Kesehatan Tubuh
Kostokondritis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Costochondritis atau kostokondritis adalah peradangan di tulang rawan yang dapat menyebabkan nyeri dada sebagai gejala utamanya. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.
Apakah kostokondritis berbahaya? Umumnya, kondisi ini tidak cukup serius dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu, namun tak menutup kemungkinan kondisi ini memerlukan pengobatan dari dokter jika gejala tidak kunjung membaik atau justru mengalami perburukan. Mari simak pembahasan lebih lanjut tentang kostokondritis di bawah ini.
Apa itu Kostokondritis?
Kostokondritis (costochondritis) adalah kondisi ketika sendi kostokondral, kartilago, atau tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dan tulang dada bagian depan tengah (sternum) mengalami peradangan. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri di dada seperti nyeri dada pada pasien serangan jantung.
Kostokondritis juga dikenal dengan sakit pada dinding dada, costosternal chondrodynia, atau sindrom kostosternal. Pada beberapa kasus, kostokondritis dapat disertai dengan sindrom Tietze, yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan rasa nyeri pada satu posisi tertentu dan pembengkakan pada dada. Namun sebagai informasi, sindrom Tietze ini jarang terjadi.
Kostokondritis adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak dan remaja, terutama bagi yang berusia 10–21 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan juga dialami oleh orang dewasa, terutama wanita.
Penyebab Kostokondritis
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab kostokondritis. Namun, beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kostokondritis adalah:
-
Cedera pada dada, misalnya akibat kecelakaan atau benturan.
-
Batuk parah terus-menerus hingga membuat dada terasa nyeri.
-
Mengalami infeksi virus, bakteri, atau jamur, seperti pada penyakit aspergillosis, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi tuberkulosis.
-
Melakukan aktivitas fisik secara berlebihan, seperti olahraga angkat berat.
-
Menderita penyakit arthritis, seperti osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.
-
Menderita penyakit tumor jinak maupun ganas (kanker) di area tulang rawan rusuk atau sendi kostosternal.
-
Baru saja menjalani operasi di daerah dada.
-
Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
-
Kebiasaan merokok.
-
Penyalahgunaan narkotika dengan menggunakan jarum suntik.
-
Kelebihan berat badan (gemuk).
Gejala Kostokondritis
Gejala utama kostokondritis adalah rasa nyeri pada dada yang muncul secara tiba-tiba, namun bisa juga berkembang secara perlahan. Rasa nyeri tersebut sering kali terasa di dada sebelah kiri, dengan ciri-ciri sebagai berikut:
-
Rasa sakit dapat menyebar hingga ke perut dan punggung.
-
Dada terasa seperti ditekan atau ditusuk.
-
Rasa nyeri bisa muncul di lebih dari satu tulang rusuk.
-
Nyeri terasa lebih parah saat penderitanya batuk, bersin, berbaring, bergerak, atau menarik napas panjang.
-
Merasa sesak napas atau kesulitan dalam bernapas.
Diagnosis Kostokondritis
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan.
Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik di mana dokter akan melakukan palpasi atau meraba area tulang dada pasien serta mencoba menggerakkan tulang rusuk atau lengan pasien untuk melihat apakah terdapat gejala yang muncul. Pemeriksaan ini ditujukan untuk memeriksa ada atau tidaknya pembengkakan, infeksi, maupun peradangan pada tubuh pasien.
Apabila diperlukan, dokter akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang lain untuk mengonfirmasi diagnosis kostokondritis, seperti:
-
Tes darah.
-
Rontgen.
-
Ekokardiografi jantung.
Pemeriksaan penunjang tersebut bertujuan untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi medis lainnya yang juga dapat menimbulkan gejala serupa, seperti penyakit paru-paru, serangan jantung, osteoarthritis, dan gangguan pencernaan.
Komplikasi Kostokondritis
Kostokondritis adalah penyakit yang dapat berlangsung dalam waktu yang lama sehingga berpotensi membuat kualitas hidup penderitanya menurun. Bahkan, meski penderita sudah mendapatkan pengobatan, kostokondritis dapat kembali dirasakan, terutama jika penderitanya kerap melakukan aktivitas fisik secara berlebihan, seperti mengangkat beban berat.
Cara Mengatasi kostokondritis
Kostokondritis adalah kondisi yang umumnya dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu, namun bisa juga berlangsung hingga berbulan-bulan. Jadi, jika gejala kostokondritis tak kunjung membaik, sebaiknya penderita mendapatkan pengobatan secara medis. Adapun beberapa pilihan pengobatan kostokondritis adalah sebagai berikut:
-
Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai resep dari dokter jika nyeri dada terasa mengganggu.
-
Mengonsumsi obat antibiotik jika kostokondritis disebabkan oleh infeksi bakteri.
-
Jika muncul rasa nyeri yang berat dan obat-obatan antinyeri tidak efektif dalam meredakan rasa nyeri, dokter dapat memberikan kortikosteroid oral atau suntik untuk meredakan peradangan.
-
Meletakkan kompres hangat atau kompres dingin pada area yang terasa nyeri.
-
Menghindari aktivitas fisik yang berpotensi memperparah rasa nyeri, terutama pada penderita kostokondritis persisten atau kronis.
-
Menjalani fisioterapi dengan melakukan latihan peregangan otot dada secara perlahan.
-
Menjalani prosedur TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) untuk menghentikan saraf mengirimkan sinyal sakit ke otak.
Apabila kostokondritis tidak kunjung sembuh melalui beberapa metode pengobatan di atas, dokter dapat menyarankan pembedahan atau operasi sebagai pilihan terakhir. Pembedahan ini bertujuan untuk mengangkat bagian tulang rusuk yang meradang.
Cara Mencegah Kostokondritis
Mengingat bahwa penyebab kostokondritis belum diketahui secara pasti, maka penyakit ini pun juga sulit untuk dicegah. Meski begitu, beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kostokondritis adalah sebagai berikut:
-
Menghindari interaksi atau kontak langsung dengan orang yang sedang menderita infeksi saluran napas.
-
Rajin mencuci tangan.
-
Menggunakan masker saat berada di luar ruangan.
-
Hindari melakukan olahraga berat atau angkat beban secara berlebihan.
-
Mengenakan sabuk pengaman saat berkendara atau alat pelindung diri saat berolahraga untuk menghindari cedera akibat kecelakaan atau benturan.
Itulah penjelasan mengenai kostokondritis yang perlu Anda pahami. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah pada kostokondritis. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan secara tepat.
Anda juga dapat memesan paket Fisioterapi dari Siloam at Home yang praktis dan mudah karena dilakukan langsung di rumah Anda. Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit. Fisioterapi bisa dilakukan untuk semua kalangan usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Rontgen Dada
Rontgen / X-Ray
Rp191.000
TERPOPULER
Rontgen Dada/Thorax PA + Lateral
Rontgen / X-Ray
Rp382.000
TERPOPULER
CT Thorax Non-CNTRS / CT Scan Dada
CT Scan
Rp2.079.000







