu mengurangi perilaku yang mengganggu. Terapi dengan teman sebaya dapat membuat anak atau remaja mengembangkan keterampilan dan perilaku interpersonal yang menumbuhkan empati.

 

4. Konsumsi Obat-obatan

 

Pada beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat-obatan tertentu untuk mengendalikan gejala serta menangani gangguan mental yang mendasari conduct disorder pada anak.

 

Conduct disorder adalah gangguan perilaku yang perlu segera ditangani dengan tepat agar tidak memengaruhi kualitas hidup anak dan juga orang sekitarnya. Bila si kecil menunjukkan gejala tidak biasa terkait dengan perilaku dan emosi, ada baiknya untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat dari dokter spesialis kejiwaan kami.


Atau, gunakan fitur Telekonsultasi yang memungkinkan Anda untuk berdiskusi dan mendapatkan saran perawatan dari dokter secara virtual. Fitur tersebut tersedia pada aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis serta diakses dimana saja dan kapan saja. Download MySiloam sekarang dan percayakan kesehatan Anda serta buah hati #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail