Rasa Mengganjal di Tenggorokan? Waspadai Sensasi Globus yang Sering Terjadi!
Kesehatan Tubuh

Rasa Mengganjal di Tenggorokan? Waspadai Sensasi Globus yang Sering Terjadi!

02 Juni 2025 4 menit waktu baca
sensasi globu

 

Sensasi globus adalah kondisi seperti ada benda asing yang mengganjal di tenggorokan yang tidak menimbulkan nyeri namun cukup mengganggu. Kondisi ini umumnya bukan penyakit tersendiri, melainkan gejala dari penyakit tertentu, seperti GERD, iritasi kerongkongan/tenggorokan, atau sinusitis kronis. Mari simak ulasan di bawah ini untuk memahami lebih lanjut tentang sensasi globus.

 

Apa itu Sensasi Globus?

 

Sensasi globus adalah kondisi ketika seseorang merasakan seperti ada benda asing yang mengganjal di tenggorokan. Kondisi ini bisa menjadi gejala dari beberapa masalah medis, seperti GERD, postnasal drip (lendir dari hidung atau sinus yang mengalir ke tenggorokan), dan penyakit tiroid.

 

Pada kebanyakan kasus, sensasi globus bisa sembuh dengan sendirinya, namun sebagian lainnya memerlukan perawatan. Ketika tidak ditemukannya penyebab fisik dari sensasi mengganjal, kondisi ini disebut sebagai globus histerikus. Globus histerikus merupakan keluhan somatoform, yaitu kondisi ketika seseorang mengeluhkan gejala fisik namun tidak ditemukan adanya penyakit yang mendasari saat pemeriksaan fisik.

 

Sebagai informasi, sensasi globus berbeda dengan disfagia (kesulitan menelan) maupun odynophagia (nyeri saat menelan). Sensasi globus tidak menimbulkan rasa nyeri sama sekali, namun sensasi benda asing yang terasa mengganjal tentu dapat mengganggu. Kondisi ini umumnya juga tidak bersifat serius.

 

Penyebab Sensasi Globus

 

Penyebab paling umum sensasi globus adalah refluks asam lambung, seperti GERD. Ketika 

asam lambung naik, asam lambung dapat mengiritasi esofagus dan membuat otot tenggorokan menjadi tegang. Hal ini dapat menyebabkan seseorang merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal.

 

Selain refluks asam lambung, sensasi globus juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis lainnya, seperti:

 

  • Kondisi tulang belakang leher (vertebra cervical): Perubahan struktural pada bagian atas tulang belakang (leher) dapat menekan otot atau saraf di dekatnya dan menyebabkan sensasi globus di tenggorokan.

  • Peradangan: Pembengkakan jaringan di dekat tenggorokan, misalnya di sinus atau amandel, dapat menyebabkan sensasi globus.

  • Postnasal drip: Lendir yang berlebih dari hidung dan sinus dapat menumpuk, bergerak, dan mengalir di bagian belakang tenggorokan sehingga bisa memicu sensasi globus.

  • Merokok dan vaping: Menghirup asap tembakau atau uap nikotin dapat mengiritasi jaringan di tenggorokan dan menyebabkan sensasi globus.

  • Stres dan kecemasan: Menahan emosi yang kuat dapat menyebabkan adanya rasa mengganjal di tenggorokan.

  • Penyakit tiroid: Tiroid yang membesar dapat menekan struktur di sekitarnya dan menyebabkan sensasi globus.

  • Vocal strain: Menggunakan suara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat memicu ketegangan otot dan sensasi globus.

 

Gejala Sensasi Globus

 

Sensasi globus cenderung datang dan pergi. Keluhan ini biasanya terasa di bagian depan leher dan dapat berpindah-pindah, ke atas, atau ke bawah. Gejala yang timbul bisa berbeda-beda pada setiap orang, di antaranya:

 

  • Sesak atau tekanan di tenggorokan.

  • Lendir yang tidak dapat dibersihkan di tenggorokan.

  • Area yang tidak nyaman di tenggorokan.

  • Perasaan mengganjal atau seperti ada benjolan di tenggorokan.

 

Gejala tersebut tidak memengaruhi aktivitas makan atau minum. Pada beberapa orang, gejala justru dapat berkurang dengan makan atau minum. Umumnya, tidak ada rasa sakit di tenggorokan. Sebagian orang yang mengalami sensasi globus menyadari gejalanya ketika menelan air liur.

 

Diagnosis Sensasi Globus

 

Dalam proses penegakan diagnosis sensasi globus, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selama anamnesis, dokter akan fokus untuk membedakan sensasi globus dengan kondisi lain, seperti disfagia. Pasien akan diminta menjelaskan gejala dengan jelas, terutama yang berhubungan dengan proses menelan. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik.

 

Pada pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa dan merasakan dasar mulut serta leher pasien untuk mencari adanya massa. Dokter akan melihat ke tenggorokan menggunakan teropong tipis dan fleksibel untuk memeriksa bagian belakang tenggorokan dan kotak suara. Dokter juga akan mengamati cara pasien menelan air dan makanan padat.

 

Bagi pasien yang memiliki gejala yang tidak berhubungan dengan menelan, tidak memiliki tanda bahaya yang mengancam nyawa  (terutama tidak ada rasa sakit atau kesulitan menelan dan bernapas), dan hasil pemeriksaan normal (termasuk menelan yang diamati oleh dokter), kemungkinan besar pasien mengalami sensasi globus. Kriteria pasien ini jarang memerlukan tes tambahan.

 

Namun, jika dokter melihat adanya tanda-tanda bahaya (warning sign) atau kondisi tenggorokan tidak terlihat dengan jelas, dokter dapat merekomendasikan tes tambahan untuk menemukan penyebabnya. Tes tambahan tersebut meliputi:

 

  • Evaluasi menelan.

  • Rontgen dada.

  • Esofagografi, yaitu pemeriksaan radiologi yang dilakukan untuk mengevaluasi kondisi saluran pencernaan bagian atas, khususnya faring dan esofagus.

  • Manometri esofagus, prosedur medis untuk melihat gerakan otot atau motilitas esofagus.

 

Pengobatan Sensasi Globus

 

Belum ada obat khusus untuk mengatasi sensasi globus. Pengobatannya melibatkan pencarian dan penanganan penyebab yang mendasarinya. Kemungkinan pengobatan untuk sensasi globus adalah sebagai berikut:

 

  • Pemberian proton pump inhibitors (PPIs) jika disebabkan oleh refluks asam lambung. Obat-obatan ini dapat mengurangi asam lambung.

  • Nasal spray, obat-obatan ini dapat meredakan sensasi globus yang disebabkan oleh postnasal drip.

  • Terapi wicara, terapi ini bermanfaat untuk mengendurkan otot-otot tenggorokan yang menegang.

  • Antidepresan, meredakan depresi, cemas, stres, atau emosi kuat lainnya yang menyebabkan sensasi histerikus.

  • Mengurangi stres dengan melakukan meditasi atau latihan mindfulness. Upaya ini dapat membantu mengurangi sensasi histerikus.

 

Tanda dan gejala yang disebutkan di atas tidak semerta-merta mewakili sensasi globus. Dengan kata lain, gejala-gejala tersebut mungkin saja mengarah pada kondisi medis lain. Jadi, agar tidak salah penanganan, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari Dokter Spesialis THT-BKL yang bisa Anda temui di Siloam Hospitals terdekat.

 

Perbedaan dalam proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit adalah hal yang wajar, mengingat fasilitas kesehatan yang disediakan pun mungkin tidak sama. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

MSD Manual. Lump in Throat. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Globus Sensation. Diakses pada 2024 | NHS Inform. Feeling of something in your throat (Globus). Diakses pada 2024 | Patient Info. Globus sensation. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Globus Histerikus. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail