Learning Disorder pada Anak, Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
Ibu dan Anak

Learning Disorder pada Anak, Ini Penyebab & Cara Mengatasinya

16 Oktober 2025 5 menit waktu baca
mengenal learning disorder

Learning disorder adalah gangguan belajar yang membuat anak kesulitan untuk mengembangkan kemampuan akademiknya. Kondisi ini dapat membuat anak merasa frustrasi karena tidak bisa menguasai satu atau lebih mata pelajaran meski sudah berusaha keras. 

 

Sebetulnya, apa penyebab learning disorder pada anak dan bagaimana cara mengatasinya? Mari temukan jawabannya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Learning Disorder (Gangguan Belajar)?

 

Learning disorder adalah gangguan belajar yang terjadi ketika otak tidak mampu menerima dan mengelola informasi yang didapatkan secara optimal. Kondisi ini kerap membuat anak kesulitan untuk mempelajari atau mengembangkan satu atau lebih keterampilan akademiknya dengan baik, meski tidak mengalami gangguan pada kecerdasan ataupun motivasi secara keseluruhan.

 

Pada dasarnya, learning disorder juga dapat dialami oleh anak yang memiliki tingkat intelektual di batas rata-rata atau bahkan di atas rata-rata. Kondisi ini membuat adanya kesenjangan perkembangan keterampilan anak antara prestasi yang diharapkan dengan prestasi  yang aktual di sekolah.

 

Penyebab Learning Disorder pada Anak

 

Secara umum, gangguan belajar pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Adapun sejumlah kondisi yang dapat memicu seorang anak mengalami gangguan belajar adalah sebagai berikut.

 

  • Terdapat keluarga yang memiliki riwayat kondisi serupa.

  • Mengalami gangguan perkembangan selama masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini dapat terjadi karena sang ibu memiliki gizi buruk atau terpapar alkohol dan obat-obatan tertentu selama kehamilan.

  • Lahir secara prematur.

  • Memiliki berat badan lahir rendah (BBLR).

  • Trauma emosional karena pernah mengalami peristiwa buruk. Jika terjadi pada anak usia dini, trauma emosional berisiko memengaruhi perkembangan otak anak sehingga memicu terjadinya gangguan belajar.

  • Menderita gangguan mental tertentu, seperti anxiety disorder, ADHD, atau depresi.

  • Trauma fisik, seperti cedera kepala atau gangguan sistem saraf yang memengaruhi perkembangan kemampuan belajar.

  • Terpapar zat kimia beracun, misalnya seperti timbal.

 

Ciri-Ciri Learning Disorder

 

Ciri-ciri learning disorder pada anak dapat bervariasi, tergantung dari jenis keterampilan yang dipengaruhinya, seperti gangguan kemampuan membaca (dyslexia), menulis (dysgraphia), berhitung (dyscalculia), kemampuan berbicara dan berbahasa, serta keterampilan nonverbal. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Gangguan Kemampuan Membaca (Dyslexia)

 

Dyslexia atau gangguan kemampuan belajar adalah kondisi yang dapat membuat anak kesulitan untuk membaca, mengeja, memahami dan mengucapkan kata-kata yang berbeda. Kondisi ini juga dapat terjadi karena adanya masalah dengan memori jangka pendek pada anak. Adapun sejumlah ciri-ciri umum dari dyslexia adalah sebagai berikut.

 

  • Kesulitan untuk mengeja dan membaca dengan kecepatan normal.

  • Kesulitan untuk memahami dan mengingat apa yang sudah dibaca.

  • Kesulitan untuk membuat kesimpulan dari bacaannya.

  • Kesulitan untuk mempelajari bahasa asing.

 

2. Gangguan Keterampilan Menulis (Dysgraphia)

 

Menulis adalah keterampilan yang melibatkan berbagai fungsi tubuh, seperti penglihatan, pergerakan, serta kemampuan untuk memproses suatu informasi. Beberapa gejala yang dapat dialami anak dengan gangguan keterampilan menulis atau dysgraphia adalah sebagai berikut.

 

  • Kesulitan untuk menulis huruf, menyalin bentuk, atau menggambar garis dengan baik.

  • Membutuhkan waktu yang lama untuk menulis.

  • Tulisan tangannya cenderung sulit untuk dibaca dan dipahami.

  • Kesulitan untuk menuangkan pemikirannya ke dalam tulisan.

  • Kesulitan dalam menyusun ejaan, tata bahasa, dan tanda baca pada tulisan.

 

3. Gangguan Keterampilan Berhitung (Dyscalculia)

 

Dyscalculia adalah kondisi yang membuat anak merasa kesulitan dalam berhitung dan memahami konsep dasar matematika. Adapun gejala umum dari kondisi dyscalculia bisai meliputi beberapa hal berikut:

 

  • Kesulitan untuk memahami cara berhitung angka dan aturan dasar matematika.

  • Kesulitan untuk mengerjakan soal matematika.

  • Kesulitan untuk menggunakan dan juga memahami simbol matematika dengan tepat.

  • Kesulitan untuk menyusun dan mencatat suatu informasi seraya memecahkan masalah matematika.

 

4. Gangguan Kemampuan Berbicara dan Berbahasa

 

Gangguan kemampuan berbicara dan berbahasa merupakan kondisi yang dapat membuat anak kesulitan untuk menulis dan membaca, mengerjakan soal cerita matematika, menjawab pertanyaan, serta mengikuti instruksi dan arahan dari orang lain. Namun, mereka cenderung bisa memahami informasi yang disajikan secara visual dengan baik. 

 

Secara umum, gangguan kemampuan berbicara dan berbahasa pada anak dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

 

  • Gagap (stuttering): gangguan kemampuan berbicara yang membuat anak kesulitan untuk berkomunikasi dan berbicara dengan lancar.

  • Kesalahan artikulasi (articulation error): Gangguan dalam mengucapkan kata atau mengeluarkan suara tertentu dengan jelas.

  • Apraksia: Gangguan dalam mengoordinasikan otot mulut, rahang, dan lidah untuk berbicara.

 

5. Gangguan Keterampilan Nonverbal

 

Anak dengan gangguan keterampilan nonverbal umumnya memiliki keterampilan berbahasa atau mengingat yang baik. Namun, mereka cenderung kesulitan untuk mengembangkan keterampilan dalam beberapa aspek yang melibatkan emosi, ekspresi wajah, atau bahasa tubuh. Beberapa gejala umum dari kondisi ini di antaranya sebagai berikut.

 

  • Kesulitan untuk melihat lokasi suatu benda.

  • Kesulitan untuk memahami konsep yang bersifat abstrak.

  • Kesulitan untuk membaca emosi orang lain melalui ekspresi wajah atau bahasa tubuh lainnya.

  • Gangguan koordinasi tubuh (dyspraxia).

  • Gangguan keterampilan motorik halus, misalnya seperti kesulitan menggambar dengan baik atau memindahkan objek dari tangan kanan ke kiri.

  • Kesulitan untuk memusatkan fokus dan berkonsentrasi atau merencanakan suatu hal.

 

Cara Mengatasi Learning Disorder

 

Penanganan sejak dini merupakan langkah penting yang perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko memburuknya kualitas hidup anak. Oleh karenanya, disarankan untuk mengunjungi dokter spesialis anak guna memperoleh diagnosis dan penanganan learning disorder sesegera mungkin.

 

Umumnya, dokter dapat merujuk pasien untuk berkonsultasi dengan psikolog/psikiater guna mengetahui apakah gangguan belajar yang dialami oleh pasien disebabkan oleh gangguan mental, seperti ADHD, anxiety disorder, atau depresi.

 

Jika penyebabnya sudah diketahui, dokter dapat menyarankan orang tua dan pasien untuk melakukan beberapa hal, seperti:

 

  • Memberikan bantuan ekstra kepada anak dengan menyediakan tutor atau guru privat yang dapat mengajarkan keterampilan menulis, berhitung, dan membaca dengan baik.

  • Mengikuti individualized educational program (IEP), yaitu program khusus yang disediakan sekolah atau lembaga pendidikan tertentu untuk merencanakan tujuan pembelajaran khusus yang dibutuhkan oleh anak dengan learning disorder.

  • Menjalani terapi tertentu, seperti terapi wicara untuk membantu meningkatkan kemampuan berbicara atau terapi perilaku kognitif jika gangguan belajar disebabkan oleh masalah mental tertentu.

  • Pemberian obat-obatan tertentu yang sesuai dengan resep dokter untuk membantu menangani depresi, anxiety disorder, atau ADHD pada anak.

  • Memberikan makanan sehat dengan gizi seimbang dan suplemen vitamin untuk anak.

 

Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan learning disorder yang tepat, jangan ragu untuk melakukan konseling dengan psikolog atau psikiater melalui layanan Telekonsultasi. Dengan layanan ini, pasien bisa memperoleh saran perawatan dan berkonsultasi langsung dengan psikolog atau psikiater dari mana pun dan kapan pun.

 

Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam yang memberikan beragam kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan, mulai dari informasi jadwal praktik dokter hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan buah hati #BersamaSiloam!

 

telechat

Dokter Kami
dr-leman-spkj-mkes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Leman, SpKJ, MKes

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jimmy-sebastian-ollich-spkj

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jimmy Sebastian Ollich, SpKJ

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-pricella-maria-ismail-spkj

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Pricella Maria Ismail, SpKJ

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Hospitals Sentosa

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail