Kesehatan Tubuh
Mengenal Nonunion, Komplikasi Patah Tulang yang Tak Kunjung Menyatu

Table of Contents
Nonunion adalah komplikasi dari patah tulang (fraktur) ketika tulang tidak dapat menyatu sebagaimana mestinya setelah jangka waktu tertentu. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai jenis fraktur, terutama bila proses penyembuhan terganggu. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menimbulkan nyeri berkepanjangan dan gangguan fungsi anggota gerak. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai nonunion berikut ini.
Apa Itu Nonunion?
Nonunion adalah kondisi ketika tulang yang patah tidak menunjukkan proses penyatuan secara adekuat dalam waktu yang seharusnya, sehingga membutuhkan intervensi medis tambahan. Pada kondisi normal, tulang memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri. Namun, bila proses penyembuhan terganggu, ujung antar tulang yang patah bisa gagal menyatu sehingga area fraktur menjadi tidak stabil. Akibatnya, penderita dapat mengalami:
-
Nyeri pada tulang yang union, sifat nyerinya bisa menetap atau semakin memberat.
-
Kesulitan bergerak, terutama pada bagian tubuh yang tulangnya mengalami nonunion.
-
Kelemahan fungsi anggota tubuh yang tulangnya mengalami nonunion.
-
Deformitas atau perubahan ukuran dari bagian tubuh yang tulangnya mengalami nonunion.
-
Munculnya sendi palsu pada tulang dan otot yang mengalami fraktur nonunion.
Perbedaan Nonunion dan Malunion
Selain nonunion, komplikasi lain yang dapat terjadi setelah fraktur adalah malunion. Secara sederhana, dapat diartikan sebagai berikut:
-
Nonunion: Tulang gagal menyatu.
-
Malunion: Tulang menyatu, tetapi dalam posisi yang tidak normal.
Malunion umumnya terjadi akibat proses reposisi tulang yang kurang tepat, gagalnya implan untuk memfiksasi kedua patahan tulang, hingga proses infeksi pada tulang yang tidak ditangani dengan tepat.
Penyebab Nonunion
Nonunion adalah kondisi yang memerlukan penanganan secepat mungkin. Sehingga, sangatlah penting untuk mengetahui penyebab nonunion agar dokter bisa menentukan penanganan yang tepat. Beberapa penyebab umum nonunion adalah:
1. Infeksi
Infeksi terutama berisiko terjadi pada kasus patah tulang terbuka, di mana terdapat adanya luka terbuka menjadi jalan masuk kuman dan bakteri ke area tulang yang patah. Jika tidak mendapatkan penanganan, bisa terjadi infeksi pada tulang yang akan menghambat proses penyembuhan hingga menyebabkan nonunion.
2. Gangguan Aliran Darah
Tulang yang patah dan sedang dalam proses penyembuhan memerlukan suplai darah yang cukup untuk membawa oksigen, nutrisi, serta berbagai zat yang berperan dalam pembentukan tulang baru. Namun, apabila aliran darah terganggu, misalnya akibat kerusakan atau kekakuan pembuluh darah pada penderita diabetes, proses penyembuhan tulang dapat terhambat.
Akibatnya, area tulang yang patah tidak memperoleh nutrisi dan oksigen secara optimal sehingga pertumbuhan dan penyatuan tulang menjadi terganggu. Kondisi inilah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya nonunion.
3. Celah Antar Fragmen Tulang Terlalu Jauh
Saat patahan yang terjadi cukup kompleks, misalnya menyebabkan jarak patahan yang jauh atau meninggalkan banyak fragmen atau pecahan, proses penyatuan tulang juga akan lebih lambat dan sulit bahkan berisiko menyebabkan nonunion.
4. Stabilitas Tulang Tidak Adekuat
Saat mengalami patah tulang, stabilisasi sederhana dimulai dengan menggunakan bidai, gips, hingga proses operasi reduksi dan pemasangan implan plate and screw, diperlukan untuk membantu agar proses pertumbuhan tulang bisa terjadi. Saat proses stabilisasi ini tidak adekuat, maka proses pertumbuhan dan pemulihan tulang yang patah akan terganggu, bahkan gagal menyatu dan menyebabkan nonunion.
5. Kerusakan Jaringan Sekitar
Saat trauma yang menyebabkan patah tulang juga menyebabkan cedera pada otot, pembuluh darah, atau jaringan lunak di sekitar tulang, maka proses pemulihan yang berlangsung juga lebih kompleks. Hal ini juga berperan dalam kegagalan proses penyatuan tulang hingga menyebabkan nonunion.
Faktor Risiko Nonunion
Saat terjadi patah tulang, normalnya tubuh akan melakukan beragam usaha untuk menyatukan kedua tulang yang patah. Salah satu respons tubuh adalah dengan pembentukan kalus. Namun, pada beberapa kondisi, kalus tetap tidak terbentuk sehingga kedua bagian tulang yang patah tidak kunjung menyatu.
Ada beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan kondisi kegagalan penyatuan tulang hingga menyebabkan nonunion, yaitu:
-
Memiliki kebiasaan merokok.
-
Menderita hipotiroidisme.
-
Sudah berusia lanjut.
-
Menderita anemia berat.
-
Menderita diabetes.
-
Mengalami malnutrisi atau defisiensi zat nutrisi tertentu.
-
Defisiensi vitamin D, yaitu kondisi rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh.
-
Penggunaan obat-obatan, seperti obat-obatan antiinflamasi.
-
Menderita infeksi.
-
Mengalami patah tulang dengan fragmen atau pecahan tulang yang kompleks, termasuk patah tulang terbuka atau compound fracture.
Gejala Nonunion
Gejala utama nonunion adalah rasa nyeri pada lokasi patah tulang. Nyeri yang muncul akan berlangsung secara terus-menerus bahkan dalam jangka waktu yang lama setelah terjadinya fraktur. Rasa nyeri tersebut bisa berlangsung selama beberapa bulan, bahkan bertahun-tahun.
Keluhan lain dapat berupa:
-
Bengkak menetap.
-
Sulit menumpu berat badan.
-
Gerakan abnormal di area fraktur.
-
Kelemahan anggota gerak.
-
Fungsi organ pada terjadinya fraktur tidak kembali normal.
Diagnosis Nonunion
Guna menegakkan diagnosis nonunion, umumnya dokter akan melakukan tanya jawab secara lengkap, pemeriksaan fisik, dan tes pencitraan untuk melihat kondisi tulang dan jaringan lunak di sekitarnya secara lebih jelas. Beberapa tes pencitraan yang bisa digunakan adalah rontgen, CT scan, atau MRI (bila diperlukan), tergantung dari kondisi pasien.
Jika pasien telah terdiagnosis nonunion, diperlukan tes darah untuk membantu mengidentifikasi penyebabnya. Melalui tes darah tersebut, dokter dapat mendeteksi beberapa faktor yang mungkin menghambat proses penyembuhan tulang, seperti penyakit infeksi, diabetes, atau anemia.
Penanganan Nonunion
Secara umum, dokter akan memberikan penanganan terhadap nonunion yang disesuaikan berdasarkan penyebabnya dan kondisi pasien. Penanganan nonunion biasanya dapat dilakukan dengan tindakan pembedahan ataupun nonpembedahan.
Tindakan Nonbedah
Pada kasus tertentu, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan bone stimulator dengan gelombang ultrasonik atau elektromagnetik untuk membantu proses penyembuhan.
Tindakan Operasi
Bila diperlukan, dokter dapat melakukan:
-
Fiksasi internal dengan plate, screw, atau rod.
-
Fiksasi eksternal.
-
Bone graft (cangkok tulang)
-
Pembersihan infeksi (debridement).
-
Koreksi posisi tulang.
Cara Mencegah Nonunion
Nonunion bukan kondisi yang bisa diprediksi secara pasti. Namun, untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi ini, saat terjadi patah tulang, segera ke dokter spesialis tulang (orthopaedi) untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain itu, menghentikan kebiasaan merokok, mengontrol kadar gula darah dan kondisi tiroid, serta melakukan pengobatan untuk kondisi medis lain, termasuk anemia, bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya nonunion.
Tidak hanya itu, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah nonunion adalah dengan menjaga pola makan yang baik serta menjalani perawatan yang direkomendasikan oleh dokter secara teratur dan tepat.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi nonunion. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat.
Untuk kemudahan akses layanan, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.
Sumber
StatPearls. Bone Nonunion. Diakses pada 2026 | OrthoInfo. Nonunions. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Pedis / Rontgen Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
TERPOPULER
Rontgen Tangan/Manus
Rontgen / X-Ray
Rp382.000
TERPOPULER
MRI Sendi Bahu/Shoulder Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000
MRI Pergelangan Kaki/Ankle Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000







