Mengenal Berbagai Cara Penularan HIV yang Umum Terjadi
Kesehatan Tubuh

Mengenal Berbagai Cara Penularan HIV yang Umum Terjadi

02 Juni 2025 4 menit waktu baca
Cara penularan HIV

Human immunodeficiency virus atau HIV adalah jenis virus yang menyebabkan melemahnya sistem imun tubuh. Virus ini dapat menyebar dengan mudah, terutama melalui darah, sperma, cairan vagina, atau ASI. Karena itu, sangat penting untuk mengenal berbagai cara penularan HIV guna mengantisipasi terjadinya penularan infeksi virus ini.

 

Lantas, bagaimana cara penularan HIV tersebut? Mari temukan jawaban selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Cara Penularan HIV

 

Seperti yang telah dijelaskan bahwa HIV (human immunodeficiency virus) adalah jenis virus menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Virus ini dapat menyebar melalui hubungan seksual, sehingga digolongkan sebagai infeksi menular seksual (sexually transmitted infections).

 

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, infeksi HIV bisa berkembang hingga mencapai stadium akhir, yaitu acquired immune deficiency syndrome (AIDS). AIDS adalah kondisi ketika sistem imun tubuh sudah tidak mampu melawan infeksi patogen yang masuk ke dalam tubuh.

 

Karena infeksi HIV dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, penting bagi setiap individu untuk mengenali cara penularan HIV. Secara umum, HIV dapat menular melalui aktivitas tertentu, di antaranya sebagai berikut.

 

1. Berhubungan Intim Tanpa Menggunakan Pengaman

 

Cara penularan HIV yang paling sering terjadi adalah melalui hubungan seksual, baik secara vaginal maupun anal tanpa menggunakan pengaman, seperti kondom. Selain itu, penularan HIV/AIDS juga rentan dialami oleh seseorang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual.

 

2. Penggunaan Jarum Suntik Bersama

 

Cara penularan HIV berikutnya adalah melalui penggunaan jarum suntik yang sudah terkontaminasi oleh darah penderita HIV. Bahkan, penggunaan jarum suntik bersama ini juga bisa meningkatkan risiko penularan masalah kesehatan lainnya, seperti hepatitis B dan C.

 

Selain penggunaan jarum suntik bersama, HIV dapat ditularkan melalui transfusi darah. Pada dasarnya, cara penularan HIV ini jarang terjadi, mengingat akan ada pengujian dan seleksi ketat dari petugas kesehatan sebelum calon pendonor melakukan transfusi darah.

 

HIV juga dapat ditularkan melalui prosedur medis lainnya yang menggunakan alat tidak steril atau tidak dilakukan dengan profesional, seperti alat tato atau tindik (piercing) yang terkontaminasi HIV.

 

3. Penggunaan Alat Bantu Seks (Sex Toys) Bersama

 

Penggunaan alat bantu seks (sex toys) bersama juga menjadi salah satu cara penularan HIV yang perlu diwaspadai. Sebetulnya, HIV memang tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama pada permukaan benda mati. Namun, jika seseorang menggunakan sex toys yang masih dalam kondisi basah karena terkena cairan vagina, sperma, atau darah penderita, penularan HIV mungkin saja terjadi melalui penggunaan sex toys bersama.

 

4. Melalui Kehamilan, Persalinan, atau Menyusui

 

Seorang ibu hamil yang terinfeksi HIV juga berisiko menularkan infeksi virus tersebut kepada bayinya, hal ini disebut sebagai mother-to-child transmission atau pencegahan penularan infeksi HIV dari ibu ke anak (PPIA). Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui plasenta di dalam kandungan atau selama proses persalinan.

 

Selain itu, ibu menyusui yang terinfeksi HIV juga bisa menularkan virus tersebut kepada bayinya melalui ASI.

 

Aktivitas yang Berisiko Kecil Menyebabkan Penularan HIV

 

Selain yang disebutkan di atas, terdapat beberapa aktivitas lain yang bisa menyebabkan terjadinya penularan HIV, namun risikonya cenderung kecil atau bahkan bisa tidak ada sama sekali. Beberapa aktivitas tersebut di antaranya sebagai berikut.

 

A. Seks oral

 

HIV dapat menular melalui seks oral jika terjadi ejakulasi pada mulut yang terdapat sariawan dan luka, atau terdapat luka pada alat kelamin penderitanya. Selain itu, seks oral juga dapat meningkatkan risiko seseorang tertular infeksi menular seksual lainnya.

 

B. Paparan dari Lingkungan Pekerjaan

 

Seseorang yang bekerja dengan melibatkan benda-benda tajam, seperti jarum suntik atau pisau juga memiliki kemungkinan untuk tertular HIV, terutama jika mengalami cedera atau luka akibat terkena benda tajam yang sudah terkontaminasi darah penderita HIV.

 

Pastikan untuk mengikuti kewaspadaan standar di tempat kerja, seperti:

 

  • Menggunakan  sarung tangan, kaca mata pelindung, dan pelindung lainnya untuk mengantisipasi kontak dengan darah atau cairan tubuh.

  • Mencuci tangan dan permukaan kulit lainnya setelah kontak dengan darah atau cairan tubuh.

  • Berhati-hatilah saat memegang atau membuang instrumen tajam selama dan setelah digunakan.

  • Menggunakan alat pengaman untuk mencegah cedera tertusuk jarum.

  • Membuang jarum suntik bekas atau alat tajam lainnya ke dalam wadah khusus untuk benda tajam.

 

C. Kontaminasi Makanan

 

Mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi dengan darah penderita HIV juga bisa menjadi perantara penularan HIV, meskipun risikonya cenderung kecil. Hal ini biasanya terjadi pada bayi yang mengonsumsi makanan yang sudah dikunyah terlebih dahulu oleh pengasuh atau orang tua yang menderita HIV.

 

D. Berciuman

 

Perlu diketahui, penularan HIV melalui ciuman bukan terjadi akibat kontak langsung dengan air liur. Namun, hal ini bisa terjadi ketika seseorang berciuman dengan penderita HIV yang mengalami gusi berdarah atau terdapat sariawan pada mulutnya.

 

Itu dia informasi lengkap mengenai cara penularan HIV yang penting untuk diwaspadai. Guna menghindari terjadinya penularan penyakit ini, disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, terutama jika sudah aktif secara seksual.

 

Maka dari itu, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dengan mengunjungi  Siloam Hospitals terdekat di kota Anda. Siloam Hospitals dilengkapi dengan tim dokter dan fasilitas laboratorium berteknologi canggih sehingga dapat memberikan hasil pemeriksaan yang akurat, komprehensif, dan sesuai kondisi tubuh.

 

Untuk mendapatkan perawatan medis secara berkelanjutan di rumah, Anda juga dapat memesan layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat dari Siloam at Home. Layanan ini telah mencakup 1x kunjungan dokter dan perawat, pemeriksaan tanda-tanda vital, alat medis yang dibutuhkan untuk prosedur pemeriksaan, serta biaya transportasi ke rumah dengan jarak hingga 10 km.

 

Layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat dan dipesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai layanan kesehatan lainnya dengan mudah dan cepat. Mari nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail