Jenis-Jenis Aterektomi dan Kapan Prosedur Ini Diperlukan
Kesehatan Tubuh

Jenis-Jenis Aterektomi dan Kapan Prosedur Ini Diperlukan

26 September 2025 4 menit waktu baca
Aterektomi adalah

Aterektomi adalah prosedur medis yang digunakan untuk mengatasi penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah akibat penumpukan plak. Prosedur ini umumnya direkomendasikan bagi pasien dengan penyakit arteri perifer atau kondisi serupa yang tidak membaik hanya dengan pengobatan atau terapi lain. Mari simak ulasan lebih lanjut mengenai prosedur aterektomi di bawah ini.

 

Apa Itu Aterektomi?

 

Aterektomi adalah prosedur minimal invasif yang dilakukan untuk mengangkat penumpukan lemak atau plak (aterosklerosis) di arteri koroner maupun arteri perifer. Penumpukan plak dapat menyebabkan penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner maupun arteri perifer. Kondisi ini bisa mengurangi suplai darah ke jantung maupun ke bagian tubuh lainnya sehingga menimbulkan gejala, seperti sesak napas, mudah lelah, nyeri dada, dan nyeri pada tungkai.

 

Sebuah jurnal berjudul Atherectomy in the Treatment of Peripheral Arterial Disease—A Case Series to Demonstrate Preferable Indications with Good Outcomes and a Literature Review (2025) menyebutkan bahwa aterektomi lebih sering dipilih untuk pengobatan in-stent restenosis (ISR) dibandingkan dengan balloon angioplasty. Sebagai informasi, in-stent restenosis (ISR) adalah kondisi ketika pembuluh darah yg sudah dipasang stent kembali menyempit. 

 

Hal tersebut dikarenakan aterektomi dapat mengangkat atau mengurangi ketebalan jaringan restenosis yang umumnya bersifat fibrotik atau terkalsifikasi. Dengan mengurangi beban plak dan memperbaiki lesi, prosedur ini dapat meningkatkan efektivitas balloon angioplasty atau pemasangan stent berikutnya.

 

Jenis-Jenis Aterektomi

 

Umumnya, terdapat empat jenis aterektomi pembuluh darah jantung yang dapat dilakukan oleh dokter. Masing-masing jenis menggunakan alat yang berbeda untuk mengangkat plak. Berikut uraian selengkapnya:

 

  • Orbital atherectomy: Prosedur ini mengikis plak secara bertahap dengan alat berputar yang bergerak seperti sedang mengampelas.

  • Laser ablation atherectomy: Prosedur ini menggunakan alat berupa laser yang memancarkan cahaya berenergi tinggi untuk menghancurkan plak.

  • Rotational atherectomy: Pada prosedur ini, dokter akan memotong plak menggunakan bilah kecil.

  • Intravascular lithotripsy: Prosedur ini menggunakan gelombang kejut ultrasonik untuk memecahkan plak.

 

Kapan Aterektomi Diperlukan?

 

Aterektomi adalah prosedur yang biasanya direkomendasikan untuk pasien yang memiliki kondisi seperti penyakit arteri koroner dan penyakit arteri perifer. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Penyakit arteri koroner: Disebabkan oleh aterosklerosis atau penumpukan plak yang menyuplai darah ke otot jantung. Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri dada.

  • Penyakit arteri perifer: Disebabkan oleh aterosklerosis atau penumpukan plak pada arteri yang membawa darah dari jantung ke tungkai bawah. Gejala yang paling umum adalah nyeri pada kaki yang hilang saat beristirahat.

 

Selain itu, aterektomi juga bisa dilakukan sebelum atau sesudah prosedur angioplasti. Angioplasti adalah prosedur medis menggunakan balon kecil untuk melebarkan arteri. Pada beberapa kasus, dokter mungkin mengangkat plak terlebih dahulu melalui aterektomi untuk membuat ruang sebelum angioplasti dilakukan.

 

Prosedur Aterektomi

 

Sebelum prosedur aterektomi dilakukan, dokter biasanya merekomendasikan beberapa pemeriksaan untuk melihat adanya penyempitan atau sumbatan pada arteri, seperti angiografi atau USG vaskular. Pasien juga diminta untuk mengikuti instruksi dari dokter mengenai persiapan prosedur, termasuk terkait aturan makan dan minum, serta penggunaan obat-obatan.

 

Pada hari tindakan, pasien akan diminta berganti pakaian dengan gaun rumah sakit. Selanjutnya, tim medis akan memasukkan kateter untuk memberikan anestesi sehingga pasien tidak merasakan nyeri selama prosedur aterektomi.

 

Pada prosedur aterektomi, dokter akan mengangkat plak menggunakan kateter yang memiliki pisau tajam atau laser di ujungnya. Pisau atau laser tersebut digunakan untuk memotong atau mengikis plak yang keras. Dokter juga mungkin melakukan angioplasti (pemasangan balon) atau pemasangan stent.

Setelah prosedur aterektomi selesai, pasien perlu berbaring telentang hingga enam jam untuk mencegah perdarahan. Selama masa pemulihan, tim medis akan melakukan pemantauan secara ketat pada tekanan darah, denyut nadi, laju pernapasan, dan irama jantung pasien.

 

Risiko Efek Samping dan Komplikasi Aterektomi

 

Tingkat risiko efek samping dan komplikasi setelah aterektomi tergolong rendah. Namun, seperti halnya prosedur medis lain, aterektomi juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain:

 

  • Serangan jantung.

  • Robekan atau lubang pada dinding arteri koroner.

  • Melambatnya aliran darah ke jantung.

  • Arteri tertutup sepenuhnya.

  • Infeksi.

 

Prosedur ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya. Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Apabila Anda atau kerabat ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung kondisi medis pasien serta fasilitas yang disediakan. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang terpercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

Journal of Clinical Medicine. Atherectomy in the Treatment of Peripheral Arterial Disease—A Case Series to Demonstrate Preferable Indications with Good Outcomes and a Literature Review. Diakses pada 2025 | Heart and Stroke. Atherectomy. Diakses pada 2025 | WebMD. What Is an Atherectomy?. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. PAD: Atherectomy. Diakses pada 2025 | Medical News Today. Atherectomy: Types, procedure, and effectiveness. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail