Gastritis - Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Gastritis - Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengobatinya

30 Juni 2025 4 menit waktu baca
gastritis adalah

Gastritis adalah kondisi saat terjadi peradangan pada dinding lambung. Pada umumnya, gastritis disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat-obatan tertentu, konsumsi alkohol berlebihan, stres berlebihan, hingga penyakit autoimun.

 

Gejala gastritis meliputi sensasi nyeri, panas, atau perih di perut bagian atas, mual, muntah, atau gangguan pencernaan. Mari ketahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan cara mengobati gastritis di bawah ini.

 

Apa itu Gastritis?

 

Gastritis adalah gangguan pencernaan yang terjadi ketika lapisan dalam (mukosa) dinding lambung mengalami peradangan atau pembengkakan. Sebenarnya, kondisi ini cukup umum terjadi dan kerap dikenal dengan sebutan radang lambung.

 

Gastritis dapat terjadi secara tiba-tiba (radang lambung akut), bisa juga berlangsung dalam waktu yang lama (radang lambung kronis). Meski begitu, gastritis akut yang dibiarkan dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi gastritis kronis.

 

Pada dasarnya, gastritis adalah kondisi yang tidak berbahaya dan bisa disembuhkan melalui pengobatan tertentu. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, peradangan ini dapat berkembang menjadi penyakit refluks asam lambung atau GERD, bahkan meningkatkan risiko kanker.

 

Penyebab Gastritis

 

Penyebab gastritis akut dan kronis berbeda-beda, berikut masing-masing penjelasannya.

 

Penyebab Gastritis Akut

 

Gastritis akut disebabkan oleh rusaknya dinding lambung secara tiba-tiba. Hal ini mengakibatkan asam lambung dapat mengenai lapisan lambung dan menyebabkan iritasi. Adapun beberapa penyebab gastritis akut adalah:

 

  • Mengalami infeksi virus atau bakteri H. pylori.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid.
  • Kecanduan alkohol.
  • Menderita penyakit Crohn, divertikulitis, atau kanker saluran pencernaan.
  • Menderita penyakit autoimun.
  • Menggunakan ventilator.
  • Mengonsumsi NAPZA, terutama kokain.
  • Menelan zat bersifat asam yang dapat menyebabkan kerusakan pada dinding lambung, misalnya racun serangga.

 

Penyebab Gastritis Kronis

 

Sementara itu, gastritis kronis terjadi akibat peradangan yang dibiarkan dalam jangka panjang. Sejumlah penyebab gastritis kronis adalah sebagai berikut:

 

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti ibuprofen dan aspirin.
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah.
  • Mengalami stres berat berkepanjangan.
  • Menderita penyakit tertentu, seperti gagal ginjal dan diabetes.

 

Faktor Risiko Gastritis

 

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gastritis adalah sebagai berikut:

 

  • Pola makan tidak sehat, misalnya sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan pedas.
  • Kebiasaan merokok.
  • Penipisan lapisan mukosa lambung akibat pertambahan usia.
  • Terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri.
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Menderita penyakit liver atau ginjal.
  • Alergi makanan.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Menderita penyakit tertentu, seperti penyakit autoimun.

 

Jenis-Jenis Gastritis

 

Selain gastritis akut dan kronis, gastritis juga dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Gastritis infeksi, disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori, virus, atau jamur. Namun, lebih sering terjadi akibat bakteri.
  • Gastritis reaktif, terjadi karena lapisan lambung berinteraksi dengan zat penyebab iritasi seperti alkohol dalam waktu yang lama. Kondisi ini bersifat erosif, artinya mengikis lapisan lambung.
  • Gastritis autoimun, terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat di dinding lambung. Jenis gastritis ini umumnya bersifat kronis namun non erosif atau tidak menimbulkan pengikisan lapisan lambung.
  • Gastritis post-gastrektomi, disebabkan oleh trauma pada lapisan lambung dan menyebabkan lapisan lambung merosot. Kondisi ini biasanya terjadi setelah operasi.
  • Gastritis radiasi, terjadi akibat paparan radiasi yang mengiritasi lambung.
  • Gastritis eosinofilik, dipicu oleh reaksi tubuh terhadap zat alergen yang tidak diketahui.

 

Gejala Gastritis

 

Beberapa gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita gastritis adalah sebagai berikut:

 

  • Sensasi panas dan nyeri pada ulu hati.
  • Mual dan muntah.
  • Perut kembung.
  • Cegukan.
  • Cepat merasa kenyang.
  • Muntah darah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Feses berwarna hitam.
  • Mengalami gangguan pencernaan.

 

Diagnosis Gastritis

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Setelah itu, dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis, seperti:

 

  • Tes darah, tes sampel tinja, dan tes urea pernapasan untuk mendeteksi ada atau tidaknya bakteri H. pylori.
  • Gastroskopi (endoskopi lambung), untuk mengetahui adanya peradangan pada lambung. Prosedur ini dilakukan menggunakan selang berkamera yang dimasukkan melalui mulut.
  • Foto rontgen, untuk memantau kondisi saluran pencernaan bagian atas.

 

Komplikasi Gastritis

 

Sejumlah komplikasi yang bisa terjadi akibat gastritis adalah sebagai berikut:

 

  • Tukak lambung (ulkus peptikum).
  • Anemia akibat perdarahan pada dinding lambung.
  • Radang lambung atrofik.
  • Defisiensi vitamin B12 yang dapat menyebabkan anemia pernisiosa.
  • Kanker lambung.
  • Perforasi lambung, yaitu terbentuknya lubang pada dinding lambung.

 

Pengobatan Gastritis

 

Gastritis biasanya ditangani dengan pemberian obat antibiotik dan obat-obatan yang dapat menurunkan asam lambung. Beberapa pilihan obat untuk gastritis adalah sebagai berikut:

 

  • Antasida, untuk meredakan nyeri dengan menetralkan asam lambung.
  • Antibiotik, untuk mengatasi gastritis yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.
  • Obat penghambat pompa proton (PPI), untuk menurunkan produksi asam lambung.
  • Obat pelapis lambung, untuk meningkatkan produksi lendir pelindung lambung dan aliran darah ke lambung.

 

Selain mengonsumsi obat-obatan, perubahan gaya hidup yang disarankan bagi pasien gastritis adalah:

 

  • Makan dengan porsi sedikit namun lebih sering.
  • Menyusun pola makan teratur.
  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Menghindari makanan pedas, berminyak, dan asam.
  • Mengatasi stres dengan tepat.
  • Menghindari konsumsi minuman berkafein dan beralkohol.

 

Pencegahan Gastritis

 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gastritis adalah sebagai berikut:

 

  • Menghindari tidur setelah makan.
  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun untuk menghindari infeksi bakteri.
  • Membatasi asupan minuman berkafein dan beralkohol.
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Menerapkan posisi tidur yang baik untuk mencegah naiknya asam lambung.

 

Gastritis adalah kondisi medis yang terjadi karena radang lambung dan merasakan sensasi panas serta nyeri di bagian ulu hati. Gastritis disebabkan oleh infeksi bakteri H.pylori, kecanduan alkohol, hingga stres yang berkepanjangan. Salah satu pencegahannya adalah mengelola stres hingga meminum obat-obatan yang diresepkan dokter.

 

Apabila Anda merasakan gastritis yang serius, segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar terhindar dari komplikasi dan risiko-risiko lainnya, serta mendapatkan perawatan medis yang tepat.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail