Osteomalasia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Osteomalasia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

13 Oktober 2025 4 menit waktu baca
osteomalasia adalah

Penyakit tulang lunak osteomalacia atau osteomalasia adalah kondisi yang ditandai dengan melemah dan melunaknya struktur tulang di dalam tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya retak atau patah tulang. Karena itu, penting untuk segera menangani penyakit tulang lunak dengan tepat guna meminimalkan risiko terjadinya komplikasi.

 

Simak ulasan lengkap mengenai osteomalasia, penyebab, gejala, serta cara mengobatinya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Osteomalasia (Penyakit Tulang Lunak)?

 

Osteomalasia adalah gangguan muskuloskeletal yang terjadi ketika tulang menjadi lunak dan lemah sehingga mudah mengalami keretakan dan patah tulang. Osteomalasia adalah kondisi yang berbeda dengan rakitis, di mana osteomalasia dialami oleh orang dewasa yang tulangnya sudah berhenti berkembang, sementara rakitis terjadi pada anak-anak.

 

Osteomalasia juga sering dianggap sama dengan osteoporosis. Meski keduanya dapat menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah, namun terdapat perbedaan osteoporosis dan osteomalasia jika dilihat dari karakteristik penyakitnya.

 

Secara umum, osteomalasia adalah suatu kondisi di mana melunaknya tulang dalam tubuh disebabkan oleh kekurangan vitamin D dan mineral. Sementara itu, osteoporosis merupakan penyakit tulang yang ditandai dengan menurunnya kepadatan tulang secara keseluruhan seiring berjalannya waktu.

 

Penyebab Osteomalasia

 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, penyebab utama osteomalasia adalah kurangnya asupan vitamin D dan mineral penting lain, seperti kalsium dan fosfat. Perlu diketahui, tiga komponen tersebut memiliki peran penting dalam proses pematangan tulang dan menguatkan struktur tulang di dalam tubuh.

 

Selain itu, sejumlah kondisi yang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya osteomalasia adalah sebagai berikut.

 

  • Kurang terpapar sinar matahari. Pasalnya, paparan sinar matahari dapat membantu proses sintesis vitamin D di dalam tubuh.

  • Kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin D.

  • Intoleransi laktosa.

  • Obesitas.

  • Penggunaan obat antikejang.

  • Penyakit liver.

  • Penyakit Celiac.

  • Mengidap penyakit kanker pada saluran pencernaan.

  • Gangguan ginjal.

  • Pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian atau seluruh lambung (gastrektomi).

 

Gejala Osteomalasia

 

Pada awalnya, penderita osteomalasia mungkin tidak menyadari kondisinya karena biasanya kondisi ini tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, osteomalasia akan semakin memburuk sehingga dapat menimbulkan sejumlah gejala, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Nyeri tulang.

  • Otot melemah.

  • Mudah lelah.

  • Patah tulang meskipun tidak mengalami cedera.

  • Kesemutan dan kram di lengan, tangan, atau kaki.

  • Kesulitan untuk berdiri atau menaiki tangga.

  • Berjalan dengan langkah tertatih-tatih dan lebih lambat.

 

Komplikasi Osteomalasia

 

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, osteomalasia dapat memicu terjadinya sejumlah komplikasi, seperti:

 

  • Perubahan pada bentuk tulang punggung dan anggota gerak tubuh (lengan dan tungkai).

  • Patah tulang, terutama di tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang kaki.

  • Tinggi badan menjadi lebih pendek.

 

Diagnosis Osteomalasia

 

Dalam menegakkan diagnosis osteomalasia, dokter dapat melakukan anamnesis atau wawancara medis dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Setelah itu, sejumlah prosedur pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis osteomalasia adalah sebagai berikut.

 

  • Foto rontgen untuk mendeteksi adanya retak atau patah tulang.

  • Bone mineral density, yaitu prosedur pemeriksaan untuk mengukur kadar kalsium dan fosfat guna mengevaluasi kepadatan mineral tulang.

  • Tes darah untuk menilai kadar vitamin D, kalsium, hormon paratiroid, dan fosfor di dalam tubuh.

  • Biopsi tulang, untuk mengonfirmasi penyebab osteomalasia dari sampel tulang yang diperiksa di laboratorium.

 

Cara Mengobati Penyakit Osteomalasia

 

Pada dasarnya, pengobatan penyakit osteomalasia bertujuan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, fosfor, dan kalsium di dalam tubuh. Adapun sejumlah metode pengobatan yang dapat dilakukan dan diberikan oleh dokter untuk menangani pasien osteomalasia adalah:

 

  • Menyarankan pasien untuk rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 5–10 menit. Pasien juga dianjurkan untuk menggunakan tabir surya (sunscreen) sebelum berjemur guna melindungi kulit dari sunburn.

  • Memperbaiki pola makan dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin D dan kalsium.

  • Memberikan suplemen vitamin D, fosfor, dan kalsium.

  • Meresepkan suplemen vitamin D khusus, seperti calcitriol jika osteomalasia disebabkan oleh gangguan ginjal.

  • Meresepkan obat-obatan pereda nyeri, seperti ibuprofen atau acetaminophen untuk meredakan rasa nyeri dan tidak nyaman pada tulang.

  • Menggunakan korset penyangga untuk meminimalkan risiko terjadinya kelainan pada tulang.

  • Menjalani prosedur pembedahan untuk menangani kelainan tulang akibat osteomalasia.

 

Cara Mencegah Osteomalasia

 

Pencegahan osteomalasia dapat dilakukan dengan memenuhi asupan vitamin D, fosfor, dan kalsium sebaik mungkin. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D dan kalsium seperti telur, susu, ikan laut, kacang kedelai, keju, bayam, dan lain sebagainya.

 

Selain dari makanan dan suplemen, pencegahan osteomalasia juga dapat dilakukan dengan berjemur di pagi hari selama kurang lebih 10 menit setiap hari. Penting pula untuk berolahraga secara rutin guna membantu melatih dan memperkuat struktur tulang di dalam tubuh.

 

Dapat disimpulkan, osteomalasia adalah kondisi yang perlu ditangani dengan cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Maka dari itu, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat jika Anda mengeluhkan gejala osteomalasia seperti ulasan di atas.

 

Anda juga dapat mengunjungi Siloam Hospitals Mampang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut terkait dengan gangguan tulang, jaringan ikat, atau sendi. Siloam Hospitals Mampang merupakan pusat unggulan ortopedi yang dilengkapi dengan fasilitas medis mutakhir dan tim ahli ortopedi berpengalaman yang dapat memberikan diagnosis, perawatan, serta rehabilitasi secara optimal. 

 

Temukan informasi jadwal, booking, dan buat appointment dengan dokter pertemuan Anda secara praktis menggunakan fitur Cari Dokter atau melalui aplikasi MySiloam.  Download MySiloam sekarang dan nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail