Pusing Setelah Donor Darah? Ketahui Penyebabnya!
Pola Hidup Sehat

Pusing Setelah Donor Darah? Ketahui Penyebabnya!

08 September 2025 3 menit waktu baca
pusing setelah donor darah

 

Pusing setelah donor darah merupakan kondisi yang cukup sering dialami sebagian orang. Keluhan ini biasanya muncul karena adanya penurunan tekanan darah, berkurangnya volume darah, atau tubuh yang belum beradaptasi dengan cepat setelah kehilangan sejumlah darah.

 

Meski umumnya bersifat ringan dan sementara, rasa pusing dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta mengganggu aktivitas. Mari simak ulasan selengkapnya mengenai penyebab pusing setelah donor darah dan tips mengurangi risikonya di bawah ini.

 

Apa yang Menyebabkan Pusing Setelah Donor Darah?

 

Pusing merupakan salah satu efek samping yang ditimbulkan setelah donor darah. Hal ini dapat terjadi karena volume darah yang dipompa oleh jantung berkurang, sehingga tekanan darah dapat menurun sementara. Selain itu, dehidrasi (kekurangan asupan cairan) juga dapat memperparah gejala seperti pusing dan rasa lelah setelah donor darah.

 

Gejala pusing setelah donor darah yang disebabkan oleh penurunan tekanan darah akibat penurunan volume darah biasanya bersifat sementara. Gejala ini umumnya mereda dalam beberapa menit setelah donor, terutama jika pendonor tetap terhidrasi.

 

Pada beberapa kasus, pusing setelah donor darah bisa berkaitan dengan vasovagal reaction (VVR). Kondisi ini dapat menimbulkan gejala pusing, rasa ringan di kepala, mual, dan berkeringat. Adapun pemicu utamanya sering kali berupa rasa cemas ketika melihat darah.

 

VVR ditandai dengan rasa tidak nyaman dan lemah disertai kepala yang terasa ringan, pusing, penglihatan kabur, dan mual, bahkan pingsan. Gejala ini terjadi karena penurunan mendadak pada detak jantung atau tekanan darah sehingga aliran darah dan oksigen ke otak berkurang.

 

Penelitian berjudul The vasovagal reaction experience among blood donors: A qualitative study of factors that affect donor return (2021) menyebutkan bahwa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami VVR saat atau setelah donor darah, antara lain:

 

  • Baru pertama kali mendonorkan darah.

  • Usia muda.

  • Berat badan rendah.

  • Perkiraan volume darah rendah.

  • Berjenis kelamin perempuan.

  • Rasa cemas sebelum donor.

 

Tips Mengurangi Risiko Efek Samping Setelah Donor Darah

 

Terdapat beberapa strategi yang biasanya dianjurkan oleh pusat donor darah untuk meminimalkan efek samping dan membantu pemulihan setelah donor darah. Berikut adalah beberapa strateginya:

 

1. Hidrasi sebagai dasar pemulihan:

 

  • Sebelum donor, usahakan minum cukup air putih.

  • Saat donor, manfaatkan minuman yang disediakan oleh pusat donor darah untuk menjaga hidrasi tubuh selama proses berlangsung.

  • Setelah donor, Anda dapat mengembalikan tingkat hidrasi tubuh dengan meminum air putih, kaldu bening, dan minuman kaya elektrolit. Sebaiknya, hindari minuman manis dan alkohol karena dapat menyebabkan dehidrasi

 

2. Memberi asupan energi bagi tubuh:

 

  • Donor darah dapat mengurangi cadangan zat besi dalam tubuh, terutama pada wanita usia subur yang memang memiliki kebutuhan zat besi lebih tinggi.

  • Untuk membantu mengembalikan cadangan zat besi serta menjaga kesehatan setelah donor darah, usahakan memasukkan makanan kaya zat besi ke dalam pola makan. Beberapa pilihan yang baik antara lain:

    • Daging merah.

    • Unggas.

    • Ikan.

    • Sumber nabati, seperti kacang-kacangan dan tahu.

    • Makanan yang difortifikasi zat besi, misalnya roti, sereal, atau camilan sarapan yang diperkaya zat besi.

  • Mencukupi kebutuhan vitamin C untuk membantu proses penyerapan zat besi dari makanan.

 

3. Mengutamakan istirahat dan pemulihan:

 

  • Menghindari aktivitas berat setidaknya 24–48 jam setelah donor agar tubuh fokus memulihkan volume darah dan proses pemulihan lainnya.

  • Berolahraga ringan, seperti jalan kaki, yoga, atau peregangan. Jika timbul rasa lelah atau pusing, segera istirahat atau berhenti sejenak.

  • Kembali ke aktivitas normal secara bertahap.

 

4. Meminimalkan rasa tidak nyaman di area suntikan:

 

  • Area bekas jarum pada saat donor darah bisa saja menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman, seperti nyeri ringan atau memar. Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi hal ini, misalnya dengan mengalihkan perhatian pendonor melalui obrolan, lalu segera setelah jarum dilepas, berikan tekanan lembut pada area suntikan dengan kasa selama beberapa menit.

 

Itulah penjelasan mengenai penyebab dan tips mengurangi risiko efek samping setelah donor darah yang perlu Anda ketahui. Pusing setelah donor darah umumnya tidak berbahaya dan dapat mereda dengan istirahat serta asupan cairan yang cukup.

 

Namun, jika keluhan berlangsung lebih lama dari biasanya atau disertai gejala lain seperti lemas berlebihan, pandangan kabur, atau pingsan, perlu dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan menyeluruh, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan Dokter Umum di Siloam Hospitals terdekat agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan baik.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

Medical News Today. How to recover after donating blood. Diakses pada 2025 | International Journal of Clinical Biochemistry and Research. Blood donation and post donation care: A clinical update. Diakses pada 2025 | Social Science & Medicine. The vasovagal reaction experience among blood donors: A qualitative study of factors that affect donor return. Diakses pada 2025 | NIH Clinical Center. After Your Donation. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail