Kesehatan Tubuh
Disgrafia - Penyebab, Gejala, serta Cara Mengatasinya

Table of Contents
Disgrafia adalah kondisi neurologis yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk menulis sesuai dengan tingkat usianya. Hal ini dapat mencakup masalah aktivitas motorik terkait penulisan hingga masalah dalam menerjemahkan pikiran ke dalam kata-kata tertulis. Lantas, apa penyebab disgrafia? Bisakah kondisi ini disembuhkan? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Disgrafia?
Seperti yang sudah dijelaskan, disgrafia adalah kondisi neurologis yang membuat seseorang kesulitan mengekspresikan pikirannya menjadi sebuah tulisan sesuai tingkat usianya. Pada kondisi ini, seseorang tetap kesulitan menulis meski sudah mendapatkan instruksi dan pendidikan yang memadai. Disgrafia termasuk dalam kondisi perbedaan belajar (learning difference).
Perbedaan Disgrafia dan Disleksia
Pada dasarnya, disgrafia dan disleksia adalah dua kondisi neurologi yang berbeda. Namun, keduanya memiliki gejala yang hampir sama dan berkaitan sehingga sering kali tertukar. Disleksia adalah kondisi yang menyebabkan seseorang kesulitan membaca atau lebih lambat untuk mengenali kata-kata, sedangkan disgrafia adalah kondisi yang membuat seseorang kesulitan menulis.
Jenis-Jenis Disgrafia
Berdasarkan gejala yang muncul, disgrafia terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Disgrafia disleksia: Kondisi ini ditandai dengan kesulitan menulis, terutama saat mencoba menulis tanpa meniru dari tempat lain. Meski tulisan yang dibuat dengan menyalin dari sumber lain terlihat baik, tulisan aslinya sering kali sulit dibaca. Penderita kondisi ini biasanya juga kesulitan mengeja. Kendati demikian, seseorang yang mengidap disgrafia disleksia bukan berarti mengidap disleksia.
-
Disgrafia spasial: Kondisi ini disebabkan oleh masalah spasial yang ditandai dengan kesulitan untuk tetap berada dalam garis di selembar kertas atau tidak bisa menggunakan spasi yang benar saat menulis kata-kata. Semua bentuk tulisan tangan dan gambar dari seseorang dengan jenis disgrafia ini biasanya tidak terbaca. Namun, kemampuan mengejanya tidak terganggu.
-
Disgrafia motorik: Bentuk disgrafia ini terjadi ketika seseorang memiliki kemampuan motorik halus yang buruk. Tulisan mereka tetap sulit dibaca meski merupakan hasil menyalin tulisan atau gambar dari sumber lain. Namun, kemampuan mengeja orang dengan kondisi ini biasanya berada dalam kisaran normal.
Penyebab Disgrafia
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab disgrafia. Pasanya, menulis merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa keterampilan dan fungsi otak, seperti:
-
Keterampilan motorik halus.
-
Persepsi spasial.
-
Memori kerja.
-
Pengodean ortografis (kemampuan untuk membentuk, menyimpan, dan mengingat huruf, angka, serta simbol).
-
Pemrosesan bahasa.
-
Konseptualisasi.
-
Pengorganisasian.
Para ahli menduga bahwa disgrafia adalah kondisi neurologis yang berkaitan dengan faktor genetik. Pasalnya, kondisi ini sering terjadi dalam keluarga. Disgrafia umumnya disadari pada masa kanak-kanak ketika pertama kali belajar menulis.
Kondisi ini disebut sebagai disgrafia perkembangan. Selain itu, seseorang juga dapat mengalami disgrafia secara tiba-tiba setelah mengalami trauma kepala atau otak. Kondisi ini disebut sebagai disgrafia yang didapat (acquired).
Gejala Disgrafia
Gejala utama disgrafia adalah kesulitan menulis sesuai tingkat usianya. Gejala disgrafia pada setiap orang bisa berbeda-beda. Namun, secara umum penderita disgrafia memiliki masalah dalam:
-
Pembentukan huruf dan keterbacaan.
-
Ukuran dan jarak huruf.
-
Ejaan.
-
Koordinasi motorik halus.
-
Kecepatan menulis.
Secara lebih spesifik, masalah menulis yang dialami oleh penderita disgrafia adalah sebagai berikut:
-
Kesulitan mengingat bagaimana cara membentuk huruf.
-
Kesulitan menulis dalam garis lurus.
-
Menulis huruf secara terbalik.
-
Kesulitan memegang atau mengendalikan alat tulis.
-
Kesulitan mengetahui kapan harus menggunakan huruf besar dan kecil.
-
Membutuhkan usaha lebih untuk membentuk kalimat tertulis dengan tata bahasa dan tanda baca yang benar.
-
Menghilangkan kata-kata dari kalimat.
-
Mengurutkan kata-kata dalam kalimat dalam kalimat secara tidak benar.
-
Menggunakan kata kerja dan kata ganti secara tidak benar.
Diagnosis Disgrafia
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Jika pasien masih anak-anak dan belum bisa berkomunikasi dengan lancar, dokter dapat melakukan anamnesis dengan orang tua pasien.
Diagnosis disgrafia pada anak sering kali melibatkan beberapa spesialis. Dokter juga perlu menyingkirkan kondisi lain yang bisa menyebabkan pasien kesulitan menulis. Kemudian, akan dilakukan tes khusus untuk gangguan belajar anak. Tes ini meliputi:
-
Tes akademis.
-
Tantangan keterampilan motorik halus.
-
Tes IQ.
-
Tes menulis, seperti menulis kata atau menyalin kata.
Selama pemeriksaan dilakukan, dokter akan mengamati cara pasien memegang pensil serta proses menulis pasien. Dokter juga dapat melihat hasil tulisan pasien untuk mencari tanda-tanda disgrafia. Dalam buku The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5th edition (DSM-V), disgrafia termasuk dalam gangguan belajar spesifik jika seseorang:
-
Mengalami kesulitan dalam mempelajari dan menggunakan keterampilan akademis disertai salah satu dari gejala berikut yang telah berlangsung selama 6 bulan, meski sudah diberikan penanganan terhadap kesulitan tersebut:
-
Kesulitan, lambat, dan tidak akurat saat membaca kata-kata.
-
Kesulitan memahami makna dari apa yang dibaca.
-
Kesulitan dengan ejaan.
-
Kesulitan dengan ekspresi tertulis.
-
Kesulitan menguasai pemahaman angka, fakta angka, atau kalkulasi.
-
Kesulitan dengan penalaran matematika.
-
Keterampilan akademik yang terpengaruh jauh di bawah yang diharapkan untuk usia seseorang, dan ini mengganggu kinerja di sekolah atau pekerjaan, serta aktivitas sehari-hari.
-
Kesulitan belajar mulai muncul saat usia sekolah, tetapi mungkin tidak sepenuhnya terlihat sampai tuntutan untuk keterampilan akademik tersebut melebihi kemampuan yang dimiliki individu.
-
Kesulitan belajar ini tidak disebabkan oleh kecacatan intelektual, masalah penglihatan atau pendengaran yang tidak diobati, gangguan mental atau neurologis lainnya, kesulitan psikososial, serta kurangnya keterampilan.
Pengobatan Disgrafia
Gejala disgrafia pada setiap orang bisa berbeda-beda. Dengan begitu, penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Sebenarnya, belum ada obat yang dapat menyembuhkan disgrafia sepenuhnya. Namun, intervensi edukasi dapat mengajarkan cara menulis yang efektif bagi penderita.
Obat-obatan ADHD (attention-deficit hyperactivity disorder) mungkin bisa membantu anak yang memiliki dua kondisi tersebut. Dokter juga bisa merekomendasikan terapi okupasi untuk melatih penderita agar lebih mudah menulis dan dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.
Perlu dipahami bahwa tanda dan gejala terkait disgrafia di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak Subspesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Untuk membuat janji temu dengan dokter terkait, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Medical News Today. What is dysgraphia?. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Dysgraphia. Diakses pada 2024 | WebMD. What Is Dysgraphia? What Should I Do If My Child Has It?. Diakses pada 2024 | International Dyslexia Association. Understanding Dysgraphia. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






