Ibu dan Anak
Cara Mencegah Dehidrasi saat Menyusui yang Mudah Dilakukan

Table of Contents
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan asupan cairan. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, tidak terkecuali dengan ibu menyusui. Penting untuk mewaspadai dehidrasi saat menyusui karena dikhawatirkan dapat mengganggu produksi ASI. Lantas, bagaimana cara mencegah dehidrasi saat menyusui? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Penyebab Dehidrasi saat Menyusui
Pada dasarnya, dehidrasi adalah kondisi ketika jumlah cairan yang keluar lebih banyak dibandingkan cairan yang masuk. Kondisi ini bisa memengaruhi kadar mineral, garam, serta gula dalam darah, sehingga berisiko mengganggu fungsi berbagai organ tubuh. Maka dari itu, penting bagi setiap individu untuk mewaspadai dehidrasi, termasuk bagi ibu menyusui.
Ibu yang baru pertama kali melahirkan dan menyusui sering kali mengalami dehidrasi atau kekurangan asupan cairan tubuh. Hal tersebut dikarenakan ibu masih menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, sehingga kerap membuat mereka lupa untuk memenuhi asupan cairan tubuh.
Di samping itu, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan dehidrasi saat menyusui adalah:
-
Muntah.
-
Berpuasa.
-
Mengonsumsi minuman berkafein, seperti teh dan kopi, secara berlebihan.
-
Olahraga.
-
Demam.
-
Keringat berlebih.
Cara Mencegah Dehidrasi saat Menyusui
Terdapat beberapa cara mencegah dehidrasi saat menyusui yang penting untuk dilakukan, di antaranya adalah memperbanyak minum air putih, mengurangi asupan kafein, mengonsumsi sayur dan buah, hingga menangani diare dengan tepat jika menderita kondisi tersebut. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Memperbanyak Minum Air Putih
Cara mencegah dehidrasi saat menyusui yang pertama adalah memastikan kebutuhan cairan ibu menyusui selalu terpenuhi dengan baik dengan memperbanyak minum air putih. Selama kehamilan, Ibu hamil membutuhkan 8 hingga 12 gelas air sehari. Saat menyusui, kebutuhan air tentu akan lebih banyak, yang dapat mencapai 800 ml/hari, terutama pada kondisi perubahan lingkungan yang panas serta adanya peningkatan aktivitas fisik.
Agar tidak lupa, ibu menyusui dapat meletakkan botol berisi air mineral di tempat yang mudah terlihat, seperti meja di samping tempat tidur. Anjuran kecukupan air dalam sehari sebaiknya dapat dipenuhi secara bertahap, yaitu sejak bangun tidur pagi sampai mau tidur malam, dan tidak menunggu sampai timbul rasa haus. Setiap kali minum sebaiknya disarnkan sekitar 250 ml atau satu gelas air putih.
2. Mengurangi Asupan Kafein dan Alkohol
Cara mencegah dehidrasi pada ibu menyusui selanjutnya adalah mengurangi asupan kafein, seperti kopi dan teh. Pasalnya, kafein memiliki efek stimulan dan diuretik yang dapat merangsang kandung kemih menjadi lebih aktif. Hal tersebut menyebabkan seseorang menjadi lebih sering buang air kecil.
Selain kafein, minuman beralkohol juga memiliki sifat diuretik yang dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi, terutama jika ibu tidak minum air putih yang cukup.
3. Mengonsumsi Sayur dan Buah
Mengonsumsi sayur dan buah juga menjadi salah satu cara mencegah dehidrasi saat menyusui. Pasalnya, sayuran dan buah-buahan memiliki kadar air yang tinggi, sehingga dapat membantu memenuhi asupan cairan tubuh harian. Selain itu, sayuran dan buah-buahan juga kaya akan vitamin dan mineral yang dapat mendukung daya tahan tubuh ibu menyusui secara keseluruhan.
4. Menangani Diare dengan Tepat
Seperti yang telah dijelaskan, diare merupakan salah satu penyebab dehidrasi saat menyusui yang kerap terjadi. Jika mengalami diare, selain memperbanyak minum air putih, ibu juga dapat mengonsumsi minuman rehidrasi yang mengandung elektrolit agar terhindar dari risiko dehidrasi. Beberapa minuman rehidrasi yang dapat dikonsumsi untuk mencegah dehidrasi saat diare adalah:
-
Air kelapa.
-
Jus buah.
-
Kaldu ayam.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab dehidrasi dan cara mencegah dehidrasi saat menyusui yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan diagnosis resmi dari tenaga medis profesional. Oleh karenanya, ibu perlu mengunjungi Siloam Hospitals terdekat dan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi ibu.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







