Liposarcoma - Penyebab, Gejala, beserta Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Liposarcoma - Penyebab, Gejala, beserta Pengobatannya

28 Mei 2025 4 menit waktu baca
Liposarcoma adalah

Liposarcoma adalah kanker yang menyerang jaringan lemak. Jenis kanker ini cukup jarang terjadi atau bisa dibilang langka, terutama pada anak-anak. Biasanya, liposarcoma atau kanker jaringan lemak ini dialami oleh orang-orang berusia 50–65 tahun. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai liposarcoma, mari simak ulasan selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Liposarcoma?

 

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa kanker jaringan lemak atau liposarcoma adalah jenis kanker langka yang menyerang jaringan lemak. Jenis kanker ini dapat terjadi pada seluruh jaringan lemak di dalam tubuh, namun lebih sering terjadi pada lengan, perut, dan tungkai. Meski lebih umum dialami oleh orang dewasa tua, liposarcoma tetap berisiko terjadi pada semua usia.

 

Pada sebagian besar kasus, benjolan liposarcoma berkembang sangat lambat dan jarang menimbulkan rasa nyeri. Sehingga, banyak penderita yang tidak menyadari adanya perubahan pada tubuh. Biasanya, perubahan baru disadari ketika terdapat benjolan di lengan atau tungkai yang tidak kunjung hilang dan semakin membesar.

 

Jenis-Jenis Liposarcoma

 

Liposarcoma terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah well-differentiated liposarcoma (WDLS), myxoid liposarcoma atau round cell liposarcoma, dedifferentiated liposarcoma (DDLS), dan pleomorphic liposarcoma. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.

 

  • Well-differentiated liposarcoma (WDLS): Jenis liposarcoma yang paling umum terjadi, ditandai dengan pertumbuhan tumor yang lambat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Tumor ini dapat muncul di lengan, kaki, atau perut.

  • Myxoid liposarcoma atau round cell liposarcoma: Jenis liposarcoma ini dapat menyerang orang dewasa usia 35–55 tahun. Tumor ini biasanya berkembang di kaki, namun dapat menyebar ke jaringan lunak di sekitarnya, seperti otot dan kulit. Kondisi ini juga bisa terjadi di tulang, seperti tulang panggul, tulang belakang, serta organ tubuh lain, salah satunya paru-paru.

  • Dedifferentiated liposarcoma (DDLS): Pada sebagian kasus, kondisi ini merupakan perkembangan dari WDLS. Namun, berbeda dengan WDLS, jenis tumor ini dapat berkembang dengan sangat cepat. DDLS biasanya muncul di perut bagian belakang, namun bisa juga muncul di lengan dan tungkai.

  • Pleomorphic liposarcoma: Jenis liposarcoma ini paling jarang terjadi. Tumor ini bisa tumbuh dengan sangat cepat dan menyebar ke paru-paru yang biasanya dimulai dari lengan atau kaki. Kondisi ini memiliki prognosis terburuk di antara jenis liposarcoma lainnya.

 

Penyebab Liposarcoma

 

Penyebab liposarcoma adalah adanya perubahan atau mutasi DNA, sehingga dapat membuat sel-sel terus membelah dan membentuk tumor. Akan tetapi, belum diketahui secara pasti apa penyebab mutasi tersebut. Penting untuk diketahui bahwa liposarcoma tidak berkembang dari lipoma yang sepenuhnya bersifat jinak.

 

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya liposarcoma adalah sebagai berikut:

 

  • Pernah menjalani radioterapi kanker.

  • Kerusakan atau trauma pada sistem pembuluh darah limfatik.

  • Terkena paparan bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker, misalnya vinyl chloride (bahan untuk pembuatan plastik), arsenik, dioksin (asap hasil pembakaran sampah), serta insektisida dan herbisida.

  • Terdapat keluarga dengan riwayat liposarcoma atau jenis kanker lainnya.

 

Gejala Liposarcoma

 

Mengingat bahwa liposarcoma jarang menimbulkan gejala di tahap awal, maka tidak banyak penderita yang langsung menyadari perubahan maupun gejala abnormal di dalam tubuh. Liposarcoma biasanya dapat menyebabkan rasa nyeri sejak awal berkembang ketika menekan saraf.

 

Kebanyakan pasien dengan liposarcoma tidak memiliki gejala. Gejala berkembang hanya ketika tumor tumbuh cukup besar untuk menimbulkan efek massa pada struktur di sekitarnya. Gejala umum yang sering terjadi adalah nyeri, bengkak atau edema, kelelahan, penurunan berat badan, mual, dan muntah.

 

Di samping itu, liposarcoma yang terjadi pada organ tubuh, misalnya paru-paru, biasanya dapat menyebabkan penderita kesulitan bernapas. Seiring perkembangan penyakit, beberapa gejala akibat liposarcoma adalah sebagai berikut:

 

Gejala liposarcoma pada lengan atau tungkai, di antaranya:

 

  • Munculnya benjolan di bawah lapisan kulit lengan atau tungkai.

  • Nyeri dan pembengkakan.

  • Penurunan fungsi lengan atau tungkai.

 

Gejala liposarcoma pada perut, yaitu:

 

  • Perut bengkak.

  • Sembelit.

  • BAB berdarah.

  • Nyeri dan kram perut.

  • Kesulitan bernapas.

  • Lebih cepat merasa kenyang daripada biasanya.

  • Muntah darah.

Diagnosis Liposarcoma

 

Untuk menegakkan diagnosis liposarcoma, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa benjolan yang muncul di permukaan kulit. 

 

Kemudian, dokter juga melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan tersebut meliputi:

 

  • Biopsi. Sampel biopsi kemudian dibawa ke laboratorium untuk mengetahui apakah sel tersebut bersifat kanker atau tidak. 

  • Tes pencitraan, seperti rontgen, CT scan, PET scan, dan MRI. Tes pencitraan akan menghasilkan gambar bagian dalam tubuh untuk menentukan ukuran liposarkoma.

 

Pengobatan Liposarcoma

 

Pengobatan liposarcoma akan disesuaikan dengan lokasi dan tingkat keparahan atau stadium kanker. Pengobatan tersebut umumnya meliputi operasi untuk mengangkat jaringan kanker, kemoterapi, dan radioterapi. Dokter mungkin tidak hanya menggunakan salah satu pengobatan, namun bisa mengombinasikan dua atau lebih perawatan. Misalnya, operasi dan kemoterapi.

 

Pencegahan Liposarcoma

 

Hingga kini, belum ada cara khusus yang bisa digunakan untuk mencegah liposarcoma, terutama pada orang yang mewarisi kondisi ini dari keluarganya. Kendati demikian, seseorang dapat meminimalkan risiko terjadinya liposarcoma dengan menghindari paparan bahan kimia beracun dan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

 

  • Menghentikan kebiasaan merokok.

  • Tidak membakar sampah plastik.

  • Menghindari paparan asap polutan, insektisida, racun arsenik, dan herbisida.

  • Menggunakan alat pelindung khusus bila bekerja di bidang pertanian atau yang berisiko terpapar zat kimia.

  • Olahraga yang rutin.

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

  • Menjalani medical check up secara rutin.

 

Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Sebagai salah satu pusat unggulan kanker di Indonesia, MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk pengobatan kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim medis yang berpengalaman. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

message

ArticleDetail