Pola Hidup Sehat
Mengulik Fakta dan Mitos tentang Haid yang Perlu Diketahui

Table of Contents
- Berbagai Fakta dan Mitos tentang Haid yang Perlu Diketahui
- 1. Mitos: Tidak Boleh Keramas saat Sedang Haid
- 2. Mitos: Konsumsi Mentimun dapat Membuat Haid Lebih Lama
- 3. Fakta: Wanita Perlu Rutin Berolahraga selama Haid
- 4. Fakta: Boleh Melakukan Hubungan Seksual selama Haid
- 5. Fakta: Kehamilan Tetap Bisa Terjadi Meskipun Melakukan Hubungan Seksual saat Haid
- 6. Mitos: Darah Haid merupakan Darah Kotor
- 7. Mitos: Haid Tidak Teratur Tanda Kurang Subur
- 8. Mitos: Minuman Bersoda dapat Melancarkan Haid
- 9. Mitos: Tidak Boleh Berenang saat Sedang Haid
- 10. Mitos: Tidak Boleh Minum Air Dingin saat Sedang Haid
- 11. Mitos: Memijat Perut Agar Cepat Haid
Fakta dan mitos seputar haid yang beredar di kalangan masyarakat kerap membuat khawatir sebagian besar wanita, mulai dari larangan keramas hingga konsumsi makanan tertentu selama periode menstruasi. Oleh karenanya agar tidak terjebak dengan informasi yang salah, penting bagi setiap wanita untuk mengetahui fakta dan mitos tentang haid sebaik mungkin.
Mari simak berbagai fakta dan mitos tentang haid selengkapnya melalui pembahasan di bawah ini.
Berbagai Fakta dan Mitos tentang Haid yang Perlu Diketahui
Menstruasi adalah siklus bulanan pada wanita yang ditandai dengan keluarnya darah dari vagina karena terdapat proses peluruhan dinding rahim. Proses peluruhan ini pada dasarnya terjadi karena sel telur yang dihasilkan oleh organ reproduksi wanita tidak dibuahi. Namun, terjadinya perubahan kondisi fisik maupun psikis selama periode menstruasi sering kali menimbulkan berbagai mitos di kalangan masyarakat.
Untuk meluruskan informasi yang beredar, berikut adalah sejumlah fakta dan mitos tentang haid yang penting untuk dipahami.
1. Mitos: Tidak Boleh Keramas saat Sedang Haid
Mitos seputar menstruasi yang kerap dipercaya oleh sebagian orang awam adalah tidak boleh keramas saat sedang haid karena hal tersebut bisa menghambat aliran darah sehingga berbahaya untuk kesehatan. Perlu diluruskan, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa keramas saat sedang haid dapat memengaruhi kesehatan tubuh.
Alih-alih berbahaya bagi kesehatan, keramas dengan air hangat justru dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks serta membantu meringankan sakit kepala yang sering dialami oleh wanita selama periode menstruasi. Sakit kepala ini kerap terjadi karena penurunan kadar hormon estrogen serta pelepasan hormon prostaglandin selama beberapa hari pertama periode haid.
2. Mitos: Konsumsi Mentimun dapat Membuat Haid Lebih Lama
Mengonsumsi mentimun sering dianggap dapat menghambat aliran darah haid sehingga berisiko membuat haid berlangsung lebih lama. Nyatanya, lama menstruasi wanita tidak dipengaruhi oleh makanan, melainkan dipengaruhi oleh faktor hormon estrogen dan progesteron, stres, indeks massa tubuh, dan lain-lain.
3. Fakta: Wanita Perlu Rutin Berolahraga selama Haid
Fakta menstruasi yang perlu dipahami berikutnya adalah wanita tetap perlu berolahraga secara rutin selama haid. Pasalnya, olahraga ringan, seperti yoga, pilates, dan jalan kaki, diketahui dapat membantu meringankan rasa nyeri dan kram perut yang kerap terjadi selama menstruasi. Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan hormon endorfin yang mampu memperbaiki suasana hati akibat PMS (premenstrual syndrome).
4. Fakta: Boleh Melakukan Hubungan Seksual selama Haid
Sebenarnya, berhubungan seksual selama haid masih menjadi suatu kontroversi. Salah satu sisi menyatakan bahwa wanita boleh melakukan hubungan seksual meskipun masih haid. Hal ini dikarenakan berhubungan intim selama haid dapat membantu meningkatkan suasana hati.
Selain itu, melakukan hubungan seksual saat haid juga bisa membantu meredakan rasa nyeri dan kram pada perut. Pasalnya, saat berhubungan seksual dan mencapai orgasme, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang bisa memicu perasaan bahagia serta mengurangi rasa nyeri.
Bahkan, berhubungan seksual juga mampu membuat otot-otot rahim berkontraksi sehingga turut merangsang pelepasan jaringan dinding rahim yang bisa mempersingkat periode haid.
Namun, perlu diingat bahwa berhubungan seksual selama haid juga memiliki beberapa risiko kesehatan, seperti rentan terkena penyakit menular seksual terutama jika dilakukan tanpa memakai kondom karena penis akan bersentuhan langsung dengan darah haid yang mungkin mengandung bakteri atau virus dan rentan terkena infeksi jamur di vagina.
5. Fakta: Kehamilan Tetap Bisa Terjadi Meskipun Melakukan Hubungan Seksual saat Haid
Meskipun kemungkinannya kecil, tetap ada peluang terjadinya kehamilan saat melakukan hubungan seksual selama menstruasi. Maka dari itu, jika belum berencana memiliki buah hati, dianjurkan untuk tetap menggunakan alat kontrasepsi atau kondom meskipun melakukan hubungan seksual saat haid.
6. Mitos: Darah Haid merupakan Darah Kotor
Sebagian orang awam menganggap bahwa darah yang keluar selama haid merupakan darah kotor atau hasil pembersihan racun dan kotoran di dalam tubuh. Perlu diluruskan, hal tersebut hanyalah mitos belaka. Pada dasarnya, darah haid merupakan hasil peluruhan dinding rahim dan selaput lendir karena tidak terdapat proses pembuahan sel telur oleh sperma.
7. Mitos: Haid Tidak Teratur Tanda Kurang Subur
Salah satu mitos seputar menstruasi yang perlu diluruskan adalah haid tidak teratur merupakan tanda kemandulan atau infertilitas pada wanita. Faktanya, ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan terjadinya haid tidak teratur, mulai dari pola hidup tidak sehat, stres, ketidakseimbangan hormonal, hingga mengidap kondisi medis tertentu.
Kendati demikian, siklus menstruasi yang tidak teratur dapat membuat penentuan masa subur wanita menjadi tidak pasti sehingga bisa menyebabkan sulit hamil.
8. Mitos: Minuman Bersoda dapat Melancarkan Haid
Informasi mengenai konsumsi minuman bersoda dapat melancarkan haid hanyalah sebuah mitos belaka. Konsumsi minuman bersoda yang mengandung gula dan kafein tinggi selama haid justru tidak disarankan karena dapat memengaruhi suasana hati serta memicu gangguan sistem pencernaan.
9. Mitos: Tidak Boleh Berenang saat Sedang Haid
Mitos seputar menstruasi yang kerap dipercaya oleh sebagian orang awam adalah dilarang berenang saat sedang menstruasi karena dikhawatirkan akan mencemari air kolam renang.
Nyatanya, wanita yang sedang haid tetap bisa berenang dengan nyaman tanpa perlu takut mencemari air kolam renang karena terdapat tekanan air dari dalam kolam renang yang bisa menghambat darah keluar selama berada di dalam air.
Namun, sebelum berenang saat haid, dianjurkan untuk menggunakan tampon, menstrual cup, atau mengganti pembalut terlebih dahulu guna menghindari risiko bocornya darah dari dalam pembalut selama berada di dalam air.
10. Mitos: Tidak Boleh Minum Air Dingin saat Sedang Haid
Sebagian orang awam menganggap bahwa minum air dingin selama haid dapat membekukan darah haid yang membuat aliran darahnya menjadi terhambat. Faktanya, tidak ada hubungan antara minum air dingin dengan aliran darah haid karena air tersebut akan masuk ke dalam sistem pencernaan, bukan sistem reproduksi.
Minum air putih, baik bersuhu dingin ataupun hangat, justru sangat dianjurkan untuk menghindari terjadinya dehidrasi serta meringankan sakit kepala yang kerap terjadi selama menstruasi.
11. Mitos: Memijat Perut Agar Cepat Haid
Beredar mitos bahwa memijat perut bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah menuju rahim, uterus, dan tuba falopi sehingga dapat merangsang haid agar lebih cepat datang. Faktanya, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa pijatan pada perut mampu memengaruhi siklus menstruasi.
Perlu dipahami, menstruasi akan terjadi ketika terdapat perubahan hormon progesteron dan estrogen di dalam tubuh. Sementara itu, memijat perut tidak dapat memengaruhi perubahan kadar hormon tersebut.
Alih-alih merangsang keluarnya darah haid, memijat perut dapat dilakukan untuk membantu mengurangi nyeri haid (dismenore) dan perut kembung yang kerap dialami oleh wanita menjelang menstruasi.
Itu dia ulasan mengenai fakta dan mitos tentang haid yang penting untuk diketahui. Satu hal yang perlu dipahami adalah penting untuk menjaga kebersihan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat sebaik mungkin agar tubuh tetap sehat dan nyaman saat sedang haid.
Jika Anda mempunyai keluhan gangguan kesehatan yang mungkin memengaruhi siklus haid, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.
Praktis, jadwalkan pertemuan Anda dengan dokter Siloam Hospitals melalui fitur Cari Dokter yang juga tersedia di MySiloam App. Atau, Anda juga dapat memanfaatkan MySiloam untuk memesan paket kesehatan hingga konsultasi dengan dokter secara virtual. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Heru Harsojo Oentoeng, M.Repro, Sp.And, SubspSPAP(K), FECSM
Andrologi (Reproduksi Pria)
Subspesialis Konsultan Seksologi dan Pengobatan Anti-penuaan
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini







