Cedera Hamstring: Penyebab, Gejala, Pengobatan, & Pencegahan
Kesehatan Tubuh

Cedera Hamstring: Penyebab, Gejala, Pengobatan, & Pencegahan

10 Oktober 2025 5 menit waktu baca
mengenal cedera hamstring

Cedera hamstring adalah cedera yang terjadi pada otot paha bagian belakang dan menyebabkan munculnya sensasi seperti tertarik. Meski dapat terjadi pada siapa saja, cedera hamstring lebih berisiko terjadi pada atlet, seperti pemain sepak bola dan bola basket.

 

Mari simak pembahasan lengkap tentang cedera hamstring di ulasan berikut ini.

 

Apa itu Cedera Hamstring?

 

Seperti telah disebutkan di atas, cedera hamstring adalah cedera yang terjadi pada otot hamstring atau otot yang terletak di belakang paha. Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya robekan (tear) maupun tegangan (strain) berlebih. Penderita akan merasakan nyeri parah di sepanjang bagian belakang paha sehingga membuatnya kesulitan berdiri atau berjalan. 

 

Otot hamstring tersusun dari tiga otot di bagian belakang paha, yaitu semitendinosus, semimembranosus, dan biceps femoris yang memanjang dari pinggul sampai bawah lutut. Aktivitas yang melibatkan banyak gerakan menekuk tungkai kaki, seperti memanjat, berlari, dan melompat akan membuat otot hamstring bekerja aktif. 

 

Meski panjang dan besar, otot hamstring rentan mengalami cedera. Adanya aktivitas yang melebihi kapasitas kontraksi ototnya dapat mengakibatkan munculnya robekan pada serat otot atau peregangan. Tingkat atau derajat keparahan cedera pada otot ini terbagi menjadi tiga level, yaitu:

 

  • Tingkat 1: Cedera derajat ringan yang ditandai dengan peregangan atau tarikan ringan pada otot hamstring. Cedera otot hamstring tingkat 1 biasanya dapat sembuh dalam beberapa hari atau minggu.

  • Tingkat 2: Cedera derajat sedang yang ditandai dengan adanya robekan pada sebagian (parsial) otot hamstring dan dapat sembuh dapat beberapa minggu atau bulan.

  • Tingkat 3: Cedera derajat berat yang ditandai dengan otot hamstring robek sepenuhnya dan membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk pemulihan.

 

Penyebab Cedera Hamstring

 

Salah satu penyebab cedera hamstring adalah peregangan otot-otot di bagian belakang paha yang melebihi batas kapasitas kontraksi ototnya, terutama saat melakukan gerakan eksplosif dan secara tiba-tiba. 

 

Di samping itu, cedera hamstring juga dapat terjadi ketika seseorang melakukan gerakan pelan namun terjadi tarikan yang berlebihan pada otot bagian belakang paha. Selain itu, seseorang dengan riwayat cedera ini juga akan lebih berisiko untuk mengalaminya lagi di kemudian hari. 

 

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera hamstring adalah sebagai berikut:

 

  • Kurangnya pemanasan dan peregangan sebelum berolahraga sehingga meningkatkan risiko cedera.

  • Melakukan olahraga dengan gerakan yang berulang-ulang sehingga otot hamstring berkontraksi terus menerus (overuse) sehingga membuatnya rentan mengalami cedera.

  • Fleksibilitas otot buruk yang menyebabkan otot hamstring tidak mampu menahan beban saat melakukan olahraga tertentu.

  • Perkembangan otot yang tidak stabil di bagian belakang paha.

  • Adanya tegangan berlebih, seperti pada saat olahraga lari cepat jarak pendek atau dansa yang membuat otot hamstring meregang lebih sering.

  • Otot hamstring yang lemah.

  • Memaksakan tubuh yang sudah kelelahan untuk terus berolahraga.

  • Melemahnya otot karena usia.

 

Gejala Cedera Hamstring

 

Pada umumnya, gejala cedera hamstring yang muncul akan bergantung pada derajat keparahannya. Berikut penjelasannya:

 

Tingkat 1: Gejala cedera otot hamstring tingkat 1 meliputi rasa nyeri ringan, kelemahan otot, dan rasa ketidaknyamanan saat bergerak.

 

Tingkat 2: Gejala cedera otot hamstring tingkat 2 meliputi rasa nyeri yang lebih parah, bagian belakang paha terlihat membengkak, kelemahan otot, serta ketidakmampuan untuk melanjutkan aktivitas fisik.

 

Tingkat 3: Gejala cedera otot hamstring tingkat 3 meliputi rasa nyeri hebat di bagian belakang paha yang disertai dengan sensasi robek, muncul memar dan pembengkakan yang mencolok pada area cedera, kesulitan menggerakkan kaki atau bahkan tidak bisa berdiri atau berjalan, hingga munculnya rasa nyeri saat otot paha disentuh atau ditekan.

 

Cara Mengobati Cedera Hamstring

 

Pengobatan cedera hamstring bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi pembengkakan pada area yang mengalami cedera. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa penggunaan pengobatan alternatif, seperti pijat atau urut, tidak disarankan sebagai solusi pengobatan. 

 

Hal ini dikarenakan pengobatan alternatif tanpa pengawasan dari dokter berpotensi menyebabkan luka cedera semakin parah dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi lebih lanjut. 

 

Sebagai langkah penanganan awal, dapat dilakukan dengan menggunakan kompres dingin untuk meredakan gejala nyeri. Apabila rasa sakit masih berlanjut, segera konsultasikan kondisi tersebut ke dokter. Adapun beberapa cara mengobati cedera hamstring yang direkomendasikan medis adalah sebagai berikut: 

 

1. Perawatan Mandiri

 

Pada pasien dengan cedera hamstring ringan, pasien dapat disarankan untuk menerapkan metode RICE (rest, ice, compression, and elevation). Berikut penjelasan lengkapnya:

 

  • Rest adalah istirahat untuk memulihkan kondisi otot dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu gejala.

  • Ice adalah penggunaan kompres dingin untuk meredakan rasa nyeri. Letakkan pada area yang mengalami cedera selama 10–15 menit setiap 2–3 jam sekali.

  • Compression adalah membalut area yang mengalami cedera dengan perban untuk mengurangi pembengkakan dan pergerakan.

  • Elevation adalah memosisikan paha lebih tinggi dari posisi jantung, seperti menggunakan tumpukan bantal saat berbaring.

 

2. Konsumsi Obat

 

Selain perawatan mandiri, umumnya dokter juga akan memberikan obat antiinflamasi nonsteroid untuk meredakan rasa nyeri dan mengurangi peradangan, seperti naproxen atau ibuprofen.

 

3. Fisioterapi

 

Setelah rasa nyeri dan pembengkakan mereda, pasien akan dianjurkan untuk menjalani terapi fisik atau fisioterapi guna mengembalikan fungsi otot dalam keadaan normal. Selain itu, fisioterapi juga dilakukan untuk melatih fleksibilitas otot dan meningkatkan kekuatan otot hamstring.

 

4. Operasi

 

Tindakan operasi akan dilakukan apabila otot hamstring telah robek atau terlepas sepenuhnya akibat tarikan yang hebat, dari tulang pinggul sampai bagian di bawah lutut. Kondisi ini sudah tergolong gawat darurat dan tindakan operasi diperlukan segera untuk melekatkan kembali otot yang lepas. 

 

Pencegahan Cedera Hamstring

 

Pada dasarnya, pencegahan cedera otot hamstring dapat dilakukan dengan melakukan pemanasan yang baik dan benar sebelum berolahraga. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan tubuh dengan baik sebelum melakukan aktivitas yang intens.

 

Selain itu, meningkatkan intensitas aktivitas fisik secara bertahap juga dapat membantu mengurangi risiko cedera otot hamstring. Misalnya, biasakan untuk jogging atau jalan kaki terlebih dahulu sebelum melanjutkan berjalan kaki jarak jauh dan dalam durasi lama.

 

Apabila otot di bagian belakang paha mulai terasa lelah, segera hentikan aktivitas dan beristirahat sejenak. Dengan begitu, otot dapat memulihkan kondisinya sebelum aktivitas dimulai kembali. 

 

Itulah pembahasan tentang cedera hamstring beserta penyebab, gejala, dan cara pengobatannya. Meski beberapa cedera hamstring masih tergolong ringan, penting untuk mengetahui penanganan yang tepat, seperti menghentikan sementara aktivitas yang dapat menyebabkan otot hamstring meregang dan memberikan kompres dingin.

 

Anda juga dapat melakukan konsultasi secara virtual melalui aplikasi MySiloam dengan dokter terkait. Namun, jika nyeri yang dirasakan semakin parah dan terjadi pembengkakan serius, segera datangi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

 

Selain itu, Anda juga dapat memesan paket Fisioterapi dengan layanan Siloam at Home untuk membantu mengurangi keterbatasan fisik yang disebabkan oleh cedera ataupun penyakit. Dengan memesan paket ini, Anda bisa memperoleh layanan kesehatan secara praktis karena petugas kami yang akan mendatangi rumah Anda

 

Segera atur janji temu dengan dokter profesional di Siloam Hospitals menggunakan fitur Cari Dokter. Selain mudah, Anda juga tidak perlu antre karena dapat melakukannya secara online melalui aplikasi MySiloam. Mari percayakan selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail