Tumor Desmoid - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Tumor Desmoid - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

28 Mei 2025 3 menit waktu baca
tumor desmoid

Tumor desmoid (desmoid tumors), yang dikenal juga dengan aggressive fibromatosis adalah tumor jinak atau nonkanker yang tumbuh di jaringan ikat. Tumor ini dapat terjadi pada jaringan ikat di bagian tubuh mana saja, namun lebih sering terjadi di lengan, kaki, dan perut. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai tumor desmoid melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Tumor Desmoid?

 

Aggressive fibromatosis, desmoid tumors, atau tumor desmoid adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan ikat. Desmoid tumors tidak dianggap sebagai kanker karena tidak dapat menyebar (metastasis) ke area tubuh lain. Kendati demikian, pertumbuhan tumor ini bisa sangat agresif menyerupai kanker, dan dapat menekan jaringan, saraf, serta organ di dekatnya.

 

Tumor desmoid merupakan tumor langka dengan prevalensi 2–4 per juta penduduk dan menyumbang 0,03% dari seluruh kasus tumor. Kondisi ini umumnya terjadi pada otot perut, daerah kepala dan leher, panggul, dan ekstremitas.

 

Berdasarkan lokasinya, tumor desmoid terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

 

  • Abdominal wall desmoid tumors: Tumor yang tumbuh di dinding jaringan yang mengelilingi organ dalam perut, seperti lambung.

  • Intra-abdominal desmoid tumors: Tumor yang tumbuh di mesenterium atau jaringan yang mengelilingi usus.

  • Extra-abdominal desmoid tumors: Tumor yang berkembang di area selain perut dan dinding perut. Tumor ini biasanya tumbuh di bahu, lengan atas, dinding dada, kaki bagian atas, serta kepala dan leher.

 

Penyebab Tumor Desmoid

 

Desmoid tumors terjadi ketika sel di dalam jaringan ikat mengalami mutasi DNA. Mutasi tersebut menyebabkan sel jaringan ikat berkembang biak secara cepat dan tidak terkendali, hingga menciptakan tumor yang menyerang sel atau jaringan tubuh yang sehat. Namun, belum diketahui secara pasti apa penyebab mutasi tersebut.

 

Kendati demikian, para ahli meyakini bahwa ada beberapa faktor yang berperan dalam meningkatkan risiko munculnya tumor ini. Faktor-faktor tersebut, di antaranya:

 

  • Berusia 20–30 tahun. Tumor ini jarang terjadi pada anak-anak maupun lansia.

  • Berjenis kelamin wanita.

  • Sindrom genetik yang dapat menyebabkan pertumbuhan polip di usus besar, seperti familial adenomatous polyposis (FAP).

  • Kehamilan. Saat hamil, wanita memiliki hormon estrogen yang tinggi. Hal inilah yang dapat meningkatkan risiko munculnya tumor desmoid.

  • Memiliki luka, misalnya akibat operasi.

 

Gejala Tumor Desmoid

 

Tumor desmoid sering kali tidak menimbulkan gejala tertentu, sehingga jarang disadari oleh penderitanya. Sekalipun timbul, gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap individu, tergantung dari lokasi tumbuhnya tumor. Namun, secara umum, beberapa gejala desmoid tumors adalah sebagai berikut:

 

  • Tumor yang tumbuh lambat yang bersifat stabil bahkan dapat mengalami remisi spontan.

  • Nyeri, pegal, dan kesemutan akibat tumor yang menekan saraf, organ, atau pembuluh darah di dekatnya.

  • Benjolan atau area yang membengkak, biasanya berada di lengan, kaki, atau perut.

  • Kesulitan menggerakkan lengan atau tungkai.

  • Mual dan muntah akibat tumor yang tumbuh di dalam perut.

 

Diagnosis Tumor Desmoid

 

Untuk dapat menegakkan diagnosis desmoid tumors, dokter akan terlebih dahulu melakukan tanya jawab (anamnesis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien beserta keluarganya. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga dapat mengarahkan pasien menjalani pemeriksaan penunjang, seperti:

 

 

Pengobatan Tumor Desmoid

 

Meski tidak bersifat kanker (nonkanker), pengobatan desmoid tumors sering kali hampir sama dengan kanker pada umumnya. Dokter akan menentukan perawatan spesifik yang tepat dengan mempertimbangkan ukuran tumor, lokasi, dan gejala. Beberapa pengobatan yang umum dilakukan untuk menangani tumor desmoid adalah:

 

  • Operasi pengangkatan sel kanker.

  • Terapi target (terapi yang menargetkan protein yang digunakan sel kanker untuk berkembang).

  • Kemoterapi (pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker).

  • Terapi hormon (dilakukan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker).

  • Krioablasi (pengobatan kanker menggunakan cairan yang sangat dingin untuk membekukan sel kanker). 

 

Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.

 

Atau Anda juga dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah pada kondisi tumor desmoid. Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam! 

 

Aplikasi My Siloam (1)

message

ArticleDetail