Kesehatan Tubuh
Kanker Vagina, Jenis Kanker Langka yang Menyerang Wanita

Table of Contents
Vagina merupakan saluran penghubung antara serviks dengan bagian luar tubuh. Sama seperti organ-organ lainnya, vagina juga berisiko mengalami gangguan kesehatan, salah satunya yaitu kanker vagina. Kanker vagina adalah kondisi medis yang disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan sel kanker di vagina. Jenis kanker ini bisa berasal dari penyebaran kanker pada bagian tubuh lain ataupun berasal dari vagina itu sendiri.
Simak ulasan berikut untuk mengetahui penyebab, gejala, pengobatan, dan cara mencegah kanker vagina.
Apa Itu Kanker Vagina?
Kanker vagina adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal pada vagina. Kondisi ini terjadi ketika sel normal tumbuh secara tidak terkendali dan cancerous, sehingga berisiko menjadi kanker. Berbeda dengan kanker serviks, jenis kanker ini termasuk dalam penyakit langka yang jarang ditemukan.
Berdasarkan tempat bermulanya sel kanker, kanker vagina terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
-
Karsinoma sel skuamosa: Jenis kanker ini paling sering terjadi, bermula dari sel-sel tipis dan datar yang melapisi permukaan vagina.
-
Adenokarsinoma: Kanker yang bermula dari sel-sel kelenjar permukaan vagina.
-
Sarkoma vagina: Kanker ini berkembang dari sel-sel jaringan ikat atau sel otot di dinding vagina.
-
Melanoma: Bermula dari sel-sel penghasil melanosit (pigmen) di vagina.
Penyebab Kanker Vagina
Penyebab kanker pada vagina tidak diketahui secara pasti. Namun, sama halnya dengan jenis kanker pada umumnya, penyakit ini muncul ketika terjadi perubahan (mutasi) genetik sel yang kemudian tumbuh secara tak terkendali dan menyerang sel sehat di sekitarnya. Kanker ini juga sering dikaitkan dengan infeksi virus HPV (human papillomavirus).
Selain itu, terdapat pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang terkena kanker vagina, antara lain:
-
Berusia di atas 60 tahun.
-
Menderita kelainan sel prakanker.
-
Pernah menjalani histerektomi (prosedur pengangkatan rahim) akibat kanker.
-
Memiliki kebiasaan merokok.
-
Berhubungan seksual pada usia dini.
-
Sering berganti pasangan hubungan seksual atau terinfeksi HIV.
Gejala Kanker Vagina
Pada tahap awal, jenis kanker ini tidak menimbulkan gejala atau tanda tertentu. Namun seiring berkembangnya penyakit, beberapa gejala yang biasanya muncul adalah:
-
Muncul benjolan pada vagina.
-
Vagina terasa gatal dan tak kunjung hilang.
-
Nyeri saat buang air kecil.
-
Nyeri panggul.
-
Keputihan mengandung darah, encer, dan berbau.
-
Mengalami perdarahan abnormal di vagina, misalnya setelah berhubungan seksual atau pascamenopause.
Diagnosis Kanker Vagina
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk mengecek tanda-tanda yang menunjukkan adanya kanker pada vagina. Untuk membantu menegakkan diagnosis, dokter biasanya meminta pasien menjalani beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Pap smear: Prosedur ini biasanya dilakukan untuk memeriksa kanker serviks serta mendeteksi kanker vagina.
-
Kolposkopi: Pemeriksaan vagina menggunakan alat pembesar khusus yang dilengkapi dengan lampu bernama colposcope. Tujuannya adalah memperbesar permukaan vagina untuk menemukan keberadaan sel abnormal.
-
Biopsi: Pengambilan sampel jaringan yang dicurigai sebagai sel kanker untuk diperiksa di laboratorium patologi anatomi.
-
Tes pencitraan dengan CT scan, PET scan, atau MRI: Untuk memastikan penyebaran sel kanker.
Tes pencitraan juga berguna untuk menentukan stadium kanker yang terdiri dari:
-
Stadium 1: Kanker hanya berada di dinding vagina.
-
Stadium 2: Kanker menyebar ke jaringan di dekat vagina tetapi belum sampai ke dinding panggul.
-
Stadium 3: Kanker telah menyebar ke area panggul dan kelenjar getah bening di sekitarnya.
-
Stadium 4: Pada stadium 4A, kanker menyebar ke kelenjar getah bening atau rektum. Sedangkan pada stadium 4B, kanker menyebar lebih jauh ke organ-organ lain, seperti paru-paru atau hati.
Pengobatan Kanker Vagina
Pengobatan jenis kanker ini tergantung dari tingkat keparahan penyakit. Beberapa pilihan pengobatan yang biasanya ditujukan untuk penderita kanker vagina adalah:
-
Operasi, yaitu pengobatan kanker yang paling umum dilakukan. Terdapat beberapa pilihan operasi pada jenis kanker ini, di antaranya pengangkatan tumor kecil, pengangkatan vagina (vaginektomi), dan pengangkatan sebagian besar organ panggul (eksenterasi panggul).
-
Radioterapi, yaitu pengobatan yang menggunakan sinar radiasi bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.
-
Kemoterapi, yaitu pemberian obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan atau menghancurkan sel-sel kanker.
Komplikasi Kanker Vagina
Kanker pada vagina yang tidak segera ditangani dapat meluas dan menyebar (metastasis) ke jaringan di sekitar vagina. Bahkan, kanker tersebut bisa menyebar hingga ke organ yang letaknya jauh, seperti hati, paru-paru, dan tulang. Terjadinya komplikasi ini dapat membuat peluang kesembuhan pasien kanker vagina semakin kecil.
Cara Mencegah Kanker Vagina
Hingga saat ini, penyebab kanker pada vagina tidak diketahui secara pasti sehingga tidak ada pencegahan khusus. Namun, beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko penyakit kanker vagina adalah sebagai berikut:
-
Menghentikan kebiasaan merokok.
-
Menjalani pemeriksaan pap smear dan organ reproduksi secara rutin.
-
Menjalani vaksinasi HPV.
-
Menggunakan pengaman saat berhubungan seksual.
-
Menghindari hubungan seksual di usia dini.
-
Tidak bergonta-ganti pasangan untuk berhubungan seksual.
Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila gejala-gejala yang disebutkan merujuk pada kondisi medis lainnya.
Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan kondisi ini, seperti muncul benjolan pada vagina, nyeri saat buang air kecil, dan keputihan dengan bau yang kuat, segera kunjungi Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah disesuaikan dengan kondisi medis pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







