Kesehatan Tubuh
Cytomegalovirus - Pengertian, Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Table of Contents
Cytomegalovirus adalah virus yang termasuk golongan Herpesviridae yang dapat menginfeksi dan bertahan lama di tubuh manusia dalam keadaan tidak aktif, serta berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius jika virus kembali aktif, terutama pada orang dengan sistem imun yang lemah.
Lantas, bagaimana cara virus ini menginfeksi manusia dan apa gejala yang ditimbulkan? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan berikut.
Apa itu Cytomegalovirus (CMV)?
Cytomegalovirus (CMV) atau sitomegalovirus adalah kelompok virus herpes yang bisa menetap di dalam tubuh dalam waktu lama, bahkan seumur hidup. Jadi, infeksi Cytomegalovirus adalah kondisi ketika tubuh terinfeksi CMV.
Infeksi CMV kebanyakan tidak disadari, karena CMV yang dalam keadaan tidak aktif biasanya tidak menimbulkan efek ataupun gejala yang serius pada orang sehat. Jika terdapat suatu gejala, biasanya gejala bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi ini tidak dapat disepelekan terutama jika menyerang ibu hamil karena dapat menularkan virus kepada janinnya.
Selain itu, infeksi CMV juga perlu diwaspadai jika terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, terutama orang yang menderita penyakit diabetes melitus, menderita HIV/AIDS, atau pernah menjalani prosedur transplantasi organ, sumsum tulang, atau sel punca karena dapat berujung fatal.
Penyebab Cytomegalovirus
Penyebab Cytomegalovirus berasal dari penularan melalui hubungan seksual, kontak langsung dengan cairan tubuh (air liur, darah, air seni) penderita, paparan kotoran atau tinja, penularan dari ibu ke bayi saat persalinan atau menyusui, serta melalui transplantasi organ atau donor darah.
Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi Cytomegalovirus adalah sebagai berikut:
-
Memiliki sistem imun tubuh yang lemah atau menderita gangguan autoimun.
-
Menjalani dan menerima transplantasi organ atau donor darah.
-
Bekerja atau tinggal bersama dengan orang yang terinfeksi CMV.
-
Memiliki kebiasaan merokok.
-
Melakukan aktivitas seksual dengan pasangan yang berbeda-beda tanpa menggunakan pengaman.
-
Mengonsumsi jenis obat yang dapat menekan sistem imun, seperti obat-obatan imunosupresan.
Gejala Cytomegalovirus
Meski sebagian besar infeksi CMV pada orang dewasa sehat tidak menimbulkan gejala, namun sejumlah gejala yang dapat terjadi pada penderita infeksi Cytomegalovirus adalah:
-
Nyeri tenggorokan.
-
Demam.
-
Nyeri kepala.
-
Kelelahan.
-
Penurunan nafsu makan.
-
Nyeri otot.
-
Muncul ruam pada kulit.
-
Pembengkakan kelenjar getah bening.
Gejala Cytomegalovirus yang menginfeksi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akan menimbulkan gejala yang lebih serius, seperti:
-
Pneumonia berat, ditandai dengan batuk, sesak napas, dan nyeri dada.
-
Retinitis (peradangan pada retina), dapat menyebabkan penglihatan kabur dan kebutaan.
-
Ensefalitis, peradangan pada otak yang dapat menyebabkan gejala gangguan neurologis.
-
Hepatitis, peradangan pada hati.
-
Gangguan sistem pencernaan yang menyerang lambung dan esofagus.
Sementara itu, sejumlah gejala Cytomegalovirus yang ditimbulkan pada bayi yang mengalami infeksi virus tersebut adalah sebagai berikut:
-
Mikrosefalus (ukuran kepala bayi kecil).
-
Pembesaran hati dan limpa.
-
Muncul bercak memar di kulit.
-
Penyakit kuning pada bayi (jaundice).
-
Kejang.
-
Gangguan pendengaran.
-
Kelemahan otot.
Diagnosis Cytomegalovirus
Setelah melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, sejumlah pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk membantu dokter menegakkan diagnosis pada infeksi Cytomegalovirus adalah sebagai berikut:
-
Tes darah, untuk melihat tanda-tanda infeksi virus dalam tubuh.
-
Tes PCR, dilakukan dengan menggunakan sampel tenggorokan yang kemudian diperiksa di laboratorium untuk menemukan keberadaan virus.
-
Tes antibodi, dilakukan dengan menggunakan sampel urine dan ludah untuk mendeteksi keberadaan imunoglobulin G anti-CMV.
-
Pemeriksaan mata jika terdapat gangguan pada retina. Hal ini terutama diperuntukkan bagi pasien dengan sistem imun yang lemah.
-
Pemeriksaan pencitraan untuk mendeteksi ada atau tidaknya perubahan pada paru-paru dan otak.
-
USG kehamilan dan amniosentesis untuk ibu hamil yang dicurigai terinfeksi CMV.
Pengobatan Cytomegalovirus
Orang sehat yang mengalami infeksi CMV tidak memerlukan pengobatan khusus. Pengobatan diperlukan ketika terdapat gejala yang mengganggu, seperti demam, nyeri, dan mual. Biasanya, dokter akan memberikan obat-obatan simtomatik untuk mengatasi gejala tersebut.
Sementara itu, pada kasus-kasus tertentu, seperti orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan bayi baru lahir akan diberikan pengobatan antivirus. Namun, obat ini tidak dapat membunuh virus, hanya membantu memperlambat perkembangan virus sehingga dapat meredakan gejala dan mencegah komplikasi.
Komplikasi Cytomegalovirus
Komplikasi yang dapat muncul sebagai dampak dari infeksi Cytomegalovirus pada orang dewasa sehat, dapat melibatkan sejumlah potensi risiko kesehatan yang perlu diperhatikan, antara lain:
-
Gangguan sistem pencernaan.
-
Gangguan jantung.
-
Gangguan sistem saraf.
-
Mononukleosis.
Sementara itu, sejumlah komplikasi infeksi CMV yang bisa terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, di antaranya:
-
Gagal napas karena pneumonia berat.
-
Malnutrisi karena gangguan pada sistem pencernaan.
-
Kebutaan karena retinitis.
-
Penurunan kesadaran dan pembengkakan otak akibat ensefalitis.
Pada bayi yang baru lahir, infeksi Cytomegalovirus (CMV) dapat menimbulkan sejumlah komplikasi melibatkan berbagai gangguan perkembangan bayi, antara lain:
-
Kemampuan koordinasi tubuh berkurang.
-
Gangguan pada otot.
-
Kejang.
-
Kehilangan fungsi pendengaran.
-
Penurunan fungsi intelektual.
Pencegahan Cytomegalovirus
Melakukan pencegahan terhadap infeksi Cytomegalovirus adalah hal yang penting untuk dilakukan, terutama bagi ibu hamil dan orang yang memiliki sistem imun tubuh yang lemah. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
-
Rajin membersihkan perlengkapan rumah dan mainan anak.
-
Rajin mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir.
-
Menghindari kontak dengan cairan tubuh orang lain.
-
Melakukan hubungan seksual secara aman.
-
Menghindari penggunaan peralatan makanan dan minuman bersama-sama dengan orang lain.
-
Lakukan pemeriksaan TORCH saat merencanakan kehamilan atau ketika sedang hamil.
Jika Anda mengalami beberapa keluhan yang merujuk pada gejala infeksi CMV, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan secara tepat.
Manfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda dapat mengunduh aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan lainnya yang mudah dan cepat. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Kesehatan Paru
Penawaran Spesial
4 Service/Item
Rp650.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Full Blood Count (CBC + DIFF + LED) / Hematologi Lengkap
Darah, Imunologi, Infeksi
1 Service/Item
Rp113.400
TERPOPULER
Complete Blood Count (HB, HT, E, LEUKOCYTE, PLATELET, MCV, MCH, MCHC) / Hematologi Rutin
Darah
1 Service/Item
Rp90.900







