Kesehatan Tubuh
Mengenal Aterektomi: Prosedur untuk Sumbatan pada Arteri Kronis

Table of Contents
Pernahkah Anda atau orang terdekat merasakan nyeri dada yang tidak kunjung membaik meski sudah minum obat rutin? Pada sebagian pasien, keluhan ini bisa disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah arteri koroner akibat plak kalsium yang sangat keras. Kondisi ini sering membuat tindakan pelebaran pembuluh darah atau angioplasti biasa menjadi sulit dilakukan.
Dalam kondisi tersebut, aterektomi dapat menjadi salah satu pilihan tindakan. Prosedur ini hadir sebagai solusi teknologi medis modern yang dirancang untuk mengikis tumpukan plak kalsium agar pembuluh darah lebih siap untuk pemasangan ring jantung (stent). Dengan begitu, aliran darah ke otot jantung dapat kembali lancar. Mari simak pembahasan lebih mendalam mengenai apa itu aterektomi dan langkah prosedurnya dalam artikel berikut ini.
Apa Itu Aterektomi?
Aterektomi adalah prosedur minimal invasif untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah jantung (arteri koroner) yang disebabkan oleh plak kalsium yang sangat keras. Pada kondisi ini, pembuluh darah menjadi kaku sehingga balon angioplasti atau ring jantung (stent) sulit mengembang dengan baik.
“Aterektomi akan memberikan hasil intervensi koroner (pemasangan stent koroner) yang lebih sempurna sehingga risiko terjadinya kegagalan stent (in-stent restenosis atau stent trombosis) akan sangat rendah pada jangka pendek maupun jangka panjang.”
Dr. dr. Sunanto, SpJP, K
Aterektomi bekerja seperti “pengikis” atau “bor kecil” yang mengikis atau menghancurkan kalsium tersebut agar aliran darah ke jantung menjadi lancar kembali. Perlu diketahui, aterektomi umumnya bukan pengobatan tunggal yang berdiri sendiri. Prosedur ini biasanya dilakukan sebagai tahap persiapan sebelum angioplasti balon atau pemasangan stent.
Kapan Aterektomi Diperlukan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan aterektomi pada kondisi berikut:
-
Terdapat penyumbatan pembuluh darah arteri yang berat, terutama akibat penumpukan kalsium (pengapuran). Kondisi ini lebih sering ditemukan pada lansia, penderita diabetes mellitus, atau pasien dengan gagal ginjal kronis.
-
Kondisi medis di mana terapi medikamentosa (obat-obatan) tidak lagi memadai dan prosedur seperti balon dan pemasangan stent berisiko atau sulit memberikan hasil yang optimal.
-
Ditujukan untuk memodifikasi plak di dinding pembuluh darah agar lapisan kapur lebih tipis sehingga ring jantung (stent) dapat terpasang sempurna dengan hasil jangka panjang yang optimal.
Manfaat dan Tingkat Keberhasilan Aterektomi
Aterektomi memiliki tingkat keberhasilan tindakan yang tinggi (95–99%), terutama bila dilakukan oleh dokter yang berpengalaman. Prosedur ini membantu membersihkan sumbatan atau plak keras di pembuluh darah jantung, sehingga pemasangan stent bisa lebih optimal.
Saat aliran darah kembali lancar, keluhan seperti nyeri dada (angina) atau rasa tidak nyaman saat beraktivitas biasanya dapat berkurang. Aterektomi juga membantu stent terpasang lebih baik, sehingga risiko penyempitan ulang pada pembuluh darah di kemudian hari dapat ditekan.
Jenis Aterektomi Koroner
Terdapat beberapa jenis aterektomi yang dapat dilakukan oleh dokter, tergantung kondisi sumbatan dan karakteristik pembuluh darah pasien. Berikut penjelasan selengkapnya:
-
Rotational Atherectomy: Teknik ini menggunakan alat mikroskopis bermata berlian yang berputar sangat cepat guna mengikis plak kalsium yang keras.
-
Orbital Atherectomy: Orbital atherectomy memanfaatkan mekanisme putaran melingkar untuk menghaluskan kalsium, memberikan fleksibilitas lebih pada pembuluh darah yang berkelok.
-
Intravascular Lithotripsy (IVL): Metode ini memanfaatkan gelombang kejut (shock wave) untuk memecah kalsium.
Pemilihan teknik akan disesuaikan dengan lokasi sumbatan, tingkat kekerasan plak, dan kondisi pasien secara keseluruhan.
Bagaimana Prosedur Aterektomi Dilakukan?
Sebelum prosedur dilakukan, pasien akan menjalani tes laboratorium darah serta menyesuaikan konsumsi obat-obatan sesuai saran dokter. Aterektomi dilakukan di ruang kateterisasi jantung (cath lab) dengan panduan sinar-X. Tahapan tersebut umumnya meliputi:
-
Pasien diberikan anestesi lokal di area akses (pergelangan tangan atau paha) serta pemberian sedasi ringan agar tetap nyaman.
-
Dokter akan mengarahkan kateter khusus melalui pembuluh darah hingga mencapai lokasi penyumbatan di jantung.
-
Alat aterektomi diaktivasi untuk mengikis kalsium secara presisi dan bertahap dengan gerakan yang terkontrol.
-
Setelah area kapur sudah cukup terkikis, prosedur dilanjutkan dengan angioplasti balon dan pemasangan stent.
Lama prosedur biasanya sekitar 1–2 jam, tetapi bisa lebih lama tergantung tingkat kesulitan sumbatan. Selama tindakan, pasien umumnya tetap sadar, tetapi dalam kondisi rileks.
Setelah prosedur, pasien biasanya perlu menjalani observasi di rumah sakit selama 1–2 hari. Dokter juga akan meresepkan obat pengencer darah, seperti aspirin atau clopidogrel, serta menyarankan kontrol rutin. Dibandingkan operasi bypass jantung, masa pemulihan setelah PCI dengan aterektomi umumnya lebih singkat.
Risiko Efek Samping dan Komplikasi Aterektomi
Sebagaimana prosedur kardiologi intervensi lainnya, aterektomi memiliki beberapa risiko yang relatif rendah bila dilakukan oleh tim yang berpengalaman. Beberapa risiko yang mungkin muncul antara lain:
-
Serangan jantung (infark miokard) atau gangguan peredaran darah sementara lainnya.
-
Risiko diseksi (robekan) atau perforasi (kebocoran) dinding arteri, meski jarang terjadi.
-
Hematoma atau memar pada lokasi penusukan kateter.
-
Penurunan fungsi ginjal akibat penggunaan zat kontras pada pasien berisiko.
Secara umum, komplikasi serius ditemukan pada kurang dari 5% kasus, dengan risiko yang sedikit lebih tinggi pada pasien dengan kondisi klinis kritis. Namun, bila dilakukan oleh ahli yang berpengalaman dan teknik yang sempurna, risiko komplikasi akan jauh lebih kecil. Karena itu, dokter akan menilai kondisi pasien secara menyeluruh sebelum tindakan untuk memastikan manfaatnya lebih besar daripada risikonya.
Penting untuk diingat bahwa prosedur ini harus disertai dengan komitmen terhadap gaya hidup sehat, termasuk manajemen diet, olahraga teratur, serta kontrol ketat terhadap tekanan darah dan kadar gula darah.
Aterektomi biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya. Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Apabila Anda atau kerabat ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai aterektomi, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat.
Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung kondisi medis pasien serta fasilitas yang disediakan. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang terpercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.
Sumber
Global Heart Journal. Clinical Outcomes of Rotational Atherectomy in Heavily Calcified Coronary Lesions. Diakses pada 2026 | Outcomes with Orbital and Rotational Atherectomy for Inpatient Percutaneous Coronary Intervention. Diakses pada 2026 | Catheterization and Cardiovascular Interventions. Outcomes of rotational atherectomy versus orbital atherectomy for the treatment of heavily calcified coronary stenosis: A systematic review and meta-analysis. Diakses pada 2026 | Journal of Clinical Medicine. Clinical and Inflammatory Outcomes of Rotational Atherectomy. Diakses pada 2026 | JACC: Cardiovascular Interventions. Direct Comparison of Rotational vs Orbital Atherectomy for Calcified Lesions (DIRO trial). Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Sunanto, SpJP, K
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000
TERPOPULER
Jantung Ultima
Skrining Jantung
8 Service/Item
Rp1.900.000






