Kesehatan Tubuh
Stenosis Arteri Renalis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Table of Contents
Stenosis arteri renalis adalah kondisi di mana salah satu atau beberapa arteri yang mengangkut darah menuju ginjal mengalami penyempitan. Penyempitan tersebut menyebabkan aliran darah berkurang sehingga terjadi peningkatan tekanan darah di seluruh tubuh.
Stenosis arteri renalis biasanya ditandai dengan gejala hipertensi. Kondisi ini pun cukup umum terjadi, namun lebih sering dialami oleh wanita dan orang lanjut usia. Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyakit ini.
Apa itu Stenosis Arteri Renalis?
Stenosis arteri renalis merupakan penyempitan pada salah satu atau beberapa arteri yang mengangkut darah menuju ginjal. Arteri yang menyempit menyebabkan terhambatnya aliran darah kaya oksigen menuju ginjal.
Organ ginjal membutuhkan aliran darah yang cukup untuk membantu penyaringan produk limbah dan cairan berlebih. Sehingga, kurangnya aliran darah tersebut dapat meningkatkan tekanan darah di seluruh tubuh (hipertensi sistemik) dan mengakibatkan kerusakan pada jaringan ginjal.
Penyebab Stenosis Arteri Renalis
Stenosis arteri renalis umumnya disebabkan oleh penumpukan plak pada arteri ginjal dan displasia fibromuskular. Berikut penjelasannya.
Penumpukan Plak pada Arteri Ginjal
Kondisi ini dikenal juga dengan penyakit aterosklerosis, yaitu penumpukan lemak, kolesterol dan zat lain pada bagian dalam dinding arteri ginjal. Ketika penumpukan ini semakin besar, plak akan mengeras, aliran darah berkurang dan memunculkan jaringan parut ginjal dan menyebabkan penyempitan arteri ginjal.
Aterosklerosis bisa terjadi di berbagai area tubuh, aterosklerosis yang menyerang ginjal merupakan penyebab paling umum pada stenosis arteri renalis.
Displasia Fibromuskular
Displasia fibromuskular adalah kondisi saat sel-sel otot polos di dinding arteri yang tidak berkembang sempurna. Kondisi ini sering terjadi pada wanita atau usia anak-anak. Displasia fibromuskular yang terjadi sejak lahir (kongenital) dapat menyebabkan hipertensi pada anak-anak.
Selain dua kondisi di atas, penyakit ini juga bisa terjadi akibat komplikasi dari kondisi medis tertentu, seperti peradangan pembuluh darah.
Faktor Risiko Stenosis Arteri Renalis
Pengidap aterosklerosis memiliki risiko paling tinggi terkena stenosis arteri renalis. Meski begitu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini adalah:
- Orang berusia lanjut.
- Obesitas.
- Memiliki riwayat penyakit jantung, seperti penyakit arteri koroner.
- Menderita diabetes.
- Menderita penyakit ginjal kronis.
- Kebiasaan merokok.
- Memiliki kadar kolesterol tinggi.
Gejala Stenosis Arteri Renalis
Stenosis arteri renalis biasanya tidak menimbulkan gejala di tahap awal. Kondisi ini baru disadari ketika pengidapnya mengalami tekanan darah tinggi dan menurunnya fungsi ginjal. Seiring berkembangnya penyakit, beberapa gejala yang mungkin muncul adalah:
- Tekanan darah tinggi yang muncul mendadak atau memburuk tanpa sebab yang jelas.
- Tekanan darah tinggi yang muncul sebelum usia 30 tahun atau sesudah usia 50 tahun.
- Edema (pembengkakan akibat penumpukan cairan) pada jaringan tubuh.
- Fungsi ginjal yang menurun selama pengobatan hipertensi.
- Gagal jantung yang tidak membaik dengan pemberian obat.
- Penurunan kadar kalium darah tanpa penyebab yang jelas.
- Penurunan berat badan.
- Meningkat atau menurunnya frekuensi buang air kecil.
- Peningkatan volume protein dalam urine.
Diagnosis Stenosis Arteri Renalis
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan pemeriksaan fisik menggunakan stetoskop pada area ginjal untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan suara yang menandakan penyempitan. Selanjutnya, dokter akan meminta pasien menjalani tes urine untuk memeriksa fungsi ginjal dan tes darah untuk menghitung kadar hormon tertentu.
Guna menegakkan diagnosis, biasanya dokter akan merekomendasikan pasien melakukan serangkaian tes berikut ini:
- USG doppler: Untuk memantau kondisi arteri ginjal dan fungsinya serta memeriksa tingkat keparahan penyumbatan.
- CT Scan atau MRA (Magnetic Resonance Angiography): Untuk melihat gambaran kondisi ginjal dan arterinya secara detail.
- Arteriografi ginjal: Untuk memeriksa kondisi ginjal menggunakan kateter dan zat pewarna yang disuntikkan ke pembuluh darah.
Pengobatan Stenosis Arteri Renalis
Pengobatan stenosis arteri renalis akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebabnya. Pada gejala ringan, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Sementara itu, untuk kondisi yang lebih parah tak jarang dibutuhkan prosedur pembedahan untuk membuka atau melebarkan arteri.
Selain itu, dokter biasanya akan menyarankan pasien menjalani perawatan angioplasty apabila penyebab stenosis arteri renalis adalah displasia fibromuskular. Beberapa tahap prosedur angioplasty adalah:
- Dokter menggunakan balon plastik untuk melebarkan arteri yang menyempit.
- Kemudian, dokter akan memasukkan tabung metal atau jaring yang disebut dengan stent untuk menjaga arteri tetap terbuka.
- Setelah menjalani prosedur perawatan, dokter biasanya tetap menyarankan pasien untuk mengonsumsi obat tekanan darah tinggi.
Selain menjalani pengobatan dari dokter, pasien juga disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat untuk mendukung efektivitas pengobatan seperti:
- Menjaga berat badan ideal.
- Olahraga secara rutin.
- Mengendalikan stres dengan baik.
- Menghentikan kebiasaan merokok.
- Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam.
Komplikasi Stenosis Arteri Renalis
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit stenosis arteri renalis adalah:
- Tekanan darah tinggi.
- Gagal ginjal, sehingga membutuhkan pengobatan dengan hemodialisis (cuci darah atau transplantasi ginjal).
- Sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru.
- Pembengkakan kaki atau pergelangan kaki karena retensi cairan di kaki.
Apabila Anda merasakan gejala menyerupai stenosis arteri renalis, jangan ragu untuk segera mengonsultasikannya dengan dokter Siloam Hospitals untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan secara tepat.
Anda juga dapat melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin menggunakan Paket Medical Check Up - Tes Kolesterol Total di Siloam Hospitals. Pemeriksaan ini telah mencakup pengukuran HDL, LDL, dan Trigliserida.
Pemesanan paket Medical Check Up dapat dilakukan melalui aplikasi MySiloam atau menghubungi call center kami di 1-500-181. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







