Adjustment Disorder - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Mental

Adjustment Disorder - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
adjustment disorder adalah

Gangguan penyesuaian atau adjustment disorder adalah reaksi fisik dan emosional yang berlebihan terhadap situasi yang memicu stres. Kondisi ini juga sering disebut sebagai depresi situasional. Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatan adjustment disorder selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Adjustment Disorder (Gangguan Penyesuaian)?

 

Adjustment disorder adalah sekumpulan gejala, seperti stres, sedih, putus asa, dan gejala fisik tertentu yang muncul secara berlebihan ketika dihadapkan dengan situasi yang memicu stres (stresor), seperti masalah pada pekerjaan atau hubungan asmara, serta perubahan kondisi kesehatan.

 

Menurut buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5th Edition (DSM-5), adjustment disorder dapat dibedakan menjadi enam jenis, yaitu:

 

  • Gangguan penyesuaian dengan depresi: Kondisi yang membuat seseorang mengalami perasaan sedih dan putus asa ketika sedang menghadapi tekanan.

  • Gangguan penyesuaian dengan kecemasan: Kondisi yang menimbulkan gejala berupa perasaan cemas berlebih, khawatir, kewalahan, dan kesulitan untuk berkonsentrasi saat menghadapi tekanan.

  • Gangguan penyesuaian dengan depresi dan kecemasan: Kombinasi dari gangguan penyesuaian dengan depresi dan kecemasan, sehingga turut menimbulkan gejala berupa rasa sedih, takut, cemas, dan putus asa.

  • Gangguan penyesuaian dengan perubahan perilaku: Kondisi yang membuat penderitanya menunjukkan perilaku yang bermasalah, seperti menyetir sembarangan, bertindak impulsif, berkelahi, dan lain-lain saat menghadapi situasi yang penuh tekanan.

  • Gangguan campuran: Adjustment disorder yang terjadi akibat campuran atau kombinasi dari gangguan depresi, kecemasan, dan perubahan perilaku.

  • Gangguan yang tidak bisa ditentukan: Jenis adjustment disorder yang tidak memenuhi salah satu dari kriteria di atas. Namun, kondisi ini sering kali menimbulkan gejala fisik, seperti nyeri kepala, sakit perut, dan jantung berdebar.

 

Penyebab Adjustment Disorder

 

Penyebab utama adjustment disorder adalah adanya perubahan besar atau peristiwa dalam hidup yang dapat memicu stres, seperti ditinggalkan oleh orang terdekat, perceraian, menderita penyakit kronis, masalah ekonomi, mengalami pelecehan seksual, menjadi korban bullying, dan lain sebagainya.

 

Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami adjustment disorder adalah sebagai berikut.

 

 

Gejala Adjustment Disorder

 

Pada dasarnya, setiap penderita dapat merasakan gejala gangguan penyesuaian yang berbeda-beda. Gejala yang muncul juga cenderung beragam, mulai dari ringan hingga berat. Namun, ada sejumlah gejala umum dari adjustment disorder yang perlu diketahui, yaitu:

 

  • Merasa sedih dan putus asa.

  • Gemetar. 

  • Mudah menangis.

  • Cemas.

  • Kesulitan untuk berkonsentrasi.

  • Cenderung menarik diri dari lingkungan sekitar.

  • Merasa tidak semangat hidup.

  • Kehilangan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Perubahan pola makan.

  • Berperilaku impulsif.

  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri (suicidal thought) atau sampai melakukan percobaan bunuh diri.

 

Di sisi lain, gejala fisik yang kerap dialami oleh penderita adjustment disorder adalah sebagai berikut.

 

  • Sulit tidur atau insomnia.

  • Tubuh terasa nyeri dan pegal-pegal.

  • Sakit perut.

  • Nyeri kepala.

  • Jantung berdebar.

  • Telapak tangan berkeringat.

 

Komplikasi Adjustment Disorder

 

Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, adjustment disorder berisiko menyebabkan seseorang menyalahgunakan NAPZA dan alkohol, serta menimbulkan gangguan kesehatan mental yang lebih serius, seperti anxiety disorder atau depresi.

 

Diagnosis Adjustment Disorder

 

Dalam menegakkan diagnosis gangguan penyesuaian, dokter dapat terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan pasien. Lalu, dokter akan menyesuaikan kondisi pasien dengan kriteria diagnosis dalam buku DSM-5. Adapun beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam menegakkan diagnosis adjustment disorder adalah:

 

  • Gejala emosional dan gejala fisik muncul dalam jangka waktu tiga bulan sejak munculnya stresor.

  • Gejala yang muncul terasa sangat signifikan, berlebihan, dan menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

  • Gejala-gejala yang dialami tidak sesuai dengan kriteria gangguan mental lainnya dan bukan karena perburukan kondisi mental yang sudah diderita sebelumnya.

  • Gejala bukan termasuk dalam proses berduka yang normal.

  • Setelah stresor hilang, gejala tetap berlangsung dan dapat bertahan lama selama lebih dari enam bulan.

 

Pengobatan Adjustment Disorder

 

Pengobatan utama adjustment disorder adalah psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif untuk membantu mengubah pola pikir dan perilaku pasien. Selain itu, psikolog atau psikiater juga dapat menyarankan pasien untuk menjalani terapi psikologis lain, seperti terapi keluarga atau terapi grup.

 

Bersamaan dengan psikoterapi, psikiater juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu, seperti obat antidepresan dan anticemas untuk membantu mengendalikan gejala adjustment disorder.

 

Pencegahan Adjustment Disorder

 

Tidak ada cara pasti yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya adjustment disorder. Namun, mencari dukungan sosial dari kerabat dekat dan menerapkan coping mechanism yang sehat dapat membantu Anda untuk menghadapi situasi pemicu stres.

 

Demikian informasi lengkap mengenai adjustment disorder yang perlu dipahami. Jangan ragu untuk melakukan konseling dengan psikolog atau psikiater menggunakan layanan Telekonsultasi apabila mengalami keluhan terkait dengan kesehatan mental.

 

Telekonsultasi merupakan sebuah layanan dari Siloam Hospitals yang memungkinkan pasien untuk memperoleh saran perawatan hingga resep obat-obatan dari dokter tanpa perlu keluar rumah. Namun, apabila diresepkan jenis obat tertentu, seperti obat antidepresan dan antipsikotik, pasien wajib mengambilnya secara langsung (self pick up) setelah melakukan konsultasi dengan dokter.

 

Agar lebih praktis, Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk membuat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals terdekat, check in mandiri, serta antre secara online. Mari percayakan kesehatan fisik dan mental Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail