Kesehatan Tubuh
Kriptorkismus - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Table of Contents
Undescended testis, testis tidak turun, atau kriptorkismus adalah kondisi medis ketika buah zakar (testis) tidak turun ke skrotum pada bayi laki-laki. Secara umum, kriptorkismus termasuk kondisi langka, namun kerap terjadi pada bayi laki-laki yang lahir secara prematur.
Mari simak ulasan berikut untuk mengetahui penyebab, gejala, penanganan, hingga langkah pencegahan kriptorkismus selengkapnya.
Mengenal Kriptorkismus
Undescended testis atau kriptorkismus adalah kelainan pada bayi laki-laki berupa tidak turunnya testis ke kantong skrotum. Kondisi ini dapat terjadi karena terhentinya proses penurunan testis dari rongga perut ke dalam kantong skrotum selama janin di dalam kandungan.
Awal mula terbentuknya testis pada janin terjadi di dalam rongga perut. Di mana pada fase tersebut, proses perkembangan testis jarang menimbulkan masalah atau kelainan tertentu. Namun, ketika testis mulai turun dari rongga perut menuju kantong skrotum melalui saluran inguinal, kondisi inilah yang kerap terjadi gangguan dan menyebabkan kriptorkismus.
Berdasarkan jumlah buah testis yang terdampak, kriptorkismus dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu:
- Unilateral kriptorkismus, yaitu kondisi ketika hanya salah satu testis yang tidak turun ke kantong skrotum.
- Bilateral kriptorkismus, yaitu kondisi ketika dua buah testis tidak turun ke kantong skrotum.
Penyebab Kriptorkismus
Belum diketahui secara pasti apa penyebab dari kriptorkismus pada bayi. Kendati demikian, terdapat dugaan bahwa penyebab testis tidak turun ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.
Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kriptorkismus adalah sebagai berikut:
- Kelahiran prematur.
- Berat badan lahir rendah (BBLR).
- Kondisi tertentu yang dapat memengaruhi proses perkembangan janin, seperti down syndrome atau kelainan pada dinding perut.
- Memiliki keluarga dengan riwayat kriptorkismus atau gangguan perkembangan organ reproduksi lainnya.
- Konsumsi alkohol berlebih selama masa kehamilan.
- Kebiasaan merokok atau terpapar oleh asap rokok secara terus-menerus selama masa kehamilan.
- Terpapar oleh zat kimia pestisida selama masa kehamilan.
Gejala Kriptorkismus
Umumnya, kriptorkismus tidak menimbulkan rasa nyeri ataupun gejala tertentu pada penderitanya. Kendati demikian, dokter dapat mendeteksi kriptorkismus dengan melihat serta meraba area skrotum pada bayi laki-laki yang baru lahir.
Komplikasi Kriptorkismus
Bila tidak ditangani dengan tepat, kriptorkismus berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:
- Infertilitas.
- Hernia inguinalis.
- Stres dan depresi.
- Torsio testis.
- Kanker testis.
Diagnosis Kriptorkismus
Langkah awal yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis kriptorkismus adalah wawancara medis guna memastikan riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Lalu, dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien dengan melihat serta meraba kantong skrotum dan testis.
Untuk memastikan kriptorkismus, dokter akan melanjutkan diagnosis melalui beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
- Laparoskopi, yaitu tindakan medis dengan memasukkan tabung kecil yang dilengkapi oleh kamera melalui sayatan kecil di perut untuk menemukan testis di dalam rongga perut.
- Tes darah untuk mendeteksi kadar hormon androgen yang memengaruhi proses penurunan testis menuju skrotum.
- USG atau MRI untuk memeriksa kondisi serta memastikan posisi testis di dalam rongga perut ataupun saluran inguinal.
Pengobatan Kriptorkismus
Pada dasarnya, kriptorkismus yang dialami oleh bayi berusia di bawah 6 bulan tidak memerlukan penanganan khusus karena testis masih bisa turun dengan sendirinya. Namun, apabila testis tidak kunjung turun setelah bayi berusia di atas 6 bulan, dokter akan melakukan sejumlah tindakan medis untuk menangani kriptorkismus serta mencegah komplikasi. Adapun beberapa tindakan medis yang dilakukan untuk menangani kriptorkismus adalah sebagai berikut:
1. Tindakan Operasi
Tindakan operasi yang dilakukan untuk menangani kriptorkismus adalah orkidopeksi, yaitu prosedur pembedahan dengan membuat sayatan di area perut atau selangkangan guna memindahkan testis ke skrotum.
Apabila posisi testis mendekati rongga perut, dokter juga dapat menggunakan metode laparoskopi untuk membantu memindahkan testis ke skrotum.
2. Terapi Hormon
Pada beberapa kasus, terapi hormon hCG dapat dipilih oleh dokter untuk menangani kriptorkismus guna merangsang testis turun menuju skrotum.
Pencegahan Kriptorkismus
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kriptorkismus adalah sebagai berikut:
- Mengontrol kehamilan secara rutin.
- Menjalani gaya hidup sehat selama masa kehamilan dengan olahraga ringan secara rutin serta mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
- Menghindari paparan asap rokok selama masa kehamilan.
- Tidak mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan.
Jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter kami apabila mencurigai adanya kriptorkismus pada bayi.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji temu dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan percayakan kesehatan Anda serta buah hati #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini







