Kesehatan Tubuh
Acute Aortic Syndrome, Ini Jenis-Jenis hingga Pengobatannya

Table of Contents
Acute aortic syndrome (AAS) adalah sekelompok kondisi gawat darurat yang melibatkan aorta dan bersifat mengancam jiwa. Kondisi ini ditandai dengan nyeri dada atau punggung yang muncul tiba-tiba, sangat hebat, dan membutuhkan penanganan medis segera.
Karena sifatnya yang serius dan dapat berkembang cepat, keterlambatan diagnosis maupun penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi yang fatal. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai jenis-jenis, gejala, hingga pengobatannya sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat. Berikut informasi selengkapnya.
Apa Itu Acute Aortic Syndrome?
AAS atau acute aortic syndrome adalah istilah yang merujuk pada sekelompok kondisi gawat darurat yang terjadi pada aorta, khususnya pada bagian torakal (dada) dan abdominal (perut). Aorta sendiri adalah pembuluh darah utama yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.
Kondisi ini dapat cepat memburuk dan berujung pada ruptur aorta (pecahnya aorta) yang sangat berisiko menyebabkan kematian. Oleh karena itu, AAS membutuhkan diagnosis yang cepat dan penanganan darurat, biasanya melalui operasi atau prosedur medis invasif.
Jenis-Jenis Acute Aortic Syndrome
Acute aortic syndrome terdiri dari beberapa kondisi berbeda yang memiliki mekanisme dan karakteristik masing-masing, tetapi sama-sama berisiko mengancam jiwa. Berikut adalah tiga kondisi utama yang termasuk dalam acute aortic syndrome:
1. Acute Aortic Dissection
Berdasarkan studi dari National Library of Medicine (2024) acute aortic dissection (AAD) merupakan jenis AAS yang paling sering terjadi, mencakup sekitar 70-80% kasus. Kondisi ini terjadi ketika lapisan terdalam aorta robek, lalu darah masuk ke celah tersebut dan membentuk saluran baru (false lumen). Tekanan darah tinggi dan kelemahan dinding aorta dapat membuat robekan ini semakin melebar.
2. Intramural Hematoma
Penyebab pasti intramural hematoma (IMH) masih menjadi perdebatan. Teori yang paling banyak diterima adalah terjadinya robekan spontan pada vasa vasorum, yaitu pembuluh darah kecil yang menyuplai lapisan luar pembuluh darah besar seperti arteri dan vena.
Teori lain menyebutkan bahwa IMH dapat timbul akibat terbentuknya trombus di antara lapisan dinding aorta. Hal ini terjadi karena adanya aliran darah yang tersendat setelah diseksi atau adanya robekan mikro pada lapisan intima tanpa terbentuk robekan masuk (reentrant tear).
Selain itu, baik acute aortic dissection maupun intramural hematoma, dapat muncul sebagai komplikasi sekunder setelah terjadi trauma. Misalnya, akibat tindakan medis tertentu, seperti pemasangan kateter pada pembuluh darah, yang berpotensi menimbulkan cedera pada dinding aorta.
3. Penetrating Aortic Ulcer
Penetrating atherosclerotic ulcer (PAU) terjadi ketika plak aterosklerosis merusak lapisan intima aorta, menimbulkan peradangan, lalu menembus ke lapisan yang lebih dalam di dinding aorta. Kondisi ini dapat tetap stabil, tetapi pada sebagian kasus bisa berkembang menjadi AAD atau IMH. Pada situasi yang lebih berat, PAU dapat menyebabkan ruptur aorta atau bahkan iskemia organ akibat terganggunya aliran darah.
Penyebab Acute Aortic Syndrome
Penyebab paling umum dari acute aortic syndrome adalah hipertensi yang tidak terkontrol. Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dapat melemahkan dinding aorta dan meningkatkan risiko terjadinya robekan. Selain itu, terdapat beberapa penyebab lain, yaitu:
-
Aneurisma aorta (pelebaran abnormal pada dinding aorta).
-
Kelainan katup aorta.
-
Penumpukan plak dan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis).
Faktor Risiko Acute Aortic Syndrome
Seseorang lebih berisiko mengalami acute aortic syndrome bila memiliki kondisi berikut:
-
Aneurisma aorta.
-
Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol.
-
Koarktasio aorta (kelainan aorta bawaan pada bayi yang mengakibatkan ukuran aorta lebih sempit dibanding normal).
-
Penyakit katup aorta bikuspid (kelainan katup ketika katup aorta hanya memiliki 2 daun katup yang seharusnya memiliki 3 daun katup).
-
Kelainan genetik tertentu, seperti sindrom Marfan, sindrom Turner, atau sindrom Ehlers-Danlos.
Faktor risiko lain yang juga dapat berperan meliputi:
-
Usia: Lebih sering terjadi pada individu berusia di atas 60 tahun.
-
Jenis kelamin: Lebih sering ditemukan pada laki-laki.
-
Penggunaan narkoba: Khususnya kokain, yang meningkatkan risiko secara signifikan.
-
Latihan kekuatan intensitas tinggi terlalu berat: Misalnya, angkat beban berat atau olahraga resistensi lain.
-
Kehamilan: Meski jarang, kondisi ini dapat muncul pada ibu hamil tanpa faktor risiko lain.
Gejala Acute Aortic Syndrome
Gejala paling umum dari acute aortic syndrome adalah nyeri dada hebat yang muncul secara mendadak. Selain itu, penderita juga dapat mengalami:
-
Nyeri perut.
-
Nyeri punggung.
-
Denyut nadi lemah atau tidak teraba pada tungkai maupun kaki.
-
Pingsan.
Diagnosis Acute Aortic Syndrome
Mendeteksi acute aortic syndrome sering kali tidak mudah. Hal ini karena AAS jarang terjadi, gejalanya dapat mirip dengan penyakit lain, kurangnya biomarker atau penanda yang akurat, serta perjalanan klinis yang bervariasi. Oleh karena itu, tingkat kewaspadaan klinis yang tinggi sangat penting, terutama pada pasien dengan nyeri dada mendadak dan faktor risiko terkait aorta.
Berdasarkan Journal of Clinical Medicine (2024), proses diagnosis umumnya dilakukan melalui tiga tahap berikut:
-
Langkah pertama: Mengecek faktor risiko, jenis keluhan nyeri, dan hasil pemeriksaan fisik. Misalnya, pasien dengan hipertensi lama yang datang dengan nyeri dada tajam dan perbedaan nadi di tangan atau kaki perlu dicurigai mengalami AAS.
-
Langkah kedua: Melakukan pemeriksaan standar untuk nyeri dada, seperti EKG, rontgen dada, dan tes darah (troponin dan D-dimer). Pemeriksaan ini bertujuan untuk membedakan AAS dari kondisi serius lain, misalnya serangan jantung atau emboli paru. Di antara pemeriksaan tersebut, D-dimer memiliki peran penting karena bila hasilnya normal, maka kemungkinan AAS sangat kecil.
-
Langkah ketiga: Memastikan diagnosis dengan pemeriksaan pencitraan. CT scan dengan zat kontras biasanya menjadi pilihan utama karena cepat, tersedia secara luas, dan mampu melihat seluruh aorta.
CT scan terbukti mampu mengenali AAS dengan sensitivitas hingga 95%. Semua pasien dengan kemungkinan sedang hingga tinggi mengalami AAS disarankan menjalani CT scan aorta, baik dengan maupun tanpa zat kontras. Alternatif lain termasuk MRI (sangat akurat tapi jarang digunakan di gawat darurat) dan ekokardiografi, terutama TEE (transesofageal), yang juga sangat akurat meski lebih invasif.
Pengobatan Acute Aortic Syndrome
Pengobatan acute aortic syndrome pada dasarnya tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan kondisinya. Pada tahap awal, fokus utamanya adalah menurunkan tekanan darah dan memperlambat detak jantung agar beban pada dinding aorta berkurang. Hal ini dapat dicapai dengan obat-obatan khusus yang diberikan melalui infus.
Untuk AAS yang mengenai aorta bagian atas, biasanya diperlukan operasi darurat karena risiko pecahnya aorta sangat tinggi. Operasi bertujuan memperbaiki atau mengganti bagian aorta yang rusak, sekaligus memperbaiki fungsi katup jantung bila ikut terdampak.
Sementara itu, AAS pada aorta bagian bawah umumnya dapat ditangani dengan obat saja, terutama bila tidak ada komplikasi. Namun, bila muncul masalah serius, seperti aliran darah ke organ terganggu, nyeri hebat, atau tanda-tanda aorta melebar dan terancam pecah, prosedur pemasangan stent (endovaskular/TEVAR) biasanya dianjurkan.
Adapun kondisi lain yang termasuk AAS, seperti intramural hematoma dan ulkus pada dinding aorta, dapat ditangani dengan obat dan pemantauan ketat jika masih ringan. Namun, jika berisiko pecah, maka tindakan bedah atau pemasangan stent perlu dipertimbangkan.
Demikian penjelasan mengenai acute aortic syndrome, yakni suatu kondisi gawat darurat pada aorta yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Perlu diingat bahwa informasi di atas bertujuan sebagai edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis dari dokter.
Oleh karena itu, jika Anda mengeluhkan gejala yang mengarah pada acute aortic syndrome, seperti nyeri dada hebat, nyeri punggung, dan denyut nadi melemah, segera pergi ke unit gawat darurat (UGD) dan konsultasikan dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung fasilitas yang tersedia. Namun, tenaga medis akan tetap memastikan prosedur diagnostik berjalan secara optimal sesuai kondisi pasien untuk memastikan hasil yang akurat dan penanganan yang tepat.
Sebagai langkah preventif, Anda dapat melakukan Skrining Jantung secara berkala. Melalui pemeriksaan ini, dokter akan menilai kesehatan jantung dan pembuluh darah sehingga risiko kondisi serius seperti acute aortic syndrome dapat dideteksi lebih dini.
Gunakan aplikasi MySiloam sekarang untuk mempermudah proses pemesanan. Tak hanya itu, Anda juga dapat mengakses berbagai layanan kesehatan lain, mulai dari memeriksa jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, dan melihat hasil pemeriksaan secara online. Unduh aplikasi MySiloam sekarang dan rasakan kemudahan dalam menjaga kesehatan Anda.
Sumber
National Library of Medicine. Acute Aortic Syndrome. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Acute Aortic Syndrome. Diakses pada 2025 | BMJ. Easily Missed? Acute Aortic Syndrome. Diakses pada 2025 | Journal of Clinical Medicine. Acute Aortic Syndromes from Diagnosis to Treatment—A Comprehensive Review. Diakses pada 2025 | PubMed. Acute Aortic Syndromes from Diagnosis to Treatment-A Comprehensive Review. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






