Ibu dan Anak
Toilet Training: Tanda Kesiapan dan Cara Mengajarkannya

Table of Contents
Toilet training adalah suatu tahap di mana anak sudah siap untuk belajar mengenai etika buang air seperti orang dewasa. Buang air secara mandiri dan benar di kamar mandi merupakan aktivitas yang tidak begitu saja bisa dilakukan anak-anak. Dibutuhkan proses pembelajaran yang bisa membuat anak mengenali kebutuhan tubuh untuk mengeluarkan urine atau feses di tempat yang semestinya, yaitu toilet.
Orang tua perlu mengenali tanda-tanda anak yang sudah siap untuk melakukan toilet training agar dapat mendukung proses pembelajarannya dengan tepat. Mari simak ulasan selengkapnya di sini.
Apa itu Toilet Training?
Toilet training adalah proses pembelajaran buang air pada anak yang meliputi beberapa tahapan. Orang tua perlu memberikan pemahaman tentang buang air dan tata cara buang air di toilet yang tepat dalam proses pembelajarannya. Hal kecil seperti membuka celana dan memakainya kembali setelah buang air pun perlu diperhatikan di sini.
Toilet training dilakukan tanpa membedakan antara anak laki-laki dan anak perempuan. Dalam latihan ini, anak diharapkan dapat buang air dalam posisi duduk atau jongkok terlebih dahulu. Adapun alat seperti potty chair atau potty seat bisa digunakan untuk memudahkan anak menjalani toilet training.
Tujuan toilet training adalah melatih anak untuk mengendalikan diri dan memahami waktu serta tanda-tanda untuk buang air berdasarkan sinyal dari tubuh. Dengan begitu, anak tidak perlu lagi memakai popok untuk menampung urine atau fesesnya.
Kapan Sebaiknya Toilet Training Dilakukan?
Biasanya, anak berusia 18–30 bulan dianggap sudah siap secara fisik untuk menjalani toilet training. Namun dalam praktiknya, terdapat beberapa tahapan kesiapan yang perlu diperhatikan. Berikut adalah pembagian tahapan-tahapannya:
-
Anak berusia 18 bulan biasanya sudah menunjukkan tanda kesiapan.
-
Anak berusia 24 bulan bisa mulai dikenalkan dengan langkah-langkah buang air di toilet.
-
Anak berusia 30–36 bulan umumnya sudah menyadari keinginan untuk buang air di toilet pada siang hari.
-
Anak berusia 36–48 bulan sudah bisa menahan buang air kecil atau besar sebelum tidur di malam hari hingga ketika bangun di pagi hari. Pada usia ini, anak pun sudah bisa buang air sendiri di toilet pada tengah malam.
Tanda Anak Siap Menjalani Toilet Training
Sebelum mengajarkan anak langkah-langkah untuk buang air di toilet, pastikan terlebih dahulu apakah anak sudah siap untuk menjalani proses training atau belum. Setiap anak akan menunjukkan tanda kesiapan yang berbeda. Namun, inilah beberapa tanda yang umum ditemukan pada anak yang sudah siap untuk menjalani training buang air di toilet:
-
Merasa tidak nyaman dengan popok yang kotor.
-
Popok kering selama dua jam atau lebih.
-
Jadwal buang air lebih teratur.
-
Sudah bisa melepas dan memakai kembali celana sendiri tanpa perlu dibantu.
-
Mulai penasaran dengan kegunaan toilet.
-
Terdapat keinginan untuk diajari cara menggunakan toilet.
-
Sadar ketika ingin buang air.
-
Tidak mengompol atau berhasil untuk bangun tidur tanpa mengompol.
-
Mampu meniru perilaku atau etika buang air orang dewasa dengan baik.
-
Dapat menolak bantuan atau penggunaan alat-alat untuk buang air yang menandakan kemandirian.
Cara Mengajarkan Anak Toilet Training
Orang tua perlu berperan aktif dalam proses toilet training. Berikut adalah cara mengajarkan anak toilet training yang tepat:
1. Menjelaskan Konsep Buang Air di Toilet
Cara melatih anak toilet training bisa dimulai dengan menjelaskan kepada anak tentang fungsi toilet itu sendiri. Bantu si kecil memahami bahwa toilet adalah tempat untuk membuang kotoran dari dalam tubuhnya.
Berkaitan dengan itu, berilah juga penjelasan bahwa keinginan untuk buang air tidak boleh ditahan terlalu lama dan buang air perlu dilakukan secara rutin agar kotoran tidak menumpuk di dalam tubuh. Kenalkan pula kebiasaan-kebiasaan lain selama toilet training, seperti etika menyiram toilet setelah buang air.
2. Menggunakan Dudukan Toilet yang Nyaman untuk Anak
Transisi ke fase baru tidaklah mudah bagi anak. Untuk itu, orang tua dapat membuat kamar mandi menjadi lebih nyaman bagi si kecil, seperti menyiapkan dudukan toilet yang nyaman digunakan saat toilet training.
Cari desain toilet atau kamar mandi yang unik sehingga dapat menarik perhatiannya dan lebih antusias dalam menjalani toilet training. Di samping desain yang menarik, pastikan kualitas kebersihan dan keamanan toilet pun terjamin sehingga aman digunakan oleh anak.
3. Mempraktikkan Cara Menggunakan Toilet yang Benar
Selain instruksi yang sederhana dan mudah dimengerti, praktikkan pula cara menggunakan toilet yang benar. Anak akan lebih mudah meniru hal yang dilakukan secara nyata. Cobalah duduk atau jongkok di toilet sambil membersihkan bokong dengan air bersih. Setelah itu, ingatkan anak untuk selalu menyiram toilet (flush) hingga kotoran tidak terlihat lagi.
4. Membiasakan Anak Pergi ke Toilet pada Waktu Tertentu
Latihlah anak untuk pergi ke toilet secara rutin untuk buang air. Biasakan untuk mengantar anak ke toilet setiap selesai bangun tidur, sebelum tidur, dan beberapa saat setelah makan. Perhatikan juga ketika anak ingin buang air besar. Biasanya, ia akan buang air besar pada waktu-waktu tertentu. Ketika waktunya sudah tiba, tanyakan apakah ia ingin ke toilet atau tidak.
5. Memperhatikan Kebersihan Ketika Buang Air
Setelah buang air dengan benar, ingatkan si kecil untuk selalu menjaga kebersihan dengan menyiram bersih bagian kemaluan dan dubur dengan air. Pastikan pula ia mencuci tangannya dengan sabun antiseptik dan air mengalir usai buang air kecil atau besar di toilet.
Apabila terjadi hal-hal yang mungkin tidak diinginkan, seperti anak tiba-tiba mengompol, tetaplah tenang dan ingatkan anak untuk selalu pergi ke toilet ketika ingin buang air kapan pun itu.
Itu dia informasi seputar toilet training yang dapat membantu anak memahami pentingnya buang air di toilet sejak kecil. Apabila anak Anda sulit untuk buang air sendiri karena mengidap kondisi kesehatan tertentu, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter terkait di Siloam Hospitals terdekat.
Buat janji temu terlebih dulu menggunakan fitur Cari Dokter yang bisa diakses melalui situs resmi Siloam Hospitals atau aplikasi MySiloam. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan si kecil #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







