Apa itu Tes PCR? Ini Tujuan dan Prosedur Pemeriksaannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Tes PCR? Ini Tujuan dan Prosedur Pemeriksaannya

28 Oktober 2025 5 menit waktu baca
tes pcr adalah

Polymerase chain reaction test atau tes PCR adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari suatu bakteri atau virus. Pemeriksaan PCR adalah prosedur yang kerap dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis berbagai penyakit, salah satunya COVID-19.

 

Mari pahami lebih lanjut mengenai tujuan serta prosedur pemeriksaan PCR melalui pembahasan berikut ini.

 

Apa itu Tes PCR (Polymerase Chain Reaction)?

 

Polymerase chain reaction test atau tes PCR adalah pemeriksaan laboratorium yang dilakukan untuk menunjang penegakkan diagnosis dari suatu penyakit. Prosedur pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi material genetik, yaitu RNA (ribonucleic acid) atau DNA (deoxyribonucleic acid) dari bakteri ataupun virus penyebab penyakit melalui teknik perbanyakan (amplifikasi).

 

Perbedaan Tes PCR dan Antigen

 

Meski sama-sama sering digunakan untuk menunjang penegakkan diagnosis dari suatu penyakit, rapid test antigen dan PCR adalah dua metode pemeriksaan yang berbeda. Perbedaan tes PCR dengan tes antigen ini dapat dilihat melalui beberapa aspek, yaitu:

 

1. Dari Prosedur Pengambilan Sampel

 

Jika digunakan untuk mendeteksi virus corona (penyebab COVID-19), pemeriksaan PCR dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari rongga hidung dan tenggorokan menggunakan kapas lidi khusus yang bertangkai panjang. Di sisi lain, sampel yang digunakan untuk rapid test antigen biasanya hanya berasal dari lendir pada rongga hidung.

 

2. Dari Prosedur Pemeriksaannya

 

Perbedaan tes PCR dengan tes antigen juga dapat dilihat dari prosedur pemeriksaannya. Bila tes PCR dilakukan untuk mendeteksi material genetik (DNA atau RNA), rapid test antigen berfungsi untuk memeriksa keberadaan antigen/antibodi suatu virus atau bakteri di dalam tubuh.

 

Hasil pemeriksaan tes PCR dinilai lebih akurat untuk mendiagnosis suatu penyakit karena kemampuannya dalam mendeteksi materi genetik dari suatu patogen bila dibandingkan dengan rapid test antigen. Maka dari itu, walaupun hasil rapid test antigen menunjukkan hasil negatif, apabila pasien menunjukkan gejala dan tanda yang khas dari suatu penyakit tertentu, maka dokter tetap akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan PCR guna mengonfirmasi diagnosis suatu penyakit.

 

Tujuan dan Indikasi Tes PCR

 

Seperti yang telah dijelaskan, tujuan utama dilakukannya tes PCR adalah untuk mendeteksi keberadaan materi genetik suatu virus atau bakteri penyebab penyakit. Adapun sejumlah penyakit infeksi yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan PCR adalah sebagai berikut:

 

Prosedur Tes PCR

 

Tes PCR adalah pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu persiapan, pengambilan sampel, dan prosedur pemeriksaan laboratorium. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

Persiapan

 

Sebelum menjalani pemeriksaan PCR, dokter akan memberi tahu berapa lama hasil pemeriksaan tersebut akan keluar. Lama waktu keluarnya hasil pemeriksaan PCR ini cenderung bervariasi, tergantung pada jenis penyakit yang akan dideteksi dan ketersediaan fasilitasnya. Secara umum, hasil pemeriksaan PCR bisa didapatkan kurang lebih sekitar 1–2 hari setelah pengambilan sampel.

 

Apabila terindikasi mengidap penyakit infeksi yang menular melalui droplet (percikan air liur atau dahak), dokter akan mengarahkan pasien untuk menerapkan protokol kesehatan sebaik mungkin, baik sebelum, selama, maupun setelah prosedur pemeriksaan PCR berlangsung.

 

Prosedur Pengambilan Sampel

 

Pada dasarnya, pengambilan sampel untuk tes PCR dapat dilakukan melalui beberapa metode, yaitu tes usap (swab test), sampel darah, sampel urine, sputum, atau cairan serebrospinal (melalui prosedur lumbal pungsi). Jika pengambilan sampel dilakukan melalui swab test, berikut adalah langkah-langkah dan prosedur tes PCR yang dapat dilakukan.

  • Petugas medis akan menginformasikan pada pasien bahwa prosedur ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, baik selama maupun sesudah swab test berlangsung.

  • Meminta pasien untuk melepas masker serta membuang lendir atau ingus yang ada di dalam rongga hidung.

  • Mengarahkan pasien untuk mendongakkan kepala guna memudahkan proses pengambilan sampel.

  • Memasukkan alat swab berupa cotton bud bertangkai panjang ke dalam rongga hidung hingga mencapai nasofaring (bagian dari tenggorokan yang terletak di belakang rongga hidung).

  • Menggerakkan dan memutar alat swab kurang lebih selama 15 detik untuk mendapatkan sampel lendir.

  • Setelah itu, petugas medis atau dokter akan menarik alat swab secara perlahan dan meminta pasien untuk mengenakan masker kembali.

 

Prosedur Pemeriksaan pada Laboratorium

 

Setelah prosedur pengambilan sampel selesai dilakukan, petugas medis akan memasukkan sampel tersebut ke dalam wadah tabung plastik yang tertutup. Lalu, sampel akan dimasukkan ke dalam tabung khusus biohazard dan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis menggunakan mesin PCR.

 

Pada dasarnya, tes PCR adalah prosedur yang melibatkan 3 proses, yaitu ekstraksi material genetik dari sampel, penggandaan (amplifikasi) materi genetik, dan pembacaan hasil. Nantinya, hasil pemeriksaan ini akan ditampilkan dengan nilai CT value.

 

Hasil tes PCR akan menunjukkan hasil berupa positif dan negatif. Jika menunjukkan hasil positif, hal tersebut menandakan bahwa pasien menderita penyakit tersebut. Sebaliknya, hasil negatif dari tes PCR menandakan bahwa pasien tidak menderita penyakit tersebut.

 

Namun, perlu diketahui bahwa tes PCR bisa menampilkan hasil positif ataupun negatif  palsu. Maka dari itu, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter guna mengonfirmasi diagnosis penyakit yang diderita.

 

Efek Samping Tes PCR

 

Tes PCR adalah prosedur pemeriksaan yang aman dilakukan dan jarang menimbulkan efek samping apa pun. Namun, selama ataupun setelah prosedur pengambilan sampel, pasien mungkin saja akan merasakan sensasi tidak nyaman pada hidung atau muncul memar dan nyeri pada area bekas swab.

 

Dapat disimpulkan bahwa PCR adalah prosedur pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis suatu penyakit, termasuk COVID-19. Maka dari itu, jika Anda memiliki keluhan yang dicurigai sebagai gejala COVID-19, jangan ragu untuk memesan paket Tes COVID-19 dari Siloam Hospitals.

 

Melalui paket ini, Anda dapat memperoleh sejumlah prosedur pemeriksaan untuk mengonfirmasi diagnosis COVID-19, mulai dari swab antigen, rapid test, PCR, hingga tes serologi.

 

Pemesanan paket tersebut dapat dilakukan secara praktis melalui fitur yang tersedia MySiloam App. Selain itu, Anda juga dapat memantau hasil pemeriksaan di mana pun dan kapan pun melalui fitur Patient Portal.


Lalu, untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan tindakan medis yang tepat dari dokter terkait. Gunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan Anda dalam menemukan informasi jadwal hingga reservasi pertemuan dengan dokter Siloam Hospitals. Mari percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail