Trypophobia: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Mental

Trypophobia: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

26 November 2025 4 menit waktu baca
trypophobia adalah

Trypophobia adalah salah satu jenis anxiety disorder berupa rasa takut berlebihan atau phobia terhadap lubang-lubang. Ketika melihat pola berlubang, seperti pada sarang lebah, penderita trypophobia akan merasa tidak nyaman, bahkan dapat menimbulkan mual hingga sesak napas.

 

Rasa takut berlebihan ini tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, trypophobia adalah kondisi yang perlu diatasi dengan tepat. Berikut ulasan penyebab hingga cara mengatasi trypophobia yang penting untuk Anda ketahui.

 

Apa itu Trypophobia?

 

Trypophobia adalah fobia atau rasa takut berlebihan ketika penderitanya melihat pola berlubang, seperti sarang lebah, spons, rongga kayu, dan lain sebagainya. Biasanya, penderita trypophobia akan merasa tidak nyaman, jijik, dan mual saat melihat pola berlubang.

 

Apabila fobianya sudah cukup parah, trypophobia bahkan dapat mengakibatkan penderitanya mengalami panic attack, seperti sesak napas, otot menegang, jantung berdebar, dan lain-lain.

 

Sayangnya, trypophobia adalah gangguan mental yang hingga saat ini belum dikenal secara umum dalam dunia medis. Lantaran, trypophobia masih memerlukan penelitian lebih lanjut agar dapat dikategorikan sebagai jenis fobia secara resmi dalam dunia medis.

 

Penyebab Trypophobia

 

Secara umum, penyebab trypophobia belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa orang menganggap trypophobia disebabkan oleh pola pikir penderitanya. 

 

Ya, terkadang penderita trypophobia akan mengingat hal-hal berbahaya dan menjijikan ketika melihat pola berlubang. Hal-hal yang akan diingat oleh penderita trypophobia ketika melihat pola berlubang biasanya kulit hewan beracun (ular kobra atau katak beracun) serta penyakit kulit yang menular (cacar air, kudis, dan lain sebagainya).

 

Di samping itu, trypophobia juga berisiko dialami oleh seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental lain, seperti depresi, gangguan cemas, dan lain sebagainya.

 

Adapun objek-objek yang dapat memicu munculnya trypophobia adalah sebagai berikut:

 

  • Spons
  • Rongga pada kayu
  • Sarang lebah
  • Kepala biji teratai
  • Buah delima
  • Keju yang memiliki tekstur berlubang
  • Karang berlubang

 

Gejala Trypophobia

 

Biasanya, gejala trypophobia baru akan muncul apabila penderitanya sedang atau telah melihat pola berlubang pada objek tertentu. Gejala yang mungkin akan dirasakan oleh penderita trypophobia adalah sebagai berikut:

 

  • Gatal-gatal pada kulit
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Mual
  • Jantung berdebar
  • Pusing
  • Gelisah
  • Enggan melihat kembali pola berlubang tersebut
  • Merinding saat melihat pola berlubang

 

Diagnosis Trypophobia

 

Karena belum dikenal secara resmi dalam dunia medis, belum ada langkah pasti dari diagnosis trypophobia yang dapat dilakukan oleh dokter. Akan tetapi, dokter biasanya akan melakukan wawancara medis kepada pasien diduga trypophobia untuk mengetahui kondisinya secara menyeluruh. Selain itu, dokter juga akan melakukan tes gambar untuk mengamati reaksi pasien ketika melihat pola berlubang.

 

Cara Mengatasi Trypophobia

 

Penanganan fobia yang umum dilakukan dalam dunia medis adalah dengan melakukan beberapa tindakan terapi. Cara menghilangkan trypophobia yang dinilai cukup efektif adalah dengan melakukan exposure therapy.

 

Selain itu, ada cara mengatasi trypophobia lain yang umumnya akan dilakukan oleh dokter. Adapun penjelasan lengkap dari cara mengatasi trypophobia adalah sebagai berikut.

 

A. Exposure Therapy (Terapi Ekspos)

 

Terapi ekspos atau exposure therapy merupakan tindakan medis yang dilakukan dengan membuat pasien menghadapi ketakutannya secara bertahap. Nantinya, pasien penderita trypophobia akan dihadapkan dengan gambar atau benda yang memiliki pola berlubang dalam exposure therapy ini.

 

Dengan begitu, pasien jadi lebih terbiasa sehingga akan mengubah respons berlebihannya ketika melihat pola berlubang.

 

B. CBT atau Cognitive Behavioral Therapy (Terapi Perilaku Kognitif)

 

Cognitive behavioral therapy atau CBT juga dapat dilakukan sebagai cara mengatasi trypophobia. CBT ini berfungsi untuk mengubah pola pikir pasien ketika dihadapkan oleh suatu masalah dalam hidupnya, seperti melihat lubang-lubang yang dialami penderita trypophobia.

 

C. Konsumsi Obat Tertentu

 

Apabila menimbulkan gejala yang cukup serius, seperti serangan panik, dokter akan meresepkan obat penenang dan antidepresan untuk pasien penderita trypophobia. Namun, cara ini cenderung jarang dilakukan oleh dokter.

 

Dapat disimpulkan, trypophobia disebabkan oleh pola pikir penderitanya dan memicu rasa cemas berlebihan. Namun, perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang disebutkan di atas tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang benar-benar menderita trypophobia. Pasalnya, penyebab dan gejala tersebut tidak mewakili trypophobia secara spesifik, sehingga mungkin saja juga terjadi pada kondisi medis lainnya.

 

Untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat terkait dengan trypophobia, segera lakukan konseling dengan Psikiatri di Siloam Hospitals Lippo Village. Dengan begitu, dokter juga bisa merencanakan tindakan medis yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasien.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan tindakan medis yang Anda jalani akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia, sehingga mungkin saja berbeda di masing-masing rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis yang dilakukan telah sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Agar lebih praktis, gunakan juga layanan Telekonsultasi yang dapat memudahkan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter pilihan secara virtual. Layanan ini juga memungkinkan dokter untuk memberikan resep obat-obatan tertentu secara online, pasien pun dapat mengambilnya tanpa harus keluar rumah. Namun, terdapat beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan, yang mewajibkan pasien untuk mengambil resepnya secara langsung.

 

telechat (1)

message

ArticleDetail