Pola Hidup Sehat
Penggunaan Obat Kuat untuk Ereksi, Apakah Berbahaya bagi Kesehatan?

Table of Contents
Ereksi adalah kondisi ketika penis dalam keadaan tegang, keras, dan membesar karena adanya peningkatan aliran darah ke penis. Timbulnya ereksi dipengaruhi oleh perubahan pada ketiga struktur anatomi utama penis, yaitu saraf, otot, dan pembuluh darah.
Ereksi berperan penting dalam proses penetrasi selama berhubungan intim. Tanpa terjadinya ereksi, maka proses penetrasi pun akan terhambat atau tidak dapat dilakukan sama sekali. Dalam hal ini, tak jarang seseorang menggunakan obat kuat sebagai cara mempertahankan ereksi. Namun, apakah obat tersebut selalu aman?
Mari pahami lebih lanjut penjelasan mengenai apa itu ereksi dan keamanan penggunaan obat kuat melalui artikel berikut.
Apa itu Ereksi?
Ereksi adalah suatu fenomena fisiologis yang menandakan bahwa fungsi seksual pria dalam keadaan normal dan aktif. Ereksi dapat terjadi karena adanya rangsangan maupun tanpa rangsangan, misalnya ereksi saat bangun tidur di pagi hari. Namun, ereksi pada penis paling sering dipicu oleh rangsangan seksual, baik itu melalui sentuhan, penglihatan, suara, ataupun fantasi.
Saat penis mengalami ereksi dan seseorang mencapai orgasme, maka penis siap melakukan ejakulasi (pengeluaran sperma). Berdasarkan sumber rangsangannya, ereksi terbagi menjadi tiga jenis, di antaranya:
-
Ereksi psikogenik: Ereksi yang terjadi karena ada rangsangan dari pendengaran, penglihatan, atau pikiran.
-
Ereksi nokturnal: Ereksi yang terjadi saat seorang pria sedang tidur atau sudah memasuki fase REM (rapid eye movement). Pada fase ini, sel locus coeruleus pada otak yang mengendalikan ereksi tidak aktif.
-
Ereksi refleksogenik: Ereksi yang dipicu oleh rangsangan berupa sentuhan fisik secara langsung, misalnya saat berhubungan intim.
Obat Kuat untuk Ereksi, Apakah Aman?
Obat kuat ereksi adalah salah satu solusi yang digunakan oleh banyak pria agar bisa tahan lama saat melakukan hubungan seksual. Padahal, tidak semua pria diperbolehkan untuk mengonsumsi obat penguat. Pasalnya, obat tersebut hanya diperuntukkan bagi pria dengan disfungsi ereksi, yang mana penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter.
Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika penis tidak mampu berereksi dengan normal. Hal ini terjadi karena arus darah yang menuju penis tidak lancar sehingga penis akan kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Obat kuat, seperti sildenafil, tadalafil, vardenafil, dan sebagainya bekerja dengan cara menghambat enzim phosphodiesterase 5 (PDE 5) sehingga aliran darah menuju penis bisa menjadi lebih lancar.
Sayangnya, banyak yang menggunakan obat kuat tersebut tanpa resep dokter dan menyalahgunakannya. Padahal, penggunaan obat tersebut harus di bawah pengawasan dokter. Selain itu, obat ini tidak diperuntukkan untuk dikonsumsi oleh semua pria, terutama bagi pria dengan riwayat penyakit jantung dan pria yang sedang mengonsumsi obat-obatan lainnya.
Bahaya Obat Kuat yang Tidak Sesuai Anjuran Dokter
Obat kuat yang dikonsumsi tanpa resep dokter bisa menimbulkan beberapa gangguan kesehatan pada pria, di antaranya:
1. Priapismus
Priapismus adalah kondisi ketika ereksi terjadi secara berkepanjangan (setidaknya selama 4 jam) sekalipun tidak ada rangsangan seksual dan di luar kendali pengidapnya. Pada kondisi ini, aliran darah ke penis tidak terkontrol akibat gangguan pada saraf, otot, atau pembuluh darah. Akibat terganggunya aliran darah tersebut, penis akan mengalami ereksi terus-menerus.
Priapismus umumnya terjadi pada anak laki-laki usia 5–10 tahun serta pria dewasa usia 20–50 tahun. Priapismus terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu iskemik (karena adanya darah yang terjebak dalam penis akibat tersumbatnya pembuluh darah penis), noniskemik (jumlah darah yang mengalir ke penis tidak terkendali akibat adanya robekan pada pembuluh darah penis), dan priapismus karena efek dari pengobatan.
Gejala utama priapismus adalah ereksi yang berlangsung secara terus-menerus selama lebih dari 4 jam. Pada priapismus iskemik, penderita akan merasa nyeri yang semakin memburuk. Sementara itu, priapismus noniskemik biasanya tidak disertai rasa nyeri.
2. Nonarteritic Anterior Ischemic Optic Neuropathy (NAION)
Selain priapismus, bahaya obat kuat untuk mempertahankan ereksi adalah terjadinya nonarteritic anterior ischemic optic neuropathy (NAION), terutama pada pria dengan riwayat diabetes, serangan jantung, atau penyakit jantung lainnya. Kondisi ini dapat mengakibatkan hilangnya penglihatan secara tiba-tiba karena adanya sumbatan aliran darah pada saraf optik.
3. Retinitis Pigmentosa
Penggunaan obat kuat tanpa anjuran dari dokter juga dapat menyebabkan terjadinya retinitis pigmentosa, yakni penyakit yang menyerang bagian retina mata. Kondisi ini bisa menyebabkan kemampuan penglihatan menurun dan menghilang secara perlahan. Hal ini terjadi karena obat kuat mengandung senyawa yang dapat menghambat kerja PDE 5 (enzim yang berperan penting untuk menunjang kemampuan fungsi penglihatan).
4. Hipotensi
Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah komplikasi yang bisa terjadi apabila konsumsi obat kuat dibarengi dengan obat penurun tekanan darah golongan nitrat. Pria dengan riwayat penyakit darah tinggi berisiko besar mengalami hipotensi jika menggunakan obat kuat secara tidak tepat. Selain itu, komplikasi ini juga dapat terjadi pada pria yang dari awalnya sudah memiliki riwayat hipotensi.
Hipotensi yang dipicu oleh penggunaan obat kuat dan obat penurun tekanan darah golongan nitrat secara bersamaan dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis sehingga bisa memicu terjadinya syok, pingsan, dan stroke. Selain beberapa gangguan medis di atas, beberapa efek samping lain yang bisa terjadi akibat penggunaan obat kuat tanpa resep dokter adalah sebagai berikut:
-
Gangguan penglihatan.
-
Nyeri kepala dan otot.
-
Nyeri punggung.
-
Gangguan pencernaan, seperti nyeri perut dan mulas.
-
Gangguan pendengaran.
-
Badan terasa panas.
-
Kemerahan pada wajah.
Penting untuk diketahui bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat dijadikan acuan utama dalam mendiagnosis suatu kondisi atau menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Apabila Anda memiliki keluhan terkait organ reproduksi, seperti penis tidak mampu berereksi dengan normal, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Andrologi di Siloam Hospitals terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Heru Harsojo Oentoeng, M.Repro, Sp.And, SubspSPAP(K), FECSM
Andrologi (Reproduksi Pria)
Subspesialis Konsultan Seksologi dan Pengobatan Anti-penuaan
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Pranikah Basic (Pria)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
15 Service/Item
Rp3.500.000
TERPOPULER
Skrining Pranikah Advance (Pria)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
22 Service/Item
Rp8.500.000
TERPOPULER
Immune Booster - Homecare
Multivitamin Booster
Rp390.000
TERPOPULER
Multivitamin Booster - Homecare
Multivitamin Booster
Rp750.000







