Mengenal Balloon Angioplasty, Manfaat dan Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Balloon Angioplasty, Manfaat dan Prosedurnya

30 Maret 2026 4 menit waktu baca
balloon angioplasty

Penyumbatan pembuluh darah dapat menghambat aliran darah kaya oksigen ke berbagai organ vital, terutama jantung. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, kondisi ini sangat berbahaya karena dapat memicu terjadinya serangan jantung. Salah satu prosedur medis yang umum dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah balloon angioplasty. 

 

Prosedur ini sering menjadi pilihan karena dapat membuka kembali aliran darah tanpa perlu operasi besar. Untuk memahami lebih lanjut tentang apa itu balloon angioplasty, bagaimana prosedurnya dilakukan, serta kapan tindakan ini diperlukan, simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut.

 

Apa Itu Balloon Angioplasty?

 

Balloon angioplasty merupakan salah satu prosedur minimal invasif yang digunakan untuk membuka kembali pembuluh darah yang menyempit akibat aterosklerosis. Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan balon melalui kateter untuk menekan plak yang menumpuk ke dinding pembuluh darah.

 

Prosedur ini sering dikombinasikan dengan pemasangan stent, yaitu alat berbentuk jaring kecil yang berfungsi menjaga pembuluh darah tetap terbuka setelah tindakan. Metode balloon angioplasty disertai stent disebut juga sebagai percutaneous coronary intervention (PCI).

 

Seiring perkembangan teknologi, kini ada alat yang disebut balon berlapis obat (drug-coated balloon). Penelitian dalam The Egyptian Heart Journal (2023) menunjukkan bahwa penggunaan balon berlapis obat sama efektifnya dengan pemasangan ring baru dalam menangani kasus in-stent restenosis atau penyempitan berulang pada pembuluh darah yang telah dipasang stent. Pendekatan ini digunakan pada kondisi tertentu sesuai pertimbangan klinis dokter.

 

Siapa yang Memerlukan Balloon Angioplasty?

 

Pada dasarnya, balloon angioplasty dilakukan pada pasien yang mengalami penyempitan pembuluh darah. Namun, pada praktik modern, balloon angioplasty hampir selalu disertai dengan pemasangan stent untuk menjaga ruang pembuluh darah tetap lebar. Balloon angioplasty disertai pemasangan stent menjadi terapi utama untuk penyakit jantung koroner, khususnya pada kondisi gawat darurat berikut:

 

  • Angina tidak stabil (unstable angina), kondisi ketika pasien merasakan nyeri dada yang parah dan muncul secara tiba-tiba, bahkan saat sedang beristirahat.

  • NSTEMI dan STEMI, suatu kondisi darurat ketika pembuluh darah koroner tersumbat yang memerlukan penanganan segera untuk mengembalikan aliran darah.

  • Keadaan darurat tertentu yang berkaitan dengan gangguan aliran darah pada arteri koroner.

 

Perbedaan Balloon Angioplasty dengan Ring Jantung

 

Balloon angioplasty dan stent sering digunakan dalam satu rangkaian prosedur, namun memiliki fungsi yang berbeda. Balloon angioplasty berperan untuk membuka area pembuluh darah yang menyempit, sedangkan stent dipasang untuk mempertahankan agar pembuluh tetap terbuka setelah tindakan.

 

Pada beberapa kasus, pembuluh darah bisa saja menyempit kembali setelah pemasangan balon. Untuk mencegah hal tersebut, stent akan dipasang setelah proses angioplasty guna membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka. 

 

Bagaimana Balloon Angioplasty Dilakukan?

 

Sebelum menjalani balloon angioplasty, dokter biasanya akan menjelaskan instruksi yang perlu diikuti oleh pasien, dimulai dengan anamnesis mengenai riwayat kesehatan serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Dokter akan memastikan pasien mengonsumsi obat pengencer darah untuk mempermudah tindakan.

 

Dokter juga perlu memastikan apakah pasien sedang hamil (pada pasien wanita) serta memiliki alergi tertentu, terutama yang berkaitan dengan prosedur, seperti alergi terhadap zat kontras atau obat bius. Biasanya, pasien diminta untuk berpuasa selama 4 hingga 6 jam sebelum prosedur dimulai.

 

Berikut prosedur balloon angioplasty yang umum dilakukan:

 

  • Dokter menggunakan alat berbentuk kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah dan diarahkan ke lokasi penyempitan. Pada ujung alat tersebut terdapat balon kecil yang akan dikembangkan tepat di area yang menyempit.

  • Pengembangan balon. Proses ini bertujuan untuk menekan plak yang menyumbat sehingga ruang di dalam pembuluh darah menjadi lebih luas.

  • Setelah aliran darah membaik, balon akan dikempiskan dan dikeluarkan kembali.

  • Pada banyak kasus, dipasang stent untuk membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka dalam jangka waktu lebih lama.

 

Risiko Komplikasi Balloon Angioplasty

 

Balloon angioplasty adalah metode yang aman dilakukan. Namun, seperti halnya prosedur medis lain, balloon angioplasty juga memiliki sejumlah risiko efek samping setelah prosedur, antara lain:

 

  • Perdarahan atau memar di sekitar area untuk memasukkan kateter.

  • Reaksi alergi terhadap zat kontras.

  • Infeksi pada area tindakan.

  • Kerusakan pembuluh darah akibat kateter.

  • Trombosis atau pembentukan bekuan darah.

  • Pada kasus yang sangat jarang terjadi, alat ini bisa patah atau terjebak di dalam pembuluh darah. Hal ini bisa memicu penyumbatan di area lain (emboli distal), aritmia ventrikel, bahkan infark miokard (serangan jantung).

 

Itulah penjelasan mengenai metode balloon angioplasty yang perlu dipahami. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua pasien dengan penyempitan pembuluh darah dapat menjalani tindakan ini. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim dokter untuk menentukan metode penanganan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. 

 

Setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait prosedur balloon angioplasty pun dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur balloon angioplasty, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Untuk membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

International Journal of Research and Review. Outcomes Profile of Balloon Angioplasty for Symptomatic Intracranial Atherosclerotic Stenosis at Pelni Hospital from January 2021 to July 2024. Diakses pada 2026 | Angiology. Balloon Angioplasty Versus Stenting in Patients With ST-Elevated Myocardial Infarction Before Subsequent Coronary Artery By-Pass Grafting. Diakses pada 2026 | UT Southwestern. Balloon Angioplasty and Heart Stents. Diakses pada 2026 | StatPearls. Angioplasty. Diakses pada 2026 | MedlinePlus. Balloon angioplasty - short segment. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Angioplasty. Diakses pada 2026 | Johns Hopkins Medicine. Angioplasty and Stent Placement for the Heart. Diakses pada 2026 | Frontiers in Neurology. Evaluation of paclitaxel-coated balloon angioplasty for the treatment of symptomatic intracranial in-stent restenosis. Diakses pada 2026 | The Egyptian Heart Journal. A retrospective study from a single center to compare outcomes in 79 patients with in-stent restenosis treated with paclitaxel-coated balloon angioplasty or drug-eluting stent implantation. Diakses pada 2026 | StatPearls. Percutaneous Transluminal Angioplasty and Balloon Catheters. Diakses pada 2026 | CJC Open. Fractured and Entrapped Coronary Angioplasty Balloon Successfully Managed with Rotational Atherectomy. Diakses pada 2026 | Case Reports in Surgery and Invasive Procedures. Clinical significance and complications in angioplasty, comparison of balloon angioplasty with directional atherectomy for lesions the treatment of coronary artery disease. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail