Kesehatan Mental
Prolonged Grief Disorder: Penyebab hingga Pengobatannya

Table of Contents
Prolonged grief disorder adalah gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang merasa sedih berkepanjangan setelah ditinggalkan oleh orang terdekat. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya merasakan kerinduan yang mendalam dan terlalu terpaku memikirkan hal tersebut, sehingga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Mari kenali apa itu prolonged grief disorder selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa itu Prolonged Grief Disorder?
Complicated grief atau prolonged grief disorder adalah kondisi yang ditandai dengan rasa sedih yang mendalam dan berkepanjangan ketika orang terdekat meninggal dunia sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Kondisi ini bisa terjadi setidaknya dalam jangka waktu 6 bulan pada orang dewasa atau 12 bulan pada anak-anak dan remaja.
Prolonged grief disorder baru dikategorikan sebagai gangguan kesehatan mental dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5th Edition (DSM-5) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan gangguan tidur, penyakit kardiovaskular, peningkatan risiko kecelakaan, hingga depresi.
Penyebab Prolonged Grief Disorder
Prolonged grief disorder sering kali dialami oleh seseorang yang kehilangan anak atau pasangannya. Risiko prolonged grief disorder juga bisa meningkat apabila kematian orang terdekat terjadi secara mendadak akibat kekerasan, bunuh diri, kecelakaan, atau suatu bencana, seperti pada saat pandemi COVID-19.
Gejala Prolonged Grief Disorder
Perasaan sedih setelah ditinggalkan oleh orang terdekat biasanya akan membaik dalam kurun waktu 6 bulan. Namun, pada kasus prolonged grief disorder, perasaan tersebut dapat bertahan lama dan sulit untuk dikendalikan. Pada dasarnya, PGD bisa dialami oleh siapa saja. Kendati demikian, gejalanya mungkin akan berbeda pada setiap orang, hal tersebut akan tergantung pada usia, jenis kelamin, atau budaya tertentu.
Secara umum, beberapa gejala yang kerap dialami oleh orang dengan prolonged grief disorder adalah sebagai berikut:
-
Identity disruption, yaitu perasaan bahwa bagian dari dalam diri sendiri telah mati setelah mengalami kejadian yang mengganggu secara mendadak.
-
Mulai tidak percaya terhadap kematian.
-
Menolak memercayai bahwa orang tersebut sudah meninggal dunia.
-
Munculnya perasaan marah dan sedih yang kuat saat berhubungan dengan kematian.
-
Kesulitan untuk bersosialisasi, melakukan hal yang dulunya disenangi, atau bahkan merencanakan masa depan.
-
Rasa kesepian yang ekstrem.
-
Merasa bahwa hidupnya sudah tidak berarti.
-
Meletakkan barang-barang milik orang yang sudah meninggal persis seperti sebelumnya.
-
Kesulitan mengingat kenangan positif mengenai orang terdekat.
-
Menyalahgunakan alkohol atau zat lainnya.
-
Memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri (suicide thought).
Di samping itu, prolonged grief disorder pada anak-anak mungkin akan menunjukkan gejala yang berbeda. Adapun ciri-ciri prolonged grief disorder pada anak-anak, di antaranya:
-
Cenderung menunggu orang yang sudah meninggal untuk kembali.
-
Kembali ke tempat terakhir kali mereka melihat orang yang dicintai.
-
Ketakutan bahwa orang lain akan mati.
-
Mengalami separation anxiety.
-
Iritabilitas, tantrum, atau gangguan perilaku lainnya.
Diagnosis Prolonged Grief Disorder
Dalam menegakkan diagnosis prolonged grief disorder, dokter biasanya akan melakukan tanya jawab terlebih dahulu terkait dengan perasaan pasien untuk mengevaluasi kondisi mentalnya. Hal tersebut juga dapat membantu dokter untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti post-traumatic stress disorder (PTSD) dan depressive disorders.
Kemudian, dokter dapat menyesuaikan kondisi pasien dengan kriteria diagnosis prolonged grief disorder (PGD) dalam buku DSM-5. Seseorang dapat didiagnosis mengalami PGD apabila menunjukkan respons duka secara terus-menerus dan mengalami setidaknya tiga dari beberapa gejala di atas.
Pengobatan Prolonged Grief Disorder
Dalam menangani prolonged grief disorder, dokter akan membantu pasien untuk menghadapi rasa kehilangannya dengan aman, tidak menghakimi, dan penuh kasih sayang, serta meningkatkan kesejahteraan emosionalnya secara keseluruhan. Adapun beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani prolonged grief disorder adalah:
-
Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT), untuk membantu memperbaiki pola pikir dan perilaku pasien dalam menghadapi suatu masalah. Terapi ini juga berguna untuk mengatasi gangguan lain yang biasanya juga terdapat pada PGD, misalnya gangguan tidur (insomnia).
-
Prolonged grief disorder therapy (PGDT). Terapi ini mengkombinasikan komponen dari CBT dan pendekatan lainnya. Terapi ini berfokus untuk membantu pasien dalam beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan keadaannya.
-
Psychodynamic psychotherapy, yaitu terapi yang dilakukan untuk mengetahui pola pikir dan perilaku seseorang pada masa lalu maupun masa kini.
-
Support group. Orang dengan PGD juga disarankan untuk berkumpul dengan kelompok orang tertentu yang mungkin juga mengalami PGD guna memperoleh dukungan sosial yang bisa membantu mengatasi gejala PGD.
Pada dasarnya, prolonged grief disorder adalah kondisi yang perlu segera ditangani dengan tepat agar tidak memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Jika Anda atau kerabat Anda mengalami gejala-gejala prolonged grief disorder seperti ulasan di atas, jangan ragu untuk melakukan konseling dengan Psikiatri dari Siloam Hospitals.
Anda juga bisa menggunakan layanan Telekonsultasi dari Siloam Hospitals untuk berkonsultasi dengan dokter secara praktis, karena bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Layanan ini juga bisa memudahkan pasien untuk mendapatkan resep obat-obatan dari dokter tanpa harus keluar rumah. Namun, jika diresepkan obat-obat tertentu, seperti obat antipsikotik atau antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung (self pick up).
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







