Priapismus - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Pola Hidup Sehat

Priapismus - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

04 November 2025 5 menit waktu baca
Priapismus adalah

Priapismus adalah kondisi medis yang ditandai dengan ereksi penis yang berkepanjangan selama beberapa jam tanpa rangsangan seksual dan di luar kontrol penderita. Kondisi ini dapat terjadi secara spontan atau dipicu oleh faktor lain, seperti efek samping obat-obatan tertentu, kelainan darah, dan trauma pada daerah panggul.

 

Priapismus yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penis dan disfungsi ereksi. Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan penanganan priapismus melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Priapismus?

 

Priapismus adalah kondisi ketika seorang pria mengalami ereksi berkepanjangan tanpa adanya rangsangan seksual dan di luar kontrol penderitanya. Ereksi adalah keadaan di mana penis membesar, mengeras, dan menegang karena adanya perubahan pada pembuluh darah penis.

 

Ereksi terjadi ketika seorang pria mendapatkan rangsangan seksual. Pada ereksi normal, sinyal yang dikirimkan dari otak menuju saraf dan pembuluh darah penis akan menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Kemudian, darah akan mengisi rongga-rongga penis sehingga membuat penis jadi mengembang (ereksi).  . 

 

Namun pada kondisi priapismus, aliran darah menuju penis tak terkendali dan juga terjadi gangguan aliran darah balik ke jantung. Akibatnya, pria mengalami ereksi terus-menerus meski tanpa adanya rangsangan.

 

Priapismus adalah jenis penyakit langka dan biasanya menyerang anak-anak usia 5–10 tahun atau pria dewasa usia 20–50 tahun.

 

Tipe-Tipe Priapismus

 

Berdasarkan penyebabnya, priapismus dibedakan menjadi beberapa tipe, di antaranya sebagai berikut:

 

1. Priapismus Iskemik (Low-Flow Priapism)

 

Priapismus iskemik terjadi akibat akumulasi darah yang terjebak di dalam penis karena gangguan aliran darah balik. Kondisi ini rentan dialami oleh pria pengidap anemia sel sabit. 

 

Meski demikian, priapismus iskemik terkadang juga menyerang pria sehat secara tiba-tiba. Pada beberapa kasus, priapismus iskemik dimulai dengan terjadinya ereksi secara mendadak dan menyakitkan.

 

2. Priapismus Non-iskemik (High-Flow Priapism)

 

Priapismus non-iskemik adalah tipe yang lebih langka daripada priapismus iskemik. Kondisi ini disebabkan oleh aliran darah ke pembuluh darah arteri penis tidak terkontrol sehingga menyebabkan pembesaran penis yang abnormal. Biasanya dialami oleh pria yang mengalami cedera, sehingga sirkulasi darah tidak berjalan lancar. Priapismus non-iskemik umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri.

 

3. Priapismus karena Pengobatan

 

Jenis obat-obatan tertentu ternyata mempunyai efek samping terhadap aliran darah di penis. Adapun beberapa obat yang dapat memicu terjadinya priapismus adalah sebagai berikut:

 

  • Obat untuk disfungsi ereksi.
  • Obat-obatan antidepresan.
  • Obat hipertensi atau alpha blocker.
  • Obat pengencer darah.
  • Obat untuk gangguan cemas.
  • Obat untuk menangani ADHD.

 

Penyebab Priapismus

 

Priapismus adalah ereksi yang terjadi berkepanjangan karena aliran darah menuju penis tidak normal akibat adanya gangguan pada salah satu sistem dalam tubuh, seperti darah, otot, saraf, atau pembuluh darah.

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab yang mendasari terjadinya priapismus, namun terdapat dugaan bahwa priapismus dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi medis, seperti:

 

  • Kelainan darah, misalnya anemia sel sabit, leukemia, atau talasemia.
  • Efek samping obat-obatan tertentu.
  • Penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol.
  • Cedera pada penis dan panggul.
  • Beberapa faktor lain, seperti gigitan serangga, gangguan metabolisme, gangguan neurologis, cedera saraf tulang belakang, hingga kanker yang melibatkan penis, seperti kanker prostat atau kanker kandung kemih.

 

Gejala Priapismus

 

Gejala priapismus berbeda-beda, tergantung dari tipe yang dialami oleh penderita. Adapun gejala yang biasanya menyertai priapismus iskemik adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri yang semakin bertambah secara bertahap pada penis.
  • Batang penis kaku, namun bagian ujungnya lunak.
  • Ereksi berlangsung cukup lama hingga lebih dari 4 jam.

 

Sementara itu, beberapa gejala priapismus non-iskemik antara lain:

 

  • Batang penis tidak kaku sepenuhnya.
  • Tidak muncul rasa nyeri.
  • Ereksi berlangsung lebih dari 4 jam.
  • Ditemukan tanda trauma atau cedera pada penis.

 

Diagnosis Priapismus

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Apabila terdapat tanda-tanda yang menunjukkan bahwa pasien mengalami priapismus iskemik, maka dokter akan melakukan penanganan segera untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.

 

Setelah kondisi pasien membaik, dokter akan melanjutkannya dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Beberapa pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis priapismus adalah:

 

  • Tes darah: Untuk mendeteksi kondisi yang dicurigai menjadi penyebab priapismus.
  • Tes toksikologi: Bertujuan mendeteksi jenis obat yang dikonsumsi pasien dan diduga menjadi penyebab priapismus dengan mengambil sampel urine.
  • USG penis: Guna mengetahui penyebab priapismus, apakah dari cedera atau adanya gangguan lainnya pada penis.
  • Pengukuran gas darah: untuk memeriksa kadar oksigen dalam sampel darah penis. Tujuannya adalah untuk mengetahui tipe priapismus.

 

Cara Mengatasi Priapismus

 

Penanganan priapismus disesuaikan dengan jenisnya. Penderita priapismus iskemik umumnya memerlukan obat-obatan untuk meredakan gejalanya, seperti:

 

  • Pemberian obat suntik penis yang berfungsi merangsang sistem saraf serta meningkatkan aliran darah keluar dari penis.
  • Menggunakan metode aspiration decompression dengan cara mengeluarkan darah yang menumpuk di penis agar ereksi berhenti. Setelahnya, dilanjutkan dengan pemberian cairan steril pada penis.
  • Operasi, dilakukan apabila metode lain sudah tidak efektif untuk menangani priapismus iskemik. Tujuan dari operasi ini adalah untuk memperbaiki aliran darah di penis.

 

Sementara itu, priapismus non-iskemik umumnya bisa mereda sendiri tanpa pengobatan khusus. Meski begitu, penderita disarankan untuk menerapkan perawatan mandiri di rumah untuk membantu meredakannya, seperti:

 

  • Berendam dengan air hangat.
  • Mencoba untuk buang air kecil.
  • Melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan santai.
  • Memperbanyak minum air putih.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter jika diperlukan.

 

Komplikasi Priapismus

 

Apabila penderita priapismus iskemik tidak segera mendapatkan penanganan dalam 4 jam terhitung dari munculnya gejala, maka kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya komplikasi berupa disfungsi ereksi. Pasalnya, priapismus iskemik yang berkepanjangan akan membuat jaringan penis kekurangan pasokan darah kaya oksigen.

 

Tidak hanya disfungsi ereksi, priapismus iskemik yang dibiarkan dalam waktu lama juga dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada jaringan dalam penis.

 

Cara Mencegah Priapismus

 

Priapismus adalah kondisi yang tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan oleh pria dengan riwayat priapismus untuk menghindari kekambuhannya, yaitu:

 

  • Mengonsumsi obat penghambat hormon bagi pria dewasa sesuai dengan anjuran dari dokter.
  • Menggunakan phenylephrine berupa obat oral atau injeksi sesuai anjuran dokter.
  • Mengonsumsi obat oral untuk disfungsi ereksi.
  • Melakukan perawatan jika memiliki kondisi yang mendasari priapismus, seperti anemia sel sabit.

 

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, seperti ereksi secara berulang meski tidak ada rangsangan seksual. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dan mendapatkan penanganan secara tepat dari dokter kami.

 

Anda pun dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan. Atau, gunakan aplikasi MySiloam agar bisa mengakses berbagai fitur kesehatan secara lebih mudah dan cepat. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-heru-harsojo-oentoeng-spand

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Heru Harsojo Oentoeng, M.Repro, Sp.And, SubspSPAP(K), FECSM

Andrologi (Reproduksi Pria)

Subspesialis Konsultan Seksologi dan Pengobatan Anti-penuaan


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-fahmi-b-waisri-spand

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Fahmi B Waisri, SpAnd

Andrologi (Reproduksi Pria)

Spesialis Andrologi


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-hermawan-ludirja-spand

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hermawan Ludirja, SpAnd

Andrologi (Reproduksi Pria)

Spesialis Andrologi


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail