Jangan Abaikan! Mucositis Bisa Memicu Peradangan dan Sulit Makan
Kesehatan Tubuh

Jangan Abaikan! Mucositis Bisa Memicu Peradangan dan Sulit Makan

30 Desember 2024 4 menit waktu baca
mucositis adalah

 

Mucositis adalah peradangan pada mukosa, yaitu selaput lendir pelindung yang melapisi saluran pencernaan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada mukosa pada area mulut. Mucositis merupakan komplikasi dari perawatan kanker yang melibatkan terapi radiasi pada area kepala dan leher. Mari simak pembahasan yang mencakup penyebab, gejala, diagnosis, dan pengobatannya di bawah ini.

 

Apa itu Mucositis?

 

Mucositis adalah peradangan pada lapisan mukosa, yaitu selaput lendir tipis yang melapisi saluran pencernaan. Umumnya, mucositis terjadi pada rongga mulut (mukosa bukal) dan  ditandai dengan kemerahan, bengkak, kasar, dan luka yang terasa nyeri pada rongga mulut. Tidak jarang hal ini juga dapat menyebabkan sariawan hingga memunculkan bercak putih bernanah dalam mulut.

 

Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang kesulitan makan dan minum sehingga dapat mengganggu asupan nutrisi. Luka yang muncul juga dapat memicu terjadinya infeksi di rongga mulut bahkan sampai dapat menyebar ke seluruh tubuh.  

 

Peradangan pada mukosa ini bisa terjadi karena efek samping perawatan kanker, seperti kemoterapi dan radioterapi. Perawatan tersebut menggunakan obat atau radiasi tertentu untuk menghancurkan sel-sel kanker yang membelah dengan cepat. 

 

Namun, terkadang obat-obatan dan sinar radiasi yang diberikan juga dapat merusak sel-sel sehat yang ada pada tubuh, termasuk mukosa pada mulut, tenggorokan, kerongkongan, dan saluran pencernaan lainnya. Mucositis tidak hanya bisa merusak sel-sel dalam mukosa, namun juga kemampuan untuk regenerasi dan menyembuhkan diri. Akibatnya, bagian mukosa yang terpapar perawatan kanker lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi.

 

Penyebab Mucositis

 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, mucositis umumnya disebabkan oleh perawatan kanker, seperti kemoterapi dan radioterapi pada area kepala dan leher. Radiasi dosis tinggi, kemoterapi pada seluruh tubuh, maupun perawatan dosis rendah pada area lokal dapat berpengaruh pada saluran pencernaan, terutama mulut. 

 

Namun, peradangan pada mukosa ini bisa terjadi bersamaan dengan kondisi lain, seperti gingivostomatitis, yaitu infeksi pada rongga mulut akibat bakteri, virus, maupun jamur. Selain efek samping perawatan kanker, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko mucositis, seperti:

 

  • Berusia muda.

  • Perempuan.

  • Mengalami dehidrasi.

  • Menderita kondisi mulut kering (xerostomia) sebelum maupun selama pengobatan kanker.

  • Menderita kondisi kronis, seperti diabetes atau penyakit ginjal.

  • Kesehatan dan kebersihan mulut yang buruk.

  • Kebiasaan mengunyah atau merokok tembakau.

  • Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.

 

Gejala Mucositis

 

Mucositis dapat menyebabkan sejumlah gejala, kebanyakan ditemukan pada mulut. Beberapa gejala mucositis pada mulut adalah sebagai berikut:

 

  • Luka yang terasa sakit di mulut.

  • Mulut kering.

  • Air liur yang sangat kental.

  • Sariawan.

  • Lapisan lendir putih yang menutupi luka pada mukosa yang meradang.

  • Gusi bengkak, merah, dan mengkilap.

  • Bercak luka yang bernanah pada lidah.

  • Perdarahan di dalam mulut.

  • Bau mulut.

  • Rasa sakit atau sensasi terbakar ringan saat mengonsumsi makanan atau minuman.

  • Sulit menelan atau berbicara.

 

Diagnosis Mucositis

 

Dokter akan menegakkan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui riwayat medis pasien dan gejala mucositis yang dialami. Pada tahap ini, dokter akan menanyakan riwayat pengobatan kanker dan memeriksa area yang terdampak. 

 

Saat memeriksa pasien, dokter juga akan memperhatikan jaringan mukosa mulut yang mengalami pembengkakan. Apabila diperlukan, dokter bisa merekomendasikan tes darah untuk memastikan adanya infeksi bakteri atau jamur tertentu.

 

Pengobatan Mucositis

 

Mucositis biasanya dapat sembuh sendiri setelah pengobatan kanker selesai. Kondisi ini biasanya muncul satu sampai dua minggu setelah perawatan awal, namun akan sembuh setelah satu hingga enam minggu. 

 

Adapun mucositis akibat radioterapi biasanya muncul dua hingga tiga minggu setelah perawatan awal dan dapat sembuh empat minggu setelah terapi selesai. Selama masa penyembuhan, dokter bisa merekomendasikan beberapa penanganan berikut:

 

  • Obat pereda nyeri, baik dalam bentuk itopikal, seperti obat oles maupun obat kumur, atau obat minum. 

  • Obat antiinflamasi, seperti prednison.

  • Obat kumur. Terdapat jenis obat kumur yang dikenal dengan istilah magic mouthwash yang terdiri dari kandungan anti nyeri, antasida, dan diphenhydramine, serta yang mungkin juga mengandung steroid dan antijamur. 

  • Obat antibiotik, apabila terdapat infeksi bakteri.



Dokter juga merekomendasikan pengobatan dan perawatan secara mandiri untuk mengobati mucositis. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala mucositis:

 

  • Menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride lebih sering, namun tetap melakukannya secara lembut.

  • Membilas mulut lima atau enam kali sehari dengan air garam atau larutan garam yang dicampur dengan natrium bikarbonat.

  • Mengubah pola makan atau diet dengan cara:

    • Menghindari konsumsi makanan yang asam, pedas, dan renyah.

    • Menghindari gula dan alkohol yang bersifat abrasif dan berpotensi menumbuhkan bakteri dan jamur berlebih.

    • Mengonsumsi protein shake untuk meningkatkan hidrasi dan memenuhi kebutuhan nutrisi.

  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum cairan lebih banyak untuk mengatasi mulut kering dan gejala mucositis lain yang berkaitan.

 

Mucositis bisa sembuh dengan sendirinya setelah seseorang selesai menjalani perawatan kanker. Namun, tidak berarti kondisi tersebut bisa dibiarkan begitu saja. Apabila Anda sedang menjalani pengobatan kanker dan mengalami gejala-gejala mucositis, segera konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Gigi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

 

Setiap pasien akan menjalani prosedur diagnosis dan penanganan yang sesuai dengan kondisinya. Namun, dokter akan menyesuaikan pemeriksaan dan memberikan perawatan sesuai dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga pelaksanaannya mungkin berbeda-beda di antara satu lokasi dan lainnya.

 

Untuk memudahkan konsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur untuk mengecek jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Library of Medicine. Oral Mucositis. Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. What To Know About Mucositis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Mucositis. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
besar-riyantospkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Besar Riyanto, SpKG

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-rudy-spkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Rudy, SpKG, SH, FISQua, FICD

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-halida-

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Halida

Kedokteran Gigi

Dokter Gigi


Siloam Hospitals Mataram

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail