Kesehatan Mental
Mengenal Prokrastinasi, Perilaku Ketika Menunda Pekerjaan

Table of Contents
Procrastination atau prokrastinasi adalah perilaku yang ditandai dengan kebiasaan menunda pekerjaan sampai mendekati atau bahkan melewati batas waktu terakhir. Pada dasarnya, prokrastinasi adalah perilaku yang dapat berdampak negatif karena dapat membuat seseorang menjadi panik dan terburu-buru dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaannya.
Mari kenali penyebab, ciri-ciri, dampak, hingga cara mengatasi prokrastinasi selengkapnya melalui pembahasan berikut ini.
Apa itu Prokrastinasi (Procrastination)?
Sempat disebutkan sebelumnya bahwa prokrastinasi adalah istilah yang menggambarkan perilaku seseorang saat menunda-nunda pekerjaan hingga menit terakhir atau bahkan melewati batas waktu yang sudah ditentukan.
Secara umum, prokrastinasi adalah kebiasaan yang sering dianggap sebagai bentuk kegagalan manajemen waktu dan mendisiplinkan diri. Kendati demikian, sebagian individu mengulangi perbuatan ini karena masih merasa aman dengan sisa waktu yang ada, sehingga memilih untuk menghindarinya dan melakukan hal lain terlebih dahulu.
Prokrastinasi adalah tindakan yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja seseorang. Sebab, daripada berfokus pada kualitas, orang yang melakukan prokrastinasi biasanya hanya ingin tugasnya cepat selesai sebelum batas waktu yang ditentukan.
Penyebab Prokrastinasi
Meski kerap dikaitkan dengan rasa malas, perlu diketahui bahwa kebiasaan menunda pekerjaan ini juga dapat dipicu oleh berbagai faktor lainnya, di antaranya sebagai berikut.
1. Perfeksionis
Penyebab prokrastinasi yang pertama adalah perfeksionis. Seseorang yang bersifat perfeksionis biasanya ingin memperoleh hasil kerja yang sempurna, sehingga membuatnya cenderung memperhatikan hal-hal kecil yang tidak bermakna dan menyiapkan terlalu banyak rencana.
Perlu diketahui, sikap tersebut bisa berdampak negatif karena dapat membuat seseorang rentan merasa frustrasi ketika rencana dan harapannya tidak terealisasi dengan baik. Hal inilah yang dapat membuat pekerjaan utamanya menjadi terus tertunda.
2. Takut Menghadapi Kesulitan
Sebagian individu mungkin pernah melakukan prokrastinasi karena takut gagal atau takut menghadapi kesulitan saat sedang mengerjakan tugasnya. Karena hal tersebut, mereka cenderung menunda untuk menyelesaikan tugas utamanya yang mungkin lebih sulit dan memilih pekerjaan lain yang dianggap lebih mudah.
3. Mengejar Adrenalin
Mengerjakan tugas saat mendekati tenggat waktu memang kerap memicu produksi hormon adrenalin di dalam tubuh. Hal inilah yang sering menjadi alasan kenapa seseorang melakukan prokrastinasi, yaitu agar mendapatkan sensasi bergairah akibat peningkatan hormon adrenalin.
Bahkan, sebagian individu ada yang melakukan prokrastinasi karena merasa menjadi lebih kreatif ketika berada di bawah tekanan deadline.
4. Multitasking
Salah satu penyebab seseorang melakukan prokrastinasi adalah karena sedang mengerjakan beberapa tugas secara sekaligus atau multitasking. Tindakan ini sering kali membuat seseorang merasa kebingungan untuk menentukan pekerjaan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Akibatnya, beberapa pekerjaan mungkin akan tertunda dan tidak diselesaikan sesuai ekspektasi.
5. Mengidap Gangguan Mental
Selain beberapa faktor di atas, prokrastinasi juga dapat disebabkan oleh gangguan mental tertentu. Pasalnya, gangguan mental dapat memengaruhi suasana hati dan motivasi seseorang untuk menyelesaikan tugas. Secara umum, beberapa jenis gangguan mental yang dapat menyebabkan seseorang memiliki perilaku prokrastinasi adalah:
Ciri-Ciri Prokrastinasi
Ciri-ciri utama prokrastinasi adalah kebiasaan menunda pekerjaan hingga mendekati atau bahkan melewati tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Selain itu, beberapa ciri umum dari prokrastinasi adalah sebagai berikut.
-
Merasa stres dan frustrasi saat sedang menyelesaikan pekerjaan yang sudah mendekati tenggat waktu.
-
Tidak dapat menghasilkan tugas yang berkualitas.
-
Cenderung memilih untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan daripada menyelesaikan pekerjaan jika masih jauh dari tenggat waktu yang ditentukan.
Dampak Prokrastinasi
Jika dilakukan secara terus-menerus, prokrastinasi tentu dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Secara umum, berikut adalah sejumlah dampak negatif akibat kebiasaan menunda yang perlu diwaspadai.
-
Gangguan mental.
-
Masalah finansial.
-
Masalah profesionalisme.
-
Stres.
-
Terlambat membayar tagihan sehingga harus menerima konsekuensi dari tunggakan tagihan.
-
Memengaruhi hubungan sosial dengan teman, rekan kerja, atau keluarga.
Cara Mengatasi Prokrastinasi
Pada dasarnya, prokrastinasi adalah perilaku yang dapat diatasi dengan meningkatkan motivasi dan mengelola waktu sebaik mungkin. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perilaku prokrastinasi adalah:
A. Membuat Daftar Prioritas
Cara mengatasi prokrastinasi yang pertama, yaitu dengan membuat daftar prioritas. Sebaiknya, catatlah seluruh pekerjaan yang perlu diselesaikan, batas waktu pengeditan terakhir, serta tenggat waktunya.
Selain itu, disarankan untuk menyelesaikan pekerjaan dari yang tingkat kesulitannya paling mudah terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda akan memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas tersulit.
B. Manajemen Waktu Sebaik Mungkin
Manajemen waktu sebaik mungkin juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan agar terhindar dari perilaku prokrastinasi. Misalnya, usahakanlah untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan pada 2–3 hari sebelum deadline tiba.
Selain mencegah stres berlebih, hal ini juga dapat membantu seseorang untuk memperoleh hasil pekerjaan yang berkualitas.
C. Bersikap Realistis
Cara mengatasi prokrastinasi berikutnya adalah dengan bersikap serealistis mungkin. Alih-alih menetapkan kesempurnaan atau ekspektasi terlalu tinggi yang dapat menghambat pekerjaan, sebaiknya fokuslah untuk mengerjakan tugas dengan baik dan sesuai dengan kemampuan.
D. Membangun Semangat dan Motivasi Diri
Salah satu cara mengatasi prokrastinasi yang tidak kalah penting adalah dengan membangun semangat dan motivasi diri untuk menyelesaikan tugas secara optimal. Misalnya, Anda dapat memotivasi diri untuk menyelesaikan tugas sesegera mungkin agar tidak terbebani dengan pekerjaan tersebut saat melakukan aktivitas lain nantinya.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, prokrastinasi adalah perilaku yang kerap berhubungan dengan gangguan mental. Maka dari itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater melalui layanan Telekonsultasi apabila Anda memiliki perilaku yang mengarah pada gejala prokrastinasi atau mengalami gangguan mental yang dapat memicu perilaku prokrastinasi.
Jika diperlukan, Anda dapat melakukan skrining kesehatan mental Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) yang tersedia di Siloam Hospitals. Skrining ini bertujuan untuk mengukur berbagai aspek kepribadian, termasuk kecenderungan psikologis, emosi, dan perilaku.
Gunakan juga aplikasi MySiloam yang menyediakan berbagai fitur untuk memudahkan Anda dalam menemukan informasi jadwal praktik dan membuat janji temu dengan dokter terkait sebelum mengunjungi Siloam Hospitals terdekat. Jaga selalu kesehatan fisik dan mental Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







