Koledokolitiasis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Koledokolitiasis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

19 Mei 2025 4 menit waktu baca
koledokolitiasis adalah

Koledokolitiasis adalah kondisi ketika terdapat batu di dalam saluran empedu. Secara umum, kondisi ini tidak menimbulkan gejala yang signifikan pada saat awal terjadi, namun jika dibiarkan dapat menyumbat aliran empedu dan memicu sejumlah keluhan kesehatan. Agar lebih memahami tentang koledokolitiasis, mari kenali lebih lanjut penyebab, gejala, pengobatan, hingga komplikasinya dalam ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Koledokolitiasis?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, koledokolitiasis atau choledocholithiasis adalah kondisi ketika terdapat batu di dalam saluran empedu. Istilah tersebut berasal dari bahasa Latin yang mana “choledocho” berarti saluran empedu dan “lithiasis” artinya batu. 

 

Penyebab Koledokolitiasis

 

Perlu diketahui terlebih dahulu, bahwa salah satu fungsi organ hati adalah memproduksi cairan empedu. Setelah diproduksi, cairan empedu tersebut tidak mengendap di hati. Sebagian cairan empedu atau sekitar 50% akan tersimpan pada kantong empedu. 

 

Ketika dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan, cairan empedu yang tersimpan pada kantong empedu akan dialirkan ke usus melalui saluran empedu. Jika seseorang menderita batu kantong empedu (kolelitiasis), batu tersebut dapat ikut mengalir hingga akhirnya mengendap di saluran empedu, yang pada akhirnya disebut dengan batu saluran empedu (koledokolitiasis).

 

Selain karena batu yang ‘terbawa’ dari kantong empedu, koledokolitiasis juga mungkin terbentuk langsung di saluran empedu. Hal ini dapat terjadi jika cairan empedu mengendap pada saluran tersebut.

 

Batu pada saluran empedu dapat bervariasi penyebab dan jenisnya. Pada umumnya, batu tersebut dibagi menjadi tiga jenis, di antaranya:

 

  • Batu empedu kolesterol, terbentuk dari tumpukan kolesterol.

  • Batu empedu pigmen, terbentuk dari tumpukan bilirubin.

  • Batu empedu campuran, terbentuk dari campuran kolesterol dan bilirubin.

 

Sebagai informasi, ada juga faktor-faktor yang memicu seseorang lebih berisiko terkena koledokolitiasis, di antaranya adalah:

 

  • Wanita.

  • Lanjut usia.

  • Memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

  • Obesitas.

  • Penurunan berat badan yang drastis.

  • Pernah menderita batu empedu.

  • Menderita sirosis hati.

 

Gejala Koledokolitiasis

 

Jika batu berukuran kecil dan tidak menyumbat saluran empedu, koledokolitiasis sering kali tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Gejala biasanya baru muncul ketika batu yang berada di saluran empedu sudah menyumbat aliran empedu. Beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita koledokolitiasis adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri perut bagian kanan atas, biasanya dirasakan setelah makan.

  • Mual dan muntah.

  • Kekuningan pada mata dan kulit.

  • Perubahan warna urine menjadi lebih gelap.

  • Demam.

 

Diagnosis Koledokolitiasis

 

Untuk mendiagnosis koledokolitiasis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis atau anamnesis terhadap keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, salah satunya di area perut.

 

Lalu, apabila dokter mencurigai adanya masalah pada sistem empedu, mungkin akan dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mengonfirmasi kondisi pasien. Pemeriksaan tersebut termasuk pemeriksaan laboratorium dan skrining radiologi. Berikut uraian lengkapnya.

 

  • Pemeriksaan laboratorium dengan sampel darah. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mengonfirmasi koledokolitiasis secara lebih akurat. Tes darah meliputi pemeriksaan:

    • Hematologi rutin.

    • Fungsi liver.

    • Kadar bilirubin.

  • Skrining radiologi, untuk memastikan ada atau tidaknya batu di dalam saluran empedu. Pemeriksaan ini meliputi:

    • USG transabdominal, untuk mengecek ukuran saluran empedu.

    • Endoscopic retrograde cholangiography (ERCP), pemeriksaan yang dilakukan menggunakan tabung dengan kamera yang dimasukkan melalui mulut untuk melihat batu dan penyempitan saluran empedu.

    • Magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP), mirip seperti prosedur MRI untuk melihat kondisi empedu dan pankreas menggunakan gelombang radio.

 

Pengobatan Koledokolitiasis

 

Tujuan utama pengobatan koledokolitiasis adalah mengatasi penyumbatan pada saluran empedu. Penyumbatan tersebut bisa diatasi melalui pembedahan untuk mengangkat batu yang menyumbat saluran empedu. Prosedur yang paling umum digunakan adalah ERCP

 

Pada prosedur ERCP, dokter akan menggunakan alat berupa tabung kecil dengan kamera, yang dimasukkan dari mulut menuju organ hati, kantong empedu, dan saluran empedu. Kemudian, dokter akan membuat sayatan kecil pada area perut untuk mengatasi penyumbatan yang ada di saluran empedu tersebut.

 

Setelah penyumbatan teratasi, dokter juga dapat juga merekomendasikan pengangkatan kantong empedu. Hal ini dilakukan untuk mencegah lebih banyak batu yang keluar dari kantong empedu menuju saluran empedu dan menyebabkan penyumbatan berulang.

 

Komplikasi Koledokolitiasis

 

Jika tidak ditangani dengan baik, batu yang menyumbat saluran empedu dapat memicu terjadinya sejumlah komplikasi, mulai dari kolangitis (perdangan karena infeksi saluran empedu), kolesistitis (peradangan pada kantong empedu), serta pankreatitis. 

 

Pencegahan Koledokolitiasis

 

Pola hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko terjadinya koledokolitiasis, terutama dengan mengontrol pola makanan sehari-hari. Adapun perencanaan asupan makanan yang perlu disesuaikan untuk membantu mencegah koledokolitiasis adalah sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi makanan kaya serat, seperti buah, sayur-mayur, dan oat.

  • Mengonsumsi lemak sehat, seperti minyak ikan atau minyak zaitun

  • Mengurangi konsumsi lemak trans, seperti gorengan yang digoreng menggunakan minyak berulang.

  • Mengurangi konsumsi gula berlebih.



Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi koledokolitiasis. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi koledokolitiasis dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 


Kemudian, sebagai upaya lebih lanjut dalam mencegah koledokolitiasis atau menjaga kesehatan sistem pencernaan, Anda juga dapat melakukan Skrining Sistem Pencernaan Lengkap di Siloam Hospitals. Paket pemeriksaan tersebut bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail