Kesehatan Mental
Mengenal Perilaku Impulsive Buying dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Bagi beberapa orang, belanja merupakan salah satu coping mechanism mereka dalam mengatasi stres. Sayangnya, kebiasaan ini cenderung menimbulkan perilaku impulsive buying. Impulsive buying adalah kebiasaan membeli barang tanpa memikirkan manfaat dan kebutuhan yang sebenarnya. Perilaku tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.
Apa itu Impulsive Buying?
Impulsive artinya suatu sikap ketika seseorang melakukan suatu tindakan tanpa memikirkan dampak dari apa yang dilakukan. Sementara itu, impulsive buying adalah suatu perilaku atau kebiasaan membeli barang tanpa direncanakan dan cenderung tidak dibutuhkan dan tidak memiliki manfaat tertentu.
Perilaku ini sering kali membuat pelakunya merasa menyesal dan stres karena telah membeli barang yang tidak berguna dan menghabiskan uangnya dengan sia-sia. Meski begitu, mereka cenderung mengulanginya lagi.
Apabila siklus tersebut terus berlangsung, maka dapat memicu risiko munculnya penyakit mental, seperti gangguan cemas, gangguan suasana hati, gangguan makan, hingga gangguan kepribadian. Sehingga, akan lebih baik jika perilaku ini segera dihentikan.
Perbedaan Impulsive dan Compulsive Buying
Impulsive buying sering dikaitkan dengan compulsive buying. Kedua kondisi tersebut sama-sama ditandai dengan perilaku belanja secara berlebihan. Lantas, apa perbedaan dari keduanya?
Seperti yang sudah dipaparkan, impulsive buying adalah pembelian barang yang tidak direncanakan sebelumnya. Perilaku ini biasanya dipengaruhi oleh promo menarik atau ketika seseorang tiba-tiba menemukan barang yang didambakan.
Pada dasarnya, impulsive buying tidak memiliki dampak negatif apabila sesuai dengan anggaran seseorang. Namun, sering kali perilaku ini tidak didasari dengan pemikiran yang matang sehingga pelakunya cenderung menyesalinya.
Sementara itu, compulsive buying tidak hanya sekedar membeli barang yang tidak direncanakan, namun kecenderungan untuk membeli banyak barang yang tidak dibutuhkan. Perilaku ini dilakukan untuk mendapatkan pengakuan dan meningkatkan suasana hati.
Penyebab Impulsive Buying
Impulsive buying adalah suatu sikap yang berasal dari keinginan untuk membahagiakan diri sendiri. Pada beberapa orang, tindakan ini dapat melepaskan hormon endorfin dan dopamin di otak, sehingga muncul sensasi menyenangkan. Hal inilah yang mendorong pelakunya melakukan impulsive buying terus-menerus.
Di samping itu, beberapa penyebab seseorang melakukan impulsive buying adalah sebagai berikut:
1. FOMO (Fear of Missing Out)
Orang yang sering melakukan impulsive buying biasanya sangat memperhatikan gengsi dan status sosial. Contoh impulsive buying dalam hal ini adalah membeli baju dengan harga mahal, meski sebenarnya tidak diperlukan. Selain itu, perilaku ini juga dapat dipicu oleh FOMO (Fear of Missing Out), yaitu rasa takut ketinggalan tren baru.
2. Ingin Mendapat Kebahagiaan
Salah satu penyebab impulsive buying adalah keinginan untuk menciptakan kebahagiaan. Pasalnya, sifat impulsif sendiri berkaitan dengan pelepasan stres dan depresi. Sayangnya, kebahagiaan tersebut hanya bersifat sementara, justru berpotensi memberikan masalah setelahnya, seperti penyesalan.
3. Mudah Tergoda
Adanya berbagai promo yang menarik sering kali membuat seseorang sulit menahan godaan, sehingga cenderung melakukan pembelian tanpa berpikir panjang. Terlebih lagi, promo-promo tersebut biasanya memiliki waktu singkat, akhirnya timbul sifat impulsif.
4. Ingin Sesuatu yang Baru
Manusia merupakan makhluk yang cenderung dinamis, sehingga mudah berubah. Hal ini menyebabkan manusia mudah merasa bosan. Rasa bosan tersebut akhirnya memicu untuk membeli barang baru, meskipun barang lama masih bisa digunakan.
Tanda-Tanda Impulsive Buying
Beberapa tanda seseorang memiliki perilaku impulsive buying adalah sebagai berikut:
- Pergi ke toko yang sering memicu pembelian secara impulsif.
- Sering menghabiskan lebih banyak uang dari yang direncanakan.
- Merasakan kepuasaan sementara setelah melakukan impulsive buying.
- Sering merasa menyesal akibat pembelian yang impulsif.
Dampak Impulsive Buying
Salah satu dampak impulsive buying yang kerap dirasakan adalah mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Selain itu, perilaku ini juga cenderung membuat abai dengan tanggung jawab dan berujung rusaknya hubungan dengan orang lain.
Cara Mengatasi Impulsive Buying
Impulsive buying adalah perilaku yang sebenarnya pernah dialami oleh hampir semua orang. Kondisi ini dapat berujung menjadi compulsive buying yang merupakan kondisi lebih serius dan memerlukan bantuan terapis dalam mengatasinya.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghentikan perilaku impulsive buying adalah sebagai berikut:
- Membuat anggaran keuangan, buatlah rancangan mengenai berapa banyak uang yang harus dikeluarkan dalam waktu tertentu. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengontrol diri ketika ingin membeli sesuatu.
- Menggunakan uang secara bijak, misalnya dengan memprioritaskan kebutuhan pokok rumah.
- Mencari cara lebih sehat untuk mengatasi stres, misalnya dengan berolahraga, berkebun, atau menonton film.
- Batasi penggunaan kartu kredit.
- Meminta bantuan teman, pasangan, atau keluarga untuk mengontrol keuangan.
- Membuat daftar belanja dan membuat komitmen pada diri sendiri untuk tidak membeli barang secara impulsif.
Impulsive buying adalah perilaku yang dapat menyebabkan seseorang merasa cemas berlebih, stres, bahkan depresi. Itulah mengapa, perlu segera dihentikan agar tidak menjadi semakin serius. Apabila Anda mengalami kondisi ini dan membutuhkan bantuan untuk mengatasinya, segera konsultasikan dengan dokter Siloam Hospitals terdekat.
Anda juga dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji temu dengan dokter terkait. Temukan fiturnya dalam aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda dalam menemukan Siloam Hospitals terdekat, melakukan self check in, dan antre melalui virtual queue sehingga Anda tidak perlu menunggu berlama-lama di rumah sakit. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







