Mengenal Toxic Positivity - Dampak dan Cara Menghindarinya
Kesehatan Mental

Mengenal Toxic Positivity - Dampak dan Cara Menghindarinya

17 November 2025 4 menit waktu baca
toxic positivity adalah

Toxic positivity adalah perilaku yang menuntut diri sendiri maupun orang lain untuk selalu memiliki pikiran positif dan menolak atau mengabaikan segala jenis emosi negatif atau pengalaman sulit. Selalu berpikir positif hingga mengabaikan emosi negatif lainnya ternyata dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan mental.

 

Berpikir positif dapat membuat seseorang fokus pada hal-hal baik. Tak jarang pula pikiran positif membuat hidup menjadi lebih tenang. Namun, berpikir positif tidak serta-merta membuat Anda boleh mengabaikan emosi lainnya.

 

Toxic positivity yang dilakukan secara terus-menerus dan dalam jangka waktu panjang berisiko menyebabkan stres, depresi, gangguan cemas (anxiety disorder), dan gangguan mental lainnya. Ketahui informasi selengkapnya tentang ciri-ciri, dampak, hingga cara menghindari toxic positivity selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Toxic Positivity?

 

Toxic positivity adalah suatu obsesi untuk selalu memiliki pikiran positif dan mengesampingkan emosi negatif, seperti sedih, kecewa, dan takut, walaupun dalam keadaan buruk. Meskipun memiliki niat positif, toxic positivity dapat menjadi merugikan karena mengabaikan realitas dan tekanan yang mungkin dialami oleh seseorang.

 

Seseorang yang terjebak di dalam toxic positivity akan memiliki pemikiran bahwa berpikir positif hanyalah satu-satunya solusi untuk mengatasi semua masalah yang ada. Perilaku tersebut bisa dipengaruhi oleh pemikiran sendiri ataupun tekanan dari orang lain.

 

Toxic positivity adalah sikap atau cara berpikir yang terlalu mementingkan hal positif dan menolak atau mengesampingkan segala bentuk emosi negatif atau kesulitan yang sedang dialami. Beberapa contoh dibawah ini adalah pemikiran-pemikiran yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi pola pikir toxic positivity, antara lain adalah:

 

  • Menasehati seseorang yang baru saja kehilangan orang terkasihnya bahwa segala hal yang terjadi memiliki alasan tertentu.

  • Membandingkan keadaan buruk seseorang dengan keadaan diri sendiri yang dianggap lebih buruk.

  • Menuntut diri sendiri untuk terus mendapatkan pencapaian baru tanpa memikirkan kesulitan yang mungkin akan dihadapi.

  • Menanamkan pikiran “lihat sisi positifnya” ke diri sendiri setiap mengalami keadaan buruk.

 

Ciri-Ciri Toxic Positivity

 

Perilaku toxic positivity seringkali tidak disadari oleh orang-orang yang terjebak dalam hal tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk mengenal ciri-ciri toxic positivity agar Anda dapat menghindari perilaku buruk ini. Adapun ciri-ciri seseorang yang terjebak dalam perilaku toxic positivity adalah sebagai berikut:

 

  • Menyembunyikan emosi yang sebenarnya sedang dirasakan.

  • Menghakimi orang lain yang meluapkan emosi negatif.

  • Menyemangati orang lain namun disertai dengan pernyataan yang meremehkan.

  • Menghindari masalah berat yang sedang dialami.

  • Merasa bersalah pada diri sendiri setiap kali meluapkan emosi negatif.

 

Dampak Toxic Positivity

 

Segala sesuatu yang berlebihan tentu memiliki dampak negatif. Begitu pula dengan bersikap positif. Berikut adalah beberapa hal buruk yang bisa terjadi akibat dampak toxic positivity, seperti:

 

  • Kesulitan untuk mengungkapkan emosi. Toxic positivity dapat mengakibatkan seseorang menjadi sulit untuk mengungkapkan emosi yang sebenarnya sedang dirasakan.

  • Emosi yang tidak diluapkan dan menumpuk karena perilaku toxic positivity akan memicu terjadinya gangguan mental, seperti anxiety disorder, post traumatic disorder (PTSD), dan lain sebagainya.

  • Mengabaikan keadaan buruk yang dapat membahayakan diri sendiri. Misalnya, seseorang yang sudah terlanjur terjebak dalam toxic positivity cenderung akan mengabaikan perilaku kasar dari pasangan (abusive relationship) dan mudah memaafkan perilaku kasar pasangan ditambah dengan pemikiran optimis bahwa pasangan akan berubah.

  • Rendah diri (Inferiority Complex). Toxic positivity akan membuat seseorang mudah untuk merasa rendah diri apabila terlihat sedang tidak baik-baik saja ketika berhadapan dengan orang lain.

 

Cara Menghindari Toxic Positivity

 

Cara utama untuk menghindari toxic positivity adalah dengan menerima segala emosi yang dirasakan oleh diri sendiri maupun orang lain. Anda perlu memahami bahwa emosi positif maupun negatif merupakan hal valid dan realistis. Selain itu, cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menghindari toxic positivity adalah sebagai berikut:

 

1. Terima dan Kelola Emosi Negatif yang Dirasakan

 

Terlalu berlarut-larut dalam emosi negatif memang tidak baik. Namun, Anda tetap perlu menerima perasaan negatif tersebut agar tidak terjebak dalam perilaku toxic positivity. Anda dapat mengelola dan meluapkan emosi negatif dengan menulis jurnal atau berdiskusi dengan teman dan keluarga.

 

2. Pahami Masalah Tanpa Menghakimi

 

Emosi negatif yang Anda atau orang lain rasakan dapat bersumber dari mana saja. Bisa muncul karena stres pekerjaan, keluarga, finansial, atau gangguan mental tertentu. Karena itu penting untuk memahami dan menemukan cara yang tepat untuk mengelolanya.

 

Ketika teman sedang berkeluh kesah dan meluapkan emosi yang sedang dirasakan, Anda dapat mendengarkannya sebaik mungkin tanpa menghakimi. Anda juga perlu menghindari perilaku membandingkan keadaan teman dengan keadaan diri sendiri yang dianggap lebih buruk.

 

3. Gunakan Media Sosial dengan Bijak

 

Media sosial yang digunakan secara tidak bijak dapat memicu seseorang terjebak dalam toxic positivity. Hal ini dikarenakan penggunaan media sosial secara tidak bijak yang berlebihan membuat seseorang cenderung ingin selalu terlihat sempurna dan positif di mata orang lain.

 

Alih-alih bermain media sosial secara berlebihan, Anda bisa memanfaatkan waktu luang dengan berkumpul bersama teman, melakukan hobi, dan kegiatan positif lainnya.

 

Dari ulasan di atas, jelas bahwa toxic positivity adalah perilaku yang sebaiknya dihindari agar tidak memengaruhi kesehatan mental. Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan saran terbaik jika sedang merasa terjebak dalam perilaku toxic positivity. Gunakan fitur Cari Dokter untuk membuat janji temu dengan dokter terlebih dahulu secara online. 

 

Anda juga dapat memanfaatkan layanan telekonsultasi untuk berdiskusi dengan psikolog dari Siloam Hospitals secara online dari mana saja dan kapan saja. Fitur layanan telekonsultasi tersebut dapat Anda gunakan dengan mengunduh aplikasi MySiloam. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail