Apa itu Frustrasi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Mental

Apa itu Frustrasi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

22 Oktober 2025 4 menit waktu baca
frustrasi adalah

Frustrasi adalah perasaan negatif yang ditandai dengan rasa kecewa, marah, cemas, bingung, dan putus asa. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan.

 

Mari kenali penyebab, ciri-ciri, hingga cara menghilangkan frustrasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Frustrasi?

 

Frustrasi adalah respons emosional yang terjadi ketika seseorang gagal untuk mencapai sesuatu. Pada dasarnya, frustrasi adalah kondisi yang berkaitan erat dengan rasa stres dan putus asa. Lebih tepatnya, kondisi ini kerap memicu terjadinya stres yang membuat seseorang merasa kewalahan atau kesulitan untuk menghadapi sebuah situasi.

 

Frustrasi adalah kondisi yang perlu segera diatasi dengan tepat. Pasalnya, jika dibiarkan begitu saja, perasaan negatif ini dapat mengganggu suasana hati (mood) hingga memengaruhi produktivitas sehari-hari.

 

Penyebab Frustrasi

 

Adapun sejumlah kondisi yang kerap menjadi faktor pemicu seseorang mengalami frustrasi adalah sebagai berikut:

  • Mengalami kegagalan yang terus berulang.

  • Kondisi lingkungan tempat tinggal yang tidak nyaman.

  • Tekanan pekerjaan dan lingkungan kerja yang tidak mendukung.

  • Kecewa dengan perilaku orang terdekat.

 

Ciri-Ciri Frustrasi

 

Pada dasarnya, frustrasi adalah perasaan yang memiliki ciri-ciri serupa dengan stres, seperti sulit memusatkan fokus dan mudah tersinggung. Selain itu, sejumlah tanda yang kerap menunjukkan seseorang sedang mengalami rasa frustrasi adalah sebagai berikut:

  • Rasa cemas berlebihan.

  • Melakukan gerakan berulang, seperti menghentak-hentakkan kaki, memainkan kuku, atau menggigit-gigit bibir.

  • Mudah menyerah atau melarikan diri saat dihadapkan dengan suatu masalah.

  • Mudah merasa sedih dan kurang percaya diri.

  • Nafsu makan menurun atau bahkan meningkat.

 

Dampak Negatif Frustrasi

 

Bila tidak segera ditangani dengan tepat, frustrasi dapat menimbulkan efek jangka panjang yang dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Adapun sejumlah dampak negatif dari frustrasi adalah:

  • Kehilangan kepercayaan diri.

  • Kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang disukai.

  • Enggan bersosialisasi.

  • Insomnia.

  • Sakit kepala.

  • Penurunan gairah seksual.

  • Gangguan keseimbangan hormon di dalam tubuh sehingga berisiko memicu permasalahan kulit (jerawat) dan menstruasi tidak teratur pada wanita.

  • Rasa kecewa berkepanjangan yang dapat memicu terjadinya depresi.

  • Menurunkan daya tahan tubuh sehingga cenderung lebih rentan terserang penyakit.

  • Memicu munculnya perilaku agresif, seperti tindakan menyakiti atau melukai diri sendiri (self harm) maupun orang lain.

  • Memicu munculnya keinginan untuk bunuh diri. 

 

Cara Menghilangkan Frustrasi

 

Untuk menghindari dampak negatif di atas, penting bagi setiap individu untuk mengatasi rasa frustrasinya sebaik mungkin. Secara umum, terdapat beberapa cara menghilangkan frustrasi yang dapat dilakukan dengan mudah, seperti menenangkan diri, mencari tahu penyebab frustrasi, berpikir positif, hingga bercerita dengan orang terdekat. Berikut penjelasan lengkapnya.

 

1. Menenangkan Diri

 

Cara menghilangkan frustrasi yang pertama adalah dengan menenangkan diri. Lakukanlah teknik pernapasan dengan menghela napas panjang lalu mengembuskannya secara perlahan untuk membuat tubuh menjadi lebih rileks.

 

Selain itu, cara ini juga bisa membuat pikiran menjadi lebih jernih, sehingga dapat membantu seseorang untuk mencari solusi dari suatu masalah dengan bijak.

 

2. Mencari Tahu Penyebab Frustrasi

 

Untuk mengelola dan meredakan rasa frustrasi secara bijak, ada baiknya untuk mencari tahu penyebab yang mendasari munculnya perasaan tersebut terlebih dahulu. Misalnya, catatlah semua hal-hal yang kerap mengganggu pikiran, lalu tentukanlah masalah mana saja yang dapat diperbaiki atau diubah.

 

Bahkan, selain mengelola dan mengatasi frustrasi, cara ini juga dapat membantu seseorang untuk lebih mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri.

 

3. Berpikir Positif

 

Cara mengelola rasa frustrasi berikutnya adalah dengan menanamkan pikiran positif dan meyakinkan diri bahwa semua masalah pasti ada solusinya. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri secara rutin. Selain itu, untuk menjernihkan pikiran, luangkanlah waktu untuk menyenangkan diri sendiri, seperti melakukan hobi, pergi berlibur, dan lain sebagainya.

 

4. Bercerita dengan Orang Terdekat

 

Bercerita kepada kerabat atau orang yang dapat dipercaya juga menjadi salah satu cara menghilangkan frustrasi yang dapat dilakukan dengan mudah. Pada dasarnya, hal ini bertujuan untuk mendapatkan dukungan dan motivasi dari orang lain agar bisa menjadi lebih kuat dalam menghadapi suatu permasalahan.

 

5. Berolahraga secara Rutin

 

Salah satu cara menghilangkan frustrasi yang tidak kalah penting adalah dengan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin. Pasalnya, olahraga dapat membantu tubuh untuk memproduksi hormon endorfin secara optimal. Di mana, hormon endorfin ini memiliki peran penting untuk meredakan stres dan meningkatkan rasa bahagia.

 

Frustrasi adalah keadaan yang tidak boleh diabaikan karena berisiko memicu terjadinya gangguan mental. Oleh karenanya, jangan ragu untuk berdiskusi dan meminta saran kepada psikolog atau psikiater melalui fitur Telekonsultasi jika Anda merasa frustrasi saat menghadapi suatu masalah. Fitur ini memungkinkan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara virtual dari mana saja dan kapan saja.


Selain itu, manfaatkan pula aplikasi MySiloam yang menyediakan berbagai fitur untuk memudahkan Anda dalam mengakses berbagai layanan kesehatan, seperti pesan paket kesehatan, cek hasil pemeriksaan, hingga buat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals terdekat. Mari nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail