Kesehatan Mental
Mengenal Monday Blues, Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Monday blues adalah kondisi ketika seseorang memiliki perasaan negatif saat memasuki hari Senin. Pada kondisi ini, seseorang dapat merasa cemas, takut, atau bahkan depresi untuk menghadapi hari Senin. Lantas, apa penyebab Monday blues dan bagaimana cara mengatasinya? Mari simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Monday Blues?
Monday blues adalah istilah untuk menggambarkan perasaan negatif yang terjadi pada awal minggu kerja, tepatnya hari Senin. Namun, kondisi ini bukanlah istilah medis dan tidak menggambarkan kondisi spesifik yang bisa didiagnosis. Maka dari itu, Monday blues tidak terdaftar sebagai gangguan kesehatan mental dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, 5th edition, text revision (DSM-5-TR).
Di samping itu, beberapa orang mungkin mendapati bahwa Monday blues yang mereka alami juga berasal dari kondisi yang serupa, yaitu Sunday scaries. Sebagai informasi, Sunday scaries adalah kondisi yang dapat menimbulkan gejala berupa gelisah, khawatir, dan takut yang terjadi secara terus-menerus pada hari Minggu malam.
Penyebab Monday Blues
Secara umum, Monday blues dapat terjadi ketika seseorang merasa stres karena harus kembali ke rutinitas sehari-hari, seperti sekolah atau bekerja. Adapun sejumlah kondisi yang kerap menyebabkan seseorang mengalami Monday blues adalah sebagai berikut:
-
Merasa tidak puas dengan pekerjaan yang sedang dijalani atau burnout.
-
Merasakan adanya antisipasi terhadap tekanan dari pekerjaan. Memikirkan tekanan dan jumlah pekerjaan yang akan dihadapi pada hari Senin dapat menjadi salah satu penyebab monday blues.
-
Distorsi kognitif (cognitive distortion), yaitu pola pikir berlebihan yang dapat memengaruhi cara seseorang dalam memandang dunia. Beberapa contoh distorsi kognitif, di antaranya:
-
Catastrophizing: Suatu pola pikir yang membuat seseorang sering memikirkan hal-hal terburuk.
-
Overgeneralizing: Pola pikir ketika seseorang berasumsi bahwa kejadian dari suatu peristiwa akan berlaku pada peristiwa lainnya.
-
Black-and-white thinking: Distorsi kognitif yang membuat seseorang berpikir secara ekstrem, yaitu anggapan bahwa dunia ini hanyalah hitam-putih, tidak ada abu-abu. Hanya ada kejahatan-kebaikan dan tidak ada di antaranya.
-
Melakukan kebiasaan buruk di akhir pekan, seperti memiliki pola tidur yang berlebihan dan berbeda dengan hari lainnya. Selain itu, penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang yang dilakukan di akhir pekan juga bisa memengaruhi suasana hati pada hari Senin pagi.
Gejala Monday Blues
Secara umum, gejala Monday blues dapat menyerupai gejala dari gangguan kesehatan mental tertentu, seperti depresi, gangguan kecemasan, atau adjustment disorder. Adapun gejala utama Monday blues adalah suasana hati buruk pada Senin pagi. Pada kondisi ini, seseorang dapat mengalami perasaan tertekan ketika harus kembali menjalani rutinitas setelah akhir pekan. Di samping itu, beberapa gejala umum Monday blues adalah:
-
Sedih.
-
Kelelahan.
-
Merasa gelisah secara terus-menerus.
-
Khawatir saat memikirkan minggu yang akan datang.
-
Ketakutan.
-
Perubahan nafsu makan.
-
Kesulitan tidur.
-
Ketegangan otot.
-
Sakit kepala.
-
Kesulitan bernapas.
-
Jantung berdebar.
-
Peningkatan tekanan darah.
Cara Mengatasi Monday Blues
Tidak ada metode pengobatan khusus yang dapat dilakukan untuk menangani Monday blues, mengingat kondisi ini bukanlah diagnosis klinis. Meski demikian, jika seseorang yang mengalami Monday blues merasa gejalanya telah mengganggu aktivitas sehari-hari, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater guna memperoleh penanganan yang tepat.
Dalam hal ini, psikolog atau psikiater dapat menyarankan pasien untuk menjalani psikoterapi tertentu, seperti:
-
Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT), untuk membantu mengidentifikasi serta mengubah pola pikir yang tidak baik.
-
Psikoterapi interpersonal (interpersonal psychotherapy/IPT).
Selain itu, beberapa perawatan mandiri yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan gejala Monday blues adalah:
-
Journaling atau menuliskan perasaan yang sedang dialami dalam sebuah jurnal.
-
Melakukan meditasi dan latihan napas (breathing exercise), untuk mengurangi kecemasan serta membuat tubuh lebih rileks.
-
Rutin berolahraga.
-
Menjaga relasi atau hubungan sosial yang baik dengan orang sekitar. Relasi yang kuat dapat berguna untuk mendapatkan dukungan emosional yang bisa membantu kondisi mental seseorang. Selain itu, relasi yang kuat dan sehat juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri seseorang serta mencegah kecemasan hingga depresi.
-
Melakukan aktivitas yang disukai pada waktu luang di hari Senin, seperti makan siang bersama teman atau pergi ke salon sepulang kerja.
-
Tidur yang cukup.
-
Berkonsultasi dengan konselor karier atau akademis. Beberapa orang mungkin memerlukan perubahan dalam pekerjaan atau studi mereka. Konselor karirer atau akademis dapat membantu orang untuk menavigasikan keterampilan dan minat pekerjaan atau karier mereka.
Sebagai informasi, berbagai penyebab dan gejala Monday blues yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan konfirmasi diagnosis dari tenaga medis profesional. Artinya, masih ada kemungkinan pemicu lain yang menjadi penyebab Monday blues. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Psikiatri di Siloam Hospitals terdekat.
Selain itu, Anda juga dapat menggunakan layanan Telekonsultasi yang memungkinkan pasien melakukan konsultasi virtual dengan dokter. Dengan layanan Telekonsultasi, Anda bisa mendapatkan resep obat-obatan tertentu dari dokter tanpa perlu keluar rumah. Namun, jika diresepkan obat tertentu, seperti antidepresan dan antipsikotik, pasien wajib mengambilnya secara langsung.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







