Diabetes pada Anak Dipicu oleh Obesitas! Cegah dari Sekarang
Ibu dan Anak

Diabetes pada Anak Dipicu oleh Obesitas! Cegah dari Sekarang

20 Agustus 2025 5 menit waktu baca
Obesitas dan diabetes pada anak

Diabetes pada anak menjadi masalah kesehatan yang semakin serius di seluruh dunia, juga di tanah air. Khususnya pada kasus diabetes tipe 2 yang kerap disebabkan oleh obesitas.

 

Semakin tinggi indeks massa tubuh (IMT) pada anak, semakin besar pula risiko terkena diabetes tipe 2. Hal ini turut disampaikan oleh dr. Yulisnawati Hasanah, SpA (K), M.Biomed Siloam Hospitals, bahwa diabetes dan obesitas sangatlah terkait satu sama lain.

 

Adanya peningkatan gejala diabetes pada anak pun menjadi kekhawatiran yang harus ditangani dengan tindakan preventif. Karena itu, mari ketahui lebih lanjut mengenai diabetes pada anak dalam artikel berikut ini.

 

Keterkaitan Obesitas dan Diabetes pada Anak

 

Hubungan antara diabetes tipe 2 dan obesitas pada anak sangatlah erat. Pasalnya gejala obesitas pada anak dapat berpengaruh pada sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa dalam tubuh yang dapat menjadi faktor penyebab diabetes tipe 2.

 

Ketika anak mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, tubuhnya akan menghasilkan lebih banyak lemak dan hormon yang dapat menurunkan sensitivitas insulin. Hormon inilah yang menyebabkan sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif untuk mengontrol kadar glukosa darah.

 

Fungsi insulin adalah membantu mengubah gula dalam tubuh menjadi cadangan energi dalam otot, hati, dan lemak. Glukosa dalam tubuh yang tidak dapat diubah menjadi cadangan energi pada akhirnya tetap berada di dalam darah. Peningkatan kadar gula dalam darah yang berlebihan secara jangka panjang dapat memicu terjadinya diabetes tipe 2.

 

Selain itu, obesitas pada anak juga dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh yang dapat memperburuk resistensi insulin dan memicu kerusakan sel beta di pankreas. Kerusakan sel beta di pankreas merupakan faktor penting dalam perkembangan diabetes tipe 2.

 

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, sekitar 50-80% kasus diabetes tipe 2 pada anak di Indonesia disebabkan oleh obesitas. Dokter Yulisnawati pun menyebut, saat ini risiko anak-anak yang mengalami obesitas menjadi diabetes tipe 2 kian meningkat.

 

“Prevalensi diabetes tipe 2 sudah menyusul diabetes tipe 1. Pada tahun 2018 bahkan sudah ditemui kejadian obesitas anak di bawah 5 tahun mencapai 4%. Peningkatan kejadian obesitas pada anak remaja juga menunjukkan tanda dan gejala resistensi insulin. Jadi hati-hati, karena ini bisa menjadi calon penderita diabetes di masa yang akan datang,” jelasnya.

 

Mencegah Obesitas dan Diabetes pada Anak

 

Mencegah obesitas merupakan kunci untuk mencegah terjadinya diabetes tipe 2 pada anak. Dalam hal ini peran orang tua sangat berarti dalam menangani permasalahan anak dengan obesitas dan risiko diabetes.

 

Pencegahan obesitas yang berisiko menjadi diabetes bisa dibagi ke dalam beberapa kondisi, di antaranya sebagai berikut.

 

Lahir dengan Gangguan Tertentu

 

Penanganan bayi yang terlahir dengan gangguan, baik pertumbuhan terhambat intrauterin (IUGR), lahir kurang bulan atau prematur, serta berat badan lahir rendah, dapat dilakukan dengan mengejar pertumbuhannya. Yakni dengan memberikan berbagai nutrisi yang baik dan efektif dalam mencapai pertumbuhan ideal. Namun, pastikan untuk tetap mengontrol setiap nutrisinya.

 

“Harus benar-benar diawasi dan dijaga pertumbuhannya dan tidak boleh mengejar berlebihan untuk mencapai berat badan ideal secepat mungkin. Harus sesuai laju pertumbuhan,” tambah dokter Yulisnawati.

 

Anak dengan Obesitas

 

Penanganan yang tepat untuk anak dengan obesitas adalah dengan melakukan tindakan preventif. Yakni dengan memperhatikan pola makan dan pola hidup seperti:

 

Mengatur Porsi Makanan Sehat

 

Anjurkan anak untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang termasuk buah-buahan, sayuran, sumber protein rendah lemak seperti ikan dan kacang-kacangan, serta biji-bijian. Hindari makanan fast food, terlebih pada makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh. Sebab makanan tersebut merupakan penyumbang tinggi kalori dan menjadi makanan penyebab diabetes pada anak.

 

Kemudian, jangan serta-merta membatasi makan anak sebab anak membutuhkan nutrisi makronutrien dan mikronutrien dalam proses tumbuh kembangnya. 

 

Dokter Yulisnawati menambahkan, “pada pasien obesitas kita akan sesuaikan kebutuhan nutrisinya untuk tumbuh kembang dengan usia dan jenis kelaminnya. Kita akan lakukan pengaturan makanan, bukan pembatasan. Kita turunkan secara bertahap karena kita tidak bisa memangkas langsung nutrisi pada anak yg sudah terbiasa makan high calorie.”

 

Mengedukasi Pola Hidup sehat

 

Anak-anak perlu berolahraga secara teratur setiap hari. Orang tua pun sebaiknya menjadi contoh atau role model untuk melakukan aktivitas fisik pada anak.

 

Lakukan aktivitas aerobik seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, berenang, atau olahraga tim. Olahraga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan membakar kalori, sehingga dapat mencegah obesitas dan diabetes tipe 2 pada anak.

 

Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk juga dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan diabetes tipe 2 pada anak. Karena itu, cobalah untuk membatasi waktu yang dihabiskan untuk duduk dengan memberikan aktivitas fisik yang ringan pada anak agar bergerak selama beberapa menit setiap jam.

 

Dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengurangi faktor risikonya, orang tua dapat mencegah terjadinya diabetes tipe 2 pada anak dan membantu anak untuk tumbuh dengan sehat.

 

Anak dengan Faktor Genetik Tertentu

 

Faktor genetik yang memengaruhi obesitas pada anak dapat terkait beberapa sindrom, atau bisa juga disebut dengan obesitas kelainan endokrin. Kondisi ini tidak bisa dicegah, namun bisa dikonsultasikan kepada ahli endokrin, sebab ada beberapa terapi yg bisa dilakukan.

 

Misalnya anak dengan sindrom prader-willi, ia mengalami kekurangan hormon pertumbuhan yang menyebabkan metabolismenya terganggu. Maka ia memerlukan bantuan hormon yang dapat mencukupi kebutuhan metabolisme agar berlangsung seimbang. Kondisi hormon endokrin yang kurang akan menyebabkan tubuh anak pendek dan cenderung gemuk karena pembakaran kalorinya akan menurun.

 

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa obesitas dan diabetes tipe 2 pada anak memang memiliki keterkaitan yang erat. Mencegah obesitas pada anak merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya diabetes tipe 2 pada anak dan memastikan kesehatan yang optimal untuk masa depan mereka.

 

Karena itu, jangan ragu tanyakan pada dokter apabila anak memiliki kecenderungan obesitas dan diabetes tipe 2. Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat atau berkonsultasi langsung dengan dr. Yulisnawati Hasanah, SpA (K), M.Biomed dengan menggunakan fitur Cari Dokter.


Gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda berkonsultasi dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat (1)

 

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail