Kesehatan Tubuh
Pertumbuhan Gigi Anak Terhambat? Awas Hypodontia

Table of Contents
Hypodontia adalah kondisi bawaan yang ditandai dengan hilangnya beberapa gigi sejak lahir. Dengan kata lain, seseorang yang mengalami hypodontia lahir tanpa satu bahkan hingga enam gigi. Kondisi ini bisa menimbulkan sejumlah masalah, seperti kesulitan berbicara atau mengunyah makanan. Lantas, seperti apa cara mengobatinya? Mari simak pembahasannya di bawah ini.
Apa itu Hypodontia?
Hypodontia adalah kondisi medis yang ditandai dengan tidak terbentuknya beberapa gigi sejak lahir. Kondisi ini merupakan bentuk agenesis gigi atau gigi yang hilang secara kongenital atau bawaan sejak lahir. Biasanya, seseorang yang menderita hypodontia kehilangan satu hingga enam giginya, tetapi tidak termasuk gigi bungsu (gigi geraham ketiga, yaitu gigi dewasa terakhir yang tumbuh di bagian paling belakang mulut).
Hypodontia bisa terjadi pada area mulut mana pun. Namun, kondisi ini lebih sering ditemukan pada:
-
Gigi seri pinggir atas: Gigi yang lebih kecil di samping kedua sisi dua gigi depan atas.
-
Gigi premolar kedua atas: Gigi yang berada di depan gigi geraham atas.
-
Gigi premolar kedua bawah: Gigi yang berada di depan gigi geraham bawah.
Kehilangan gigi sejak lahir dapat memengaruhi kemampuan seseorang berbicara dan mengunyah makanan. Selain itu, hypodontia dapat menyebabkan kerusakan gusi hingga bisa memicu gangguan pada pertumbuhan tulang rahang. Tulang rahang yang tidak tumbuh secara sempurna dapat membuatnya terlihat lebih kecil dari seharusnya.
Prevalensi hypodontia yang dilaporkan berkisar antara 1,6 –6,9%, tergantung pada populasi yang diteliti. Sebagian besar individu yang terkena hanya kehilangan satu atau dua gigi, dengan gigi premolar kedua permanen dan gigi seri lateral atas yang paling sering hilang.
Penyebab Hypodontia
Secara umum, hypodontia bisa dikategorikan sebagai cacat lahir. Terdapat beberapa gen yang menyebabkan hypodontia, yaitu EDA, EDAR, EDARADD, dan WNT1OB. Penderitanya mewarisi kondisi tersebut dari orang tua biologis. Pada beberapa kasus, hypodontia bisa terjadi karena seseorang mengidap penyakit tertentu, seperti infeksi dan efek samping perawatan kemoterapi atau radioterapi saat fase perkembangan gigi.
Penderita hypodontia biasanya juga mengalami kelainan yang dapat memengaruhi lamina gigi, yaitu pita jaringan di bawah gusi yang berfungsi sebagai lapisan untuk melindungi gigi. Faktor genetik masih menjadi penyebab utama kondisi ini. Namun, tidak menutup kemungkinan terdapat faktor-faktor lain yang memicu terjadinya hypodontia, seperti:
-
Penyakit yang disebabkan oleh infeksi, seperti kandidiasis atau rubella.
-
Displasia ektodermal, yaitu sekelompok kelainan genetik yang dapat menyebabkan kelainan pada rambut, kuku, gigi, kulit, kelenjar, dan lain-lain.
Gejala Hypodontia
Indikasi atau gejala utama hypodontia adalah ketika seseorang terlahir tanpa satu hingga enam gigi, kecuali gigi geraham bungsu (geraham ketiga). Hypodontia biasanya ditemukan pada bayi dan memengaruhi gigi susu dan ketika gigi susu copot, tetapi gigi permanen tidak tumbuh. Sementara itu, pada orang dewasa, hypodontia memengaruhi gigi dewasa atau permanen.
Penderita hypodontia mungkin juga memiliki gigi yang lebih kecil dari rata-rata gigi pada umumnya. Biasanya, gigi tersebut berbentuk pasak. Hal ini juga memungkinkan adanya celah dan ruang di antara gigi yang sudah ada atau tumbuh sebagaimana mestinya.
Agenesis gigi sering kali bersifat non-sindromik, namun dapat juga dikaitkan dengan cleft lip dan beberapa sindrom lainnya. Di sisi lain, hypodontia juga bisa menjadi gejala gangguan genetik tertentu. Beberapa kondisi hypodontia mengindikasikan gejala displasia ektodermal yang membuat penderitanya mengalami kondisi-kondisi berikut:
-
Kelainan pada kuku.
-
Penglihatan dan pendengaran memburuk.
-
Rambut menipis.
-
Kekurangan kelenjar keringat.
Diagnosis Hypodontia
Dokter akan menegakkan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu dengan menanyakan riwayat medis pasien dan keluarga. Selama pemeriksaan, dokter akan mengamati indikasi hypodontia lainnya, seperti gigi kecil, gigi berbentuk pasak, dan jarak antar gigi. Apabila diduga mengalami hypodontia, dokter dapat merekomendasikan tes rontgen gigi untuk mengonfirmasi diagnosis.
Pengobatan Hypodontia
Beberapa opsi pengobatan bisa direkomendasikan untuk mengobati hypodontia. Namun, dokter akan menyarankan untuk tidak melakukan apa pun apabila celah akibat gigi yang hilang berada di bagian belakang mulut. Adapun pilihan pengobatan hypodontia lainnya meliputi:
-
Gigi palsu sebagian.
-
Kawat gigi atau ortodonti lainnya.
-
Implan gigi.
-
Dental bridge.
Hypodontia biasanya disebabkan oleh faktor genetik sehingga tidak ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Apabila mengalami keluhan pada gigi dan mulut, sebaiknya segera berkonsultasi ke Dokter Gigi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang tepat mengingat sejumlah penyakit memiliki gejala yang serupa, tak terkecuali pada kondisi hypodontia.
Setiap pasien nantinya akan melalui prosedur pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan kondisinya. Dokter juga menyesuaikan tahapan diagnosis dan memberikan perawatan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga langkah-langkahnya bisa berbeda-beda.
Untuk menjadwalkan konsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengetahui jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Hypodontia (Missing Teeth). Diakses pada 2024 | NHS. Hypodontia. Diakses pada 2024 | NCBI. Hypodontia: An Update on Its Etiology, Classification, and Clinical Management. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
drg. Besar Riyanto, SpKG
Kedokteran Gigi
Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
drg. Rudy, SpKG, SH, FISQua, FICD
Kedokteran Gigi
Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Mataram
Tersedia :
Tersedia hari ini






