Kesehatan Mental
Penyebab Berat Badan Bisa Turun karena Stres dan Tipsnya

Table of Contents
Stres kerap kali dikaitkan dengan perubahan berat badan. Beberapa orang dapat mengalami kenaikan berat badan, sedangkan yang lainnya justru menurun. Berat badan turun karena stres bisa dipengaruhi oleh kebiasaan buruk, seperti makan yang tidak teratur. Mari pahami fenomena penurunan berat badan yang disebabkan stres lebih lanjut pada pembahasan di bawah ini.
Apakah Bisa Berat Badan Turun karena Stres?
Stres adalah reaksi tubuh terhadap ketakutan, kekhawatiran, dan tekanan dalam hidup. Semua orang bisa mengalami stres, baik karena masalah hubungan, masalah finansial, pekerjaan di kantor yang menumpuk, dan lain sebagainya. Saat stres, perilaku seseorang pun dapat berubah untuk mengatasi rasa khawatir atau takut tersebut. Tubuh juga bisa bereaksi ketika menghadapi stres dengan cara yang berbeda-beda, seperti:
-
Aktivasi respons fight-or-flight. Ketika stres terjadi, otak, terutama amigdala, akan memproses ancaman dan mengirimkan sinyal ke hipotalamus. Sinyal ini selanjutnya akan mengaktifkan sistem saraf simpatis yang dapat menyebabkan pelepasan norepinefrin dan adrenalin sehingga memunculkan respons fight-or-flight.
Hormon ini dapat mempercepat detak jantung, meningkatkan aliran darah ke otot, memperlambat proses tubuh yang tidak begitu krusial (seperti sistem pencernaan), mempersiapkan tubuh untuk menghindari dari ancaman atau bahaya, dan lain-lain.
-
Saat stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol. Hormon kortisol yang terlalu banyak dapat mengubah metabolisme tubuh dan kebiasaan makan.
-
Komunikasi antara otak dan sistem pencernaan yang terganggu sehingga berpotensi menimbulkan sejumlah masalah pencernaan sebagai berikut:
-
Mulas.
-
GERD.
-
Sulit menelan.
-
Kembung.
-
Sakit perut.
-
Mual.
-
Muntah.
-
Perubahan nafsu makan.
Penyebab Stres Menurunkan Berat Badan
Tubuh yang tertekan karena stres dapat mengaktifkan respons fight-or-flight atau respons stres akut yang mengharuskan seseorang untuk mempersiapkan dirinya terhadap ancaman. Namun, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda ketika berhadapan dengan stres.
Beberapa contoh tindakan yang mengarah pada berat badan turun karena stres adalah bekerja hingga larut malam untuk mengejar deadline dan melewatkan makan siang demi menyelesaikan pekerjaan. Kebiasaan buruk tersebut dapat memperburuk reaksi tubuh terhadap stres. Selain itu, beberapa perubahan kebiasaan lain saat stres yang menyebabkan berat badan turun adalah:
-
Nafsu makan berkurang: Stres dapat membuat seseorang terlalu fokus pada hal yang dilakukannya sehingga tidak sempat makan. Pelepasan hormon kortisol yang dipicu oleh stres juga dapat menghambat sinyal rasa lapar. Hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya asupan makanan, sehingga berkontribusi terhadap penurunan berat badan.
-
Jadwal tidur tidak teratur: Kualitas tidur yang buruk dapat membuat tubuh terasa lesu dan lelah sehingga berpotensi memengaruhi produksi kortisol dan menyebabkan perubahan metabolisme tubuh.
-
Tidak termotivasi untuk beraktivitas fisik atau berolahraga: Merasa lesu dan lelah membuat seseorang tidak ingin bergerak sehingga dapat memengaruhi kesehatan tubuhnya.
Tips Mengelola Stres agar Berat Badan Tetap Ideal
Agar berat badan tetap terjaga, seseorang perlu melakukan manajemen stres yang tepat. Beberapa teknik yang bisa dilakukan untuk menjaga level stres adalah:
-
Meditasi.
-
Berolahraga.
-
Menerapkan teknik pernapasan.
-
Relaksasi tubuh.
-
Tidur yang cukup.
-
Berinteraksi dengan keluarga dan teman.
-
Mendengarkan musik.
-
Membaca buku.
-
Menerapkan pola makan sehat dan memiliki gizi seimbang.
-
Mengurangi konsumsi kafein.
-
Menghindari makanan dengan kadar gula tinggi.
-
Mengonsumsi masakan yang segar.
-
Menambah asupan protein.
-
Menyetel alarm untuk mengingatkan waktu makan.
Kapan Harus ke Dokter?
Stres yang menyebabkan berat badan turun biasanya dapat disertai dengan sejumlah gejala, seperti sakit kepala, kelelahan, gangguan pencernaan, pegal-pegal, nyeri, otot tegang, dan sulit tidur. Jika berat badan turun hingga 5% atau lebih selama 6 hingga 12 bulan, segera berkonsultasi dengan dokter. Konsultasi dengan dokter juga disarankan jika muncul gejala-gejala berikut:
-
Sakit kepala kronis.
-
Nyeri dada.
-
Gelisah terus menerus.
-
Menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan untuk mengatasi stres.
Sebagai catatan, berat badan turun karena stres bisa diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat. Akan tetapi, konsultasi dengan dokter untuk penanganan stres yang tepat lebih direkomendasikan. Jika merasakan efek stres yang mengganggu kebiasaan makan dan menyebabkan berat badan turun, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (Psikiatri) di Siloam Hospitals terdekat.
Dokter akan melakukan evaluasi, diagnosis, dan memberikan rekomendasi pengobatan yang sesuai dengan kondisi setiap pasien. Perlu dicatat bahwa dokter menyesuaikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit.
Untuk memudahkan konsultasi, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter melalui MySiloam. Anda bisa mengetahui jadwal praktik dokter dan menentukan waktu konsultasi. Selain itu, MySiloam juga menyediakan hasil pemeriksaan kesehatan yang bisa dicek secara online. Mari unduh MySiloam dan nikmati berbagai fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Healthline. Stress and Weight Loss: What’s the Connection?. Diakses pada 2024 | Penn Medicine. Stress and Weight Loss: What You Need to Know. Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. Can Stress Lead To Weight Loss?. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Editorial: Stress-Induced Weight Changes. Diakses pada 2024 | Frontiers. Eating Behavior And Stress: A Pathway To Obesity. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini






